Gus Yahya Tekankan Amanah Besar Pendidikan Santri di Pesantren, Soroti Tantangan Kekerasan dan Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).( poto : nuonline )

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).( poto : nuonline )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Amanah pendidikan santri dipesantren menjadi sorotan utama dalam pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Ia menegaskan bahwa pengelolaan pesantren tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga tanggung jawab besar yang menyangkut masa depan dunia dan akhirat para santri.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Doa Bersama dan Deklarasi Pesantrenku Aman Roadshow #2 Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah, Selasa (16/6/2026).

Pesantren sebagai Amanah Besar Kiai

Gus Yahya menegaskan bahwa sejak awal, para kiai sudah memikul tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak yang dititipkan oleh orang tua ke pesantren. Ia menyebut, kepercayaan tersebut lahir karena orang tua yakin pesantren mampu memberikan pendidikan yang lebih menyeluruh.

Menurutnya, para pengasuh pesantren tidak sekadar mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kesiapan hidup para santri. Karena itu, ia menilai amanah ini tidak ringan dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi.

Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab utama pendidikan anak sejatinya berada di tangan orang tua. Namun, pesantren mengambil peran besar sebagai pelengkap dan penguat pendidikan tersebut.

Prinsip Al-Qur’an dalam Pengelolaan Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya mengurai empat prinsip yang menjadi pedoman pengelolaan pesantren, yaitu isbiru, wa shabiru, wa rabithu, dan wattaqullah. Ia mengaitkan prinsip itu dengan firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 200.

Baca Juga :  Pendaftar Tembus 75 Ribu, Ujian CAT Petugas Haji 2027 Digelar Dua Gelombang

Ia menjelaskan bahwa isbiru berarti kesabaran dalam menghadapi beratnya pengasuhan santri. Pengelola pesantren harus mampu bertahan dalam tekanan dan tantangan yang muncul setiap hari.

Sementara itu, wa shabiru menekankan pentingnya saling menguatkan antar-kiai dan pengasuh pesantren. Ia meminta agar seluruh elemen pesantren menjaga kerukunan dan saling mendukung.

“Para pengasuh harus saling mengingatkan dan saling menyayangi,” ujar Gus Yahya.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Pesantren

Gus Yahya juga menyoroti pentingnya wa rabithu, yakni membangun kerja sama antarpesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak bisa berkembang jika berjalan sendiri tanpa jaringan kebersamaan.

Ia menilai kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat posisi pesantren di tengah tantangan zaman. Dengan kerja sama, pesantren dapat saling menopang dalam pendidikan, manajemen, hingga penguatan nilai keislaman.

Selain itu, prinsip wattaqullah menjadi dasar moral yang memastikan seluruh aktivitas pendidikan tetap berada dalam koridor ketakwaan kepada Allah.

Gus Yahya mengungkap bahwa jumlah santri yang terus meningkat membuat pengelolaan pesantren semakin kompleks. Ia mencontohkan pesantren besar seperti Lirboyo dengan sekitar 52 ribu santri dan Sidogiri dengan sekitar 25 ribu santri.

Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut sistem pengelolaan yang lebih kuat dan terstruktur. Ia menyoroti potensi masalah seperti perundungan, kekerasan, hingga penyebaran penyakit menular yang dapat muncul di lingkungan padat santri.

Baca Juga :  Kemenag Raih Penghargaan Kemenkeu Terkait Pembayaran Gaji PNS

Ia menyebut risiko kesehatan seperti TBC dan hepatitis juga perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, tanpa sistem yang baik, tantangan tersebut bisa berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Pendidikan Santri Butuh Kesabaran Ekstra

Gus Yahya menegaskan bahwa proses mendidik santri merupakan salah satu tugas paling berat dalam kehidupan. Ia menilai pekerjaan tersebut bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan masa depan generasi muda.

Ia menekankan bahwa kekuatan utama para kiai terletak pada kesabaran dan keteguhan spiritual. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi dalam menjaga keberlangsungan pesantren.

“Berjuang yang paling berat itu mengajar dan mendidik karena membentuk masa depan anak-anak,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Gus Yahya mengajak seluruh pengasuh pesantren untuk melanjutkan warisan kesabaran para ulama terdahulu. Ia menilai nilai ukhuwah dan keteguhan iman harus terus dijaga di tengah tantangan modern.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pesantren tidak hanya diukur dari jumlah santri, tetapi juga dari kualitas pendidikan, keamanan lingkungan, dan kekuatan moral pengasuhnya.

Menurutnya, pesantren akan tetap relevan jika mampu menjaga nilai-nilai dasar tersebut secara konsisten.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB