Doa Akhir Tahun Hijriyah: Amalan, Lafaz, dan Keutamaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Do'a akhir tahun Hijriyah( poto : bersama dakwah )

Do'a akhir tahun Hijriyah( poto : bersama dakwah )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Doa akhir tahun Hijriyah menjadi amalan istighfar penutup tahun hijriyah yang umat Islam baca menjelang pergantian tahun Islam sebagai bentuk muhasabah diri dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Umat Islam membaca doa ini pada sore hari setelah salat Ashar di akhir bulan Dzulhijjah sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai awal 1 Muharam.

Doa ini mengajak umat Islam untuk menutup tahun dengan kesadaran penuh atas dosa, kelalaian, dan kekurangan diri. Selain itu, doa ini juga menguatkan harapan agar Allah menerima seluruh amal kebaikan yang telah dilakukan selama satu tahun.

Doa akhir tahun Hijriyah mengajarkan seorang muslim untuk jujur terhadap dirinya sendiri. Ia mengakui semua kesalahan yang pernah dilakukan, baik yang ia sadari maupun yang ia lupakan.

Dalam doa ini, seorang muslim menyadari bahwa Allah selalu mengetahui setiap amal perbuatan manusia. Kesadaran ini mendorong hati untuk kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan dan harapan ampunan.

Doa ini juga membangun keseimbangan antara rasa takut dan harapan kepada Allah. Seorang muslim tetap berharap ampunan, namun juga takut jika amalnya tidak diterima.

Waktu Pelaksanaan Doa Akhir Tahun

Ulama menjelaskan bahwa umat Islam membaca doa akhir tahun setelah salat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Waktu ini berlangsung sampai sebelum Maghrib.

Mereka menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa pada waktu tersebut. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk menutup satu tahun perjalanan hidup dengan introspeksi.

Baca Juga :  Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab, dan Makna Lengkap

Lafaz Doa Akhir Tahun Hijriyah

Dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, para ulama menganjurkan doa ini dibaca sebanyak tiga kali dengan penuh kekhusyukan.

Lafaz Doa (Lengkap)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Terjemahan Makna:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Ya Allah, aku mengakui seluruh perbuatanku selama satu tahun yang lalu, terutama yang Engkau larang. Aku belum bertaubat dari sebagian di antaranya, dan Engkau tetap menutup aibku meskipun aku sering lalai.

Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Terimalah amal kebaikan yang Engkau ridhai dariku, dan jangan Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia dan Maha Penyayang.

Dalil Istighfar dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

Baca Juga :  9 Adab Suami Terhadap Istri Menurut Ajaran Islam

“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa keberuntungan seorang muslim bergantung pada taubat dan kembali kepada Allah.

Pandangan Ulama tentang Doa Akhir Tahun

Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur menjelaskan bahwa umat Islam membaca doa akhir tahun sebanyak tiga kali.

Ia menyebutkan bahwa ketika seorang muslim membaca doa ini dengan ikhlas, setan merasa gagal menyesatkannya sepanjang tahun.

Teks dalam kitab tersebut menyebutkan:

يُقْرَأُ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، وَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ

Artinya: Setan berkata bahwa mereka telah bersusah payah sepanjang tahun, tetapi seluruh usaha itu rusak hanya dalam satu waktu singkat.

Doa ini mengajak setiap muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Ia menilai kembali seluruh amal yang ia lakukan selama satu tahun.

Muhasabah membantu seseorang memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan cara itu, ia bisa memasuki tahun baru dengan pribadi yang lebih baik.

Pergantian tahun Hijriyah memberi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbarui niat dan meningkatkan ibadah. Seorang muslim menutup tahun dengan istighfar dan membuka tahun baru dengan tekad baru.

Doa akhir tahun menunjukkan bahwa setiap manusia selalu memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik.(ust)

Berita Terkait

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab
Mengenal Darah Haid Nifas Istihadhah dan Batas Waktunya
Larangan Hadats Besar dan Kecil Menurut Fikih Mazhab Syafi’i
Hukum Pelaut Tidak Shalat Jumat Menurut Fiqih Syafii
Ibadah yang Paling Utama Menurut Ibnul Qayyim
Hukum Sisa Kuota Hangus dalam Fikih Islam dan Ijarah
Bukan Jam 12 Malam, Ini Waktu Utama Shalat Tahajud Menurut Ustaz Adi Hidayat
Catat, Inilah Batas Minimal Bacaan Shalat yang Benar
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Mengenal Darah Haid Nifas Istihadhah dan Batas Waktunya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Larangan Hadats Besar dan Kecil Menurut Fikih Mazhab Syafi’i

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Hukum Pelaut Tidak Shalat Jumat Menurut Fiqih Syafii

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Ibadah yang Paling Utama Menurut Ibnul Qayyim

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB