Jamaah Haji 2026 Diminta Siap Hadapi Wukuf di Arafah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jamaah Haji sedang Wukuf di Arafah ( Poto : REPUBLIKA )

Jamaah Haji sedang Wukuf di Arafah ( Poto : REPUBLIKA )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Jamaah haji Indonesia mempersiapkan diri menghadapi wukuf di Arafah 2026 sebagai puncak ibadah haji yang menentukan sah atau tidaknya haji, sekaligus memperkuat kesiapan fisik, mental, dan kepatuhan terhadap aturan perjalanan jamaah.

Jamaah Fokus Hadapi Puncak Ibadah Haji

Musyrif Dini Haji Indonesia 2026, Asrorun Niam Sholeh, mengingatkan jamaah agar segera menyiapkan diri menghadapi fase terpenting ibadah haji.

Ia menegaskan bahwa wukuf di Arafah menjadi rukun utama dalam haji. Karena itu, jamaah harus hadir secara fisik di Arafah pada 9 Zulhijah agar ibadahnya sah.

Selain itu, ia meminta jamaah menjaga stamina, kesehatan, dan kondisi mental sejak awal rangkaian ibadah.

Wukuf di Arafah Menjadi Inti Haji

Dalam ajaran Islam, wukuf di Arafah memiliki posisi sangat penting. Rasulullah SAW bersabda:

“Al-Hajju ‘Arafah”
(Haji itu Arafah)

Hadis ini menunjukkan bahwa seluruh rangkaian haji bertumpu pada wukuf di Arafah.

Selanjutnya, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa Arafah menjadi momen terbaik untuk muhasabah dan memohon ampunan Allah secara total.

Pergerakan Jamaah Dimulai 8 Zulhijah

Kemudian, Kementerian Haji mulai mengatur pergerakan jamaah menuju Arafah secara bertahap pada 8 Zulhijah.

Petugas haji menyusun jadwal keberangkatan agar seluruh jamaah tiba tepat waktu dan tidak terjadi penumpukan.

Selain itu, sistem ini membantu jamaah lansia dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu agar tetap aman selama perjalanan.

Jamaah Perbanyak Ibadah di Arafah

Setibanya di Arafah, jamaah langsung memanfaatkan waktu untuk beribadah.

Baca Juga :  Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci

Mereka memperbanyak doa, zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an. Di samping itu, jamaah juga melakukan salat sunnah serta muhasabah diri.

Karena itu, jamaah tidak disarankan menghabiskan waktu untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan ibadah.

Lebih lanjut, hari Arafah dikenal sebagai waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.

Makna Mendalam Wukuf di Arafah

Wukuf tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga perjalanan spiritual yang sangat dalam.

Semua jamaah berdiri di satu tempat tanpa perbedaan status sosial, jabatan, atau latar belakang.

Dengan demikian, ihram yang sama menunjukkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.

Selain itu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Zad al-Ma’ad menegaskan bahwa Arafah menjadi momen ketika hati manusia paling dekat dengan Allah jika mereka hadir dengan kesadaran penuh.

Lanjutan Ibadah ke Muzdalifah dan Mina

Setelah wukuf selesai, jamaah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam.

Di sana, jamaah mengumpulkan batu kecil untuk lempar jumrah di Mina.

Selanjutnya, jamaah bergerak ke Mina untuk melaksanakan rangkaian ibadah, seperti:

  • Lempar jumrah Aqabah
  • Mabit di Mina
  • Lempar jumrah Ula
  • Lempar jumrah Wustha
  • Lempar jumrah Aqabah di hari tasyriq

Dengan demikian, rangkaian ibadah haji terus berlanjut secara tertib.

Tiga Skema Pergerakan Jamaah

Kemudian, Asrorun Niam menjelaskan bahwa petugas haji menerapkan tiga skema pergerakan jamaah setelah Arafah.

Pertama, jamaah berangkat pukul 19.00 menuju Muzdalifah, lalu bermalam hingga tengah malam sebelum menuju Mina.

Baca Juga :  378 Jamaah Haji Probolinggo Tiba di Surabaya, Dua Jamaah Terkendala Kondisi Kesehatan

Kedua, jamaah berangkat lebih malam dan langsung menuju Mina setelah tiba di Muzdalifah.

Ketiga, jamaah dengan kondisi khusus langsung bergerak dari Arafah ke Mina untuk menjaga kesehatan.

Dengan cara ini, sistem perjalanan menjadi lebih fleksibel dan aman.

Jadwal Lempar Jumrah Diatur Ketat

Selanjutnya, petugas haji mengatur jadwal lempar jumrah pada hari tasyriq.

Secara syariat, waktu utama dimulai setelah zuhur. Namun, kondisi padat membuat jamaah perlu mengikuti jadwal resmi.

Oleh karena itu, jamaah disarankan tidak memaksakan diri demi mengejar waktu afdal jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

Selain itu, kepatuhan terhadap jadwal juga membantu menjaga keselamatan jamaah.

Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas

Kemudian, seluruh rangkaian haji menempatkan keselamatan jamaah sebagai prioritas utama.

Petugas mengatur jadwal, rute, dan kelompok pergerakan secara sistematis untuk menghindari kepadatan.

Selain itu, petugas terus memantau jamaah lansia dan jamaah sakit agar tetap mendapatkan pelayanan maksimal.

Dengan demikian, ibadah dapat berjalan lebih aman dan tertib.

Kemaslahatan dalam Setiap Pengaturan

Lebih lanjut, Asrorun Niam menegaskan bahwa semua pengaturan tetap mengikuti prinsip syariah.

Ia menjelaskan bahwa prinsip hifzhud din (menjaga agama) dan hifzhun nafs (menjaga jiwa) menjadi dasar utama dalam pengaturan jamaah.

Oleh karena itu, setiap kebijakan tidak hanya berorientasi pada kelancaran ibadah, tetapi juga keselamatan jamaah.(ust)

Berita Terkait

Hukum Doa Bersama Pahlawan Beda Agama dalam Islam
Menelisik Hukum Pajak dalam Islam dan Landasan Pungutan Negara
Fatwa Mudzakarah Ajengan PUI: Pinjaman Online dengan Bunga Hukumnya Haram
Hukum Membakar Sobekan Al-Qur’an Menurut Ulama Fikih Islam
Istri Bekerja Menolak Hubungan Ranjang, Ini Hukumnya Menurut Syariat
Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir
Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam
Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Hukum Doa Bersama Pahlawan Beda Agama dalam Islam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Menelisik Hukum Pajak dalam Islam dan Landasan Pungutan Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Fatwa Mudzakarah Ajengan PUI: Pinjaman Online dengan Bunga Hukumnya Haram

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Hukum Membakar Sobekan Al-Qur’an Menurut Ulama Fikih Islam

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Istri Bekerja Menolak Hubungan Ranjang, Ini Hukumnya Menurut Syariat

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB