Restoran Tanpa Sertifikat Halal Terancam Ditutup Permanen Mulai 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Dr. H. Mamat S. Burhanudin, dalam acara media gathering LPPOM di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).(poto: istimewa).

Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Dr. H. Mamat S. Burhanudin, dalam acara media gathering LPPOM di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan sertifikat halal restoran wajib dimiliki oleh setiap pemilik usaha kuliner sebelum tenggat relaksasi berakhir. Pemerintah tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif hingga penutupan tempat usaha bagi pengusaha makanan dan minuman yang membandel.

Penindakan tegas ini memiliki dasar hukum yang kuat dalam perundang-undangan nasional. Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Mamat S. Burhanudin, menjelaskan bahwa kepatuhan ini mengacu pada UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.

Mamat memaparkan bahwa petugas akan menjalankan prosedur penegakan aturan secara bertahap kepada para pelanggar. Pihaknya siap menerbitkan surat peringatan resmi sebelum mengambil tindakan ekstrem berupa penyitaan barang dari pasar.

“Jika belum juga bersertifikasi halal, maka kita akan melakukan tindakan-tindakan. Tindakannya adalah teguran tertulis pertama, kedua, dan ketiga sampai kita memberikan peringatan bahwa produk Anda harus ditarik dari peredaran,” ujar Mamat pada acara media gathering LPPOM MUI di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2026).

Baca Juga :  Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Pernyataan Mamat tersebut langsung menghentikan spekulasi publik mengenai nasib tempat makan yang mengabaikan regulasi. Pihak otoritas bakal mengambil langkah drastis jika pemilik restoran tetap enggan mengurus dokumen resmi hingga batas waktu habis.

“Resto tutup,” tegas Mamat saat menjawab pertanyaan awak media mengenai sanksi akhir bagi restoran yang abai.

Sanksi Penutupan Restoran Menyasar Pelaku Usaha Abai Regulasi

Selain pengawasan tenggat waktu, BPJPH menaruh perhatian khusus pada maraknya praktik promosi mandiri oleh pengelola tempat makan. Banyak pemilik usaha kuliner memasang label no pork no lard atau menempelkan kaligrafi ayat Al-Qur’an demi meraih kepercayaan konsumen Muslim.

Namun, Mamat memastikan bahwa strategi pemasaran semacam itu sama sekali tidak memiliki kekuatan legalitas di mata hukum. Tulisan tanpa potongan babi dan minyak babi murni merupakan klaim sepihak yang tidak bisa menggantikan sertifikasi resmi negara.

“Klaim sendiri ada aturannya. Kalau no pork, no lard, itu bukan bersertifikat halal. Itu klaim sendiri saja, termasuk pelaku usaha yang belum bersertifikat halal,” terang Mamat.

Pendekatan visual atau simbol keagamaan di area ruang makan juga tidak serta-merta menjamin keamanan kehalalan sajian. BPJPH mewajibkan seluruh pengusaha membuktikan komitmen mereka lewat pemeriksaan dokumen resmi dan audit lembaga berwenang.

Baca Juga :  Kemeriahan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional 2026 di Semarang Pukau Warga

“Misalkan ada ditampilkan no pork, no lard, kemudian ada ayat Al-Qur’an ditampilkan di situ, tetap itu bukan jaminan bahwa di situ halal. Harus bersertifikat halal,” pungkasnya.

Aturan Klaim Halal Mandiri Tidak Memiliki Legalitas Hukum

Kementerian Agama melalui BPJPH kini imbau seluruh pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) memanfaatkan sisa waktu yang ada. Para pemilik bisnis kuliner harus segera mendaftarkan produk serta jasa restoran mereka sebelum 18 Oktober 2026.

Langkah pendaftaran sejak awal akan menyelamatkan para pedagang dari ancaman pembekuan operasional dan kerugian finansial. Pemerintah berharap seluruh ekosistem industri makanan nasional dapat menuntaskan proses legalitas tepat waktu.

Kesadaran pelaku usaha dalam mengurus dokumen kehalalan menjadi kunci utama keberlangsungan bisnis kuliner di Indonesia. Perlindungan konsumen serta kepastian hukum tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam mengawal implementasi regulasi ini.(ar)

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal
Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru
Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem
Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata
Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern
Kemenag Belum Buka CPNS 2026, Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB