Surabaya, dorlanhikmah.com – Sebanyak 378 jamaah haji kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo tiba di Debarkasi Surabaya pada Senin malam. Kedatangan ini berjalan dalam sistem layanan baru seamless corridor yang mempercepat proses pemeriksaan dan kepulangan jamaah dari Tanah Suci.
Kedatangan Kloter Pertama Probolinggo
Sebanyak 378 jamaah haji asal Probolinggo kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 380 jamaah dan petugas yang sebelumnya diberangkatkan ke Arab Saudi.
Panitia memastikan proses kepulangan berjalan tertib sejak jamaah turun dari pesawat hingga menuju area pemeriksaan. Petugas langsung mengarahkan jamaah ke alur layanan yang sudah disiapkan.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses kedatangan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia menegaskan sistem layanan baru membantu mempercepat alur kedatangan jamaah.
Dua Jamaah Mengalami Kendala
PPIH mencatat satu jamaah haji wafat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arab Saudi. Panitia membatalkan keberangkatan jamaah tersebut dari rangkaian perjalanan dan memproses hak-haknya sesuai ketentuan.
Pihak panitia juga memastikan keluarga jamaah menerima hak asuransi serta sertifikat sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, satu jamaah bernama Abdul Djalal masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Noor, Arab Saudi. Panitia menyiapkan pemulangan jamaah tersebut melalui kloter berikutnya setelah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk perjalanan udara.
Sistem Seamless Corridor Permudah Proses Debarkasi
Tahun ini, PPIH Debarkasi Surabaya menerapkan sistem seamless corridor dalam proses kedatangan jamaah haji. Sistem ini mengintegrasikan layanan keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan dalam satu alur terpadu.
Anam menjelaskan bahwa sistem tersebut mempercepat proses kedatangan jamaah begitu mereka tiba di Indonesia. Petugas tidak lagi memproses pemeriksaan secara terpisah yang memakan waktu lebih lama.
Jawa Timur menjadi daerah kedua setelah Jakarta yang menerapkan sistem ini dalam layanan debarkasi haji. Panitia menilai metode ini lebih efisien dan nyaman bagi jamaah yang baru tiba dari perjalanan panjang.
“Saya kira tidak ada kendala dan kami berharap seluruh kloter berikutnya bisa berjalan seperti ini sehingga prosesnya lebih cepat,” ujar Anam.
Data Jamaah Wafat di Arab Saudi
Hingga saat ini, PPIH mencatat 34 jamaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi. Data tersebut terus diperbarui seiring proses pemulangan jamaah dari berbagai kloter.
Panitia memastikan seluruh ahli waris jamaah yang wafat tetap menerima santunan asuransi sesuai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Proses penyaluran dilakukan mengikuti ketentuan yang berlaku agar hak jamaah tetap terpenuhi.(ust)









Komentar