Bab Al Ikhbar bi Al Ladzi dalam Ilmu Nahwu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bab Al-Ikhbar bi Al-Ladzi.(poto: kitab Al fiyah).

Bab Al-Ikhbar bi Al-Ladzi.(poto: kitab Al fiyah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Ulama Nahwu mencantumkan bab ini khusus sebagai latihan bagi para siswa. Kehadirannya menyerupai Bab Abniyah yang menguji ketangkasan santri dalam mendalami ilmu Shorof.

Oleh karena itu, rangkaian materi ini berfungsi sebagai ujian khusus untuk mengukur kedalaman pemahaman tata bahasa Arab. Materi ini juga memperkuat penguasaan siswa mengenai pemusnadan pada isim Dhamir maupun isim Zhahir.

Di samping itu, para pengajar menggunakan bab ini sebagai bentuk latihan ringkas atas kecakapan siswa. Pengujian ini memastikan para siswa menguasai penyesuaian hukum gramatika secara tepat.

                  ┌─────────────────────────────────────────┐
                  │          STRUKTUR KALIMAT AKHIR         │
                  └─────────────────────────────────────────┘
                                       │
         ┌─────────────────────────────┴─────────────────────────────┐
         ▼                                                           ▼
┌──────────────────┐                                       ┌──────────────────┐
│   Isim Maushul   │ ──► [ Shilah Maushul + 'Aid/Dhamir ] ──►│  Al-Mukhbar 'Anhu│
│   ( MUBTADA' )   │                                       │    ( KHOBAR )    │
└──────────────────┘                                       └──────────────────┘

Panduan 5 Langkah Menjawab Soal Isim Maushul

Dalam praktiknya, tenaga pendidik kerap mengajukan pertanyaan berbentuk pembentukan khobar menggunakan Isim Maushul. Pertanyaan dasar biasanya menggunakan kata KHALIDUN dengan Isim Maushul ALLADZI pada kalimat:

خالد منطلق

(KHALIDUN MUNTHALIQUN = Khalid Pergi)

Untuk menyelesaikan soal tersebut, para siswa wajib menerapkan metode 5 langkah sistematis. Langkah pertama mewajibkan siswa memilih isim maushul yang sesuai lalu menempatkannya di awal kalimat sebagai mubtada’.

Baca Juga :  Lafal “Sawwu Shufufakum” yang Benar dalam Shalat Jamaah

Selanjutnya, langkah kedua menempatkan kata yang dipertanyakan pada posisi paling akhir kalimat. Adapun langkah ketiga mewajibkan siswa merofa’kan kata tersebut karena posisinya berstatus sebagai Khobar.

Kemudian, langkah keempat menempatkan kata sisanya di tengah-tengah antara Isim Maushul dan Khabar sebagai Shilah Maushul. Terakhir, langkah kelima memasang Dhamir atau ‘Aid pada posisi kata yang dipertanyakan.

Siswa harus menyesuaikan Dhamir tersebut baik secara makna maupun i’robnya dengan Isim Maushul. Berdasarkan proses ini, penerapan metode tersebut menghasilkan jawaban lengkap sebagai berikut:

الذي هو منطلق خالد

(ALLADZI HUWA MUNTHALIQUN KHALIDUN = yang pergi itu adalah Khalid)

Penerapan Qiyas pada Isim Mutsanna Jamak dan Mu’annats

Menariknya, pola pengerjaan ini berlaku konsisten untuk kalimat yang menggunakan Isim Mutsanna. Soal yang meminta pembentukan khobar dari kata AL-MUHAMMADAINI menggunakan contoh kalimat:

أكرمت المحمدين

(AKROMTU AL-MUHAMMADAINI = aku menghormati kedua Muhammad itu)

Melalui formulasi lima langkah tersebut, analisis ini menghasilkan bentuk jawaban yang presisi:

اللذان أكرمتهما المحمدان

Baca Juga :  Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Memahami Metode Syarah Nahwu(Bag.1)

(ALLADZAANI AKROMTUHUMAA AL-MUHAMMADAANI = yang aku hormati itu adalah kedua Muhammad)

Selain itu, penggunaan kata bertipe Jamak menghasilkan struktur jawaban yang menyesuaikan subjeknya:

الذين أكرمتهم المحمدون

(ALLADZIINA AKROMTUHUM AL-MUHAMMADUUNA = yang aku hormati itu adalah mereka Muhammad)

Begitu pula untuk bentuk kata Mu’annats yang menerapkan penyesuaian Dhamir senada:

التي أكرمتها هند

(ALLATI AKROMTUHAA HINDUN = yang aku hormati itu adalah Hindun)

Dengan demikian, para siswa dapat mengqiyaskan kaidah ini pada berbagai variasi contoh soal lainnya.

Penjelasan Kedudukan Al Mukhbar Anhu Menurut Gramatika

Secara khusus, Ulama Nahwu memberikan perhatian terhadap posisi Al-Mukhbar ‘Anhu dalam bab ini. Isim tersebut berkedudukan sebagai khobar yang berasal dari Isim maushul di posisi Mubtada’.

Meskipun zhahir lafaz pertanyaan sekilas memperlihatkan pembuatan khobar dari Al-Mukhbar ‘Anhu, maksud pertanyaan tersebut bukanlah membuat Mubtada’ yang dikhobari oleh Isim Maushul.

Sebaliknya, pemaknaan kalimat berfokus pada posisi isim yang dipertanyakan sebagai al-Mukhbar Anhu dari segi Makna. Jadi, redaksi pertanyaan “IKHBAR ‘ANHU!/Buatkan khobar darinya!” bermakna membuat Khobar dari Isim yang ada di dalam soal.(ust)

Berita Terkait

Pembagian Isim Mu’rob: Perbedaan Mutamakkin Amkan dan Ghair Amkan
Kaidah An Mashdariyah dan Nawashib Fi’il Mudhari dalam Ilmu Nahwu
Lafal “Sawwu Shufufakum” yang Benar dalam Shalat Jamaah
Latihan Membuat Khabar Alladzi Sebagai Mubtada’ dalam Alfiyah
Definisi Huruf Syarat “Law” dalam Ilmu Nahwu Alfiyah
Penjelasan Ta’jilun Nada: Macam-Macam Al-Kalimah( Bag.2 )
Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Memahami Metode Syarah Nahwu(Bag.1)
Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Fi’il Mudhari dan Nun Taukid
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:00 WIB

Pembagian Isim Mu’rob: Perbedaan Mutamakkin Amkan dan Ghair Amkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Bab Al Ikhbar bi Al Ladzi dalam Ilmu Nahwu

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Kaidah An Mashdariyah dan Nawashib Fi’il Mudhari dalam Ilmu Nahwu

Senin, 22 Juni 2026 - 03:00 WIB

Lafal “Sawwu Shufufakum” yang Benar dalam Shalat Jamaah

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:00 WIB

Latihan Membuat Khabar Alladzi Sebagai Mubtada’ dalam Alfiyah

Berita Terbaru

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB