Mengenal Hukum Bacaan Lam Jalalah dalam Al-Qur’an dan Contohnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hukum bacaan lam jalallah.(poto: Ma'had Al jami'ah).

Hukum bacaan lam jalallah.(poto: Ma'had Al jami'ah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Memahami hukum bacaan lam jalalah (tafkhim dan tarqiq) dalam Al-Qur’an sangat penting bagi Muslim agar terhindar dari kesalahan makna saat membaca.

Sebagai seorang Muslim, mempelajari hukum bacaan lam jalalah merupakan sebuah kewajiban mendasar guna menjaga kesucian bacaan Al-Qur’an. Selain itu, keterampilan ini membantu umat Islam melafalkan ayat suci dengan tepat sekaligus menghindari kekeliruan arti.

Menukil kitab Al-Wadhih fi Ahkami at-Tajwid, menuntut ilmu tajwid berstatus fardhu kifayah bagi kaum Muslimin. Di samping itu, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Muzammil ayat 4:

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Artinya: “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”

Berdasarkan ayat tersebut, makna tartil menuntut pembaca melafalkan setiap huruf dengan jelas sesuai kaidah tajwid. Terlebih lagi, praktik ini menyempurnakan pengucapan kata-kata di dalam kitab suci.

Baca Juga :  Allah Selalu Melihat Hambanya: Tafsir QS. Al-‘Alaq 14

Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar berguru kepada sahabat yang memiliki bacaan terbaik. Beliau menegaskan hal tersebut dalam sebuah riwayat Bukhari Muslim:

“Mintalah kalian bacaan Al-Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab, Muadz bin Jabal.”

Memahami Definisi Lam Jalalah

Menurut Mursal Aziz dan Zulkipli Nasution dalam buku mereka, lam jalalah merupakan hukum bacaan pada lafaz Allah yang dijumpai dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, penerapan aturan ini secara cermat mencegah kesalahan pelafalan yang berpotensi mengubah makna ayat.

Dua Jenis Bacaan Lam Jalalah

Secara umum, para ahli tajwid membagi bacaan lam jalalah menjadi dua kategori utama, yakni tafkhim dan tarqiq. Di sisi lain, keduanya mempunyai karakteristik pelafalan berbeda bergantung pada harakat sebelumnya.

Baca Juga :  Hukum Nun Mati dan Tanwin Lengkap Contohnya

1. Tafkhim (Tebal) Kategori tafkhim berlaku tatkala lafaz Allah didahului oleh harakat fathah atau dhammah. Oleh sebab itu, pembaca melafalkan huruf lam secara tebal disertai majunya posisi bibir.

Berikut adalah beberapa contoh bacaan tafkhim:

  • Surah Al-Ikhlas ayat 1: قُلْ هُوَاللهُ أَحَدٌ (Qul huwallahu ahad)

  • Surah Ali Imran ayat 18: شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ (Syahidallahu annahu)

  • Surah An-Nasr ayat 1: إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ (Idza jaa anasrullah)

2. Tarqiq (Tipis) Sebaliknya, kategori tarqiq berlaku manakala lafaz Allah didahului oleh harakat kasrah. Akibatnya, pembaca melafalkan lam secara tipis dan ringan, serta membentuk posisi bibir seperti sedang meringis.

Contoh bacaan tarqiq dapat di simak melalui:

  • Surah Al-Fatihah ayat 1: بِسْمِ اللهِ (Bismillahi).(ust)

Berita Terkait

Kemuliaan Sejati Menurut Islam Bukan Ditentukan Jabatan
Panduan Alquran Menghadapi Tekanan Hidup dan Ujian Modern
Rezeki Tidak Akan Tertukar: Memahami Jaminan Allah dalam Alquran
Makna dan Dalil Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Urutan Turun Surat Al-Qur’an Versi Ulama dan Orientalis
Asbabun Nuzul Turunnya Surat Ad-Dhuha Penenteram Jiwa
Matan Tuhfatul Athfal: Syair Hukum Nun Sukun dan Tanwin Teks Arab dan Artinya
Pengertian Mad dan Jenisnya Lengkap Menurut Tajwid
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Kemuliaan Sejati Menurut Islam Bukan Ditentukan Jabatan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Panduan Alquran Menghadapi Tekanan Hidup dan Ujian Modern

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Rezeki Tidak Akan Tertukar: Memahami Jaminan Allah dalam Alquran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Makna dan Dalil Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Urutan Turun Surat Al-Qur’an Versi Ulama dan Orientalis

Berita Terbaru

Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz.(poto: detikhikmah).

Berita Islam

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:53 WIB