Ciri-Ciri Isim dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Contohnya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dasar ilmu nahwukitab Al-jurumiyah ( Poto : istimewa ).

Dasar ilmu nahwukitab Al-jurumiyah ( Poto : istimewa ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Ciri-ciri isim bahasa Arab menjadi pembahasan penting dalam ilmu nahwu dasar. Dalam kitab Al-Jurumiyah, isim memiliki tanda khusus seperti kasrah, tanwin, alif lam, dan huruf jar yang membedakannya dari fi’il serta huruf.

Para ulama nahwu meneliti bahasa Arab dari Al-Qur’an, hadits, serta ucapan orang Arab asli. Dari penelitian itu, mereka menyimpulkan bahwa seluruh kata dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga:

  1. Isim (kata benda)
  2. Fi’il (kata kerja)
  3. Huruf

Karena itu, setiap kata pasti masuk ke salah satu kategori tersebut. Untuk membedakannya, ulama kemudian menjelaskan ciri-ciri khusus yang dimiliki isim.

Ciri-Ciri Isim dalam Bahasa Arab

Secara umum, isim memiliki empat tanda utama, yaitu:

  1. Kasrah
  2. Tanwin
  3. Alif lam (ال)
  4. Dimasuki huruf jar atau huruf qasam

Berikut penjelasannya.

1. بِالخَفْضِ = Kasrah

Pertama, isim dapat di kenali dari harakat kasrah pada akhir katanya. Jadi, ketika menemukan lafadz yang berakhiran kasrah (ِ), besar kemungkinan kata tersebut adalah isim.

Contoh:

  • بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
  • بَيْتُ المُدِيرِ

Pada contoh di atas, kata المُدِيرِ termasuk isim karena huruf akhirnya berharakat kasrah.

Baca Juga :  Pembagian Isim Mu'rob: Perbedaan Mutamakkin Amkan dan Ghair Amkan

Selain itu, tanda kasrah sering muncul setelah huruf jar atau dalam susunan idhafah.

2. التَّنْوِينِ = Tanwin

Selanjutnya, tanda isim yang kedua adalah tanwin. Tanwin terdiri dari:

  • ً fathatain
  • ٍ kasrahtain
  • ٌ dhommatain

Apabila sebuah kata diakhiri tanwin, maka kata itu termasuk isim.

Contoh:

  • زَيْدٌ
  • زَيْدًا
  • زَيْدٍ

Ketiga contoh tersebut di sebut isim karena masing-masing memiliki tanwin di akhir kata.

Dengan demikian, tanwin menjadi salah satu tanda paling mudah untuk mengenali isim.

3. دُخُولُ الأَلِفِ وَاللَّامِ = Dimasuki Alif Lam

Selain tanwin, isim juga bisa dikenali dari masuknya alif lam (ال) di awal kata.

Contoh:

  • كِتَابٌ → الكِتَابُ

Artinya, ketika sebuah lafadz diawali ال, maka lafadz tersebut termasuk isim.

Namun, ada catatan penting. Alif lam dan tanwin tidak bisa berkumpul dalam satu kata. Oleh sebab itu, bentuk seperti:

  • الكِتَابٌ

termasuk salah.

Singkatnya, jika ada ال maka tidak ada tanwin. Sebaliknya, jika tidak memakai ال, isim biasanya dapat menerima tanwin.

4. دُخُولُ حُرُوفِ الجَرِّ = Dimasuki Huruf Jar

Tanda berikutnya adalah masuknya huruf jar. Adapun huruf jar yang sering di gunakan antara lain:

  • مِنْ
  • إِلَى
  • عَنْ
  • عَلَى
  • فِي
  • رُبَّ
  • بِ
  • كَ
  • لِ
Baca Juga :  Penjelasan Ta’jilun Nada: Macam-Macam Al-Kalimah( Bag.2 )

Jika sebuah kata di masuki huruf jar, maka kata tersebut termasuk isim.

Contoh:

  • جَاءَ زَيْدٌ مِنَ المَسْجِدِ

Pada kalimat ini, kata المَسْجِدِ merupakan isim karena:

  • diawali ال
  • berharakat kasrah
  • di masuki huruf jar مِنْ

Contoh lain:

  • زَيْدٌ فِي البَيْتِ

Kata البَيْتِ juga termasuk isim sebab di masuki huruf jar فِي.

Sementara itu, jika ال kita hilangkan, bentuknya berubah menjadi:

  • زَيْدٌ فِي بَيْتٍ

Dalam kondisi tersebut, akhir katanya memakai tanwin kasrah (ٍ).

Huruf Qasam dalam Bahasa Arab

Selain huruf jar, ada pula huruf qasam atau huruf sumpah. Huruf qasam terdiri dari:

  • وَ
  • بِ
  • تَ

Huruf-huruf ini gunanya ketika seseorang bersumpah.

Contoh:

  • وَالْعَصْرِ
  • وَاللهِ

Awalnya kata الْعَصْرُ berharakat dhammah. Akan tetapi, setelah masuk وَ qasam, harakat akhirnya berubah menjadi kasrah sehingga di baca:

  • وَالْعَصْرِ

Begitu juga pada lafadz:

  • وَاللهِ

Karena وَ di sini berfungsi sebagai huruf qasam, maka kata setelahnya menjadi majrur.

Di dalam Al-Qur’an, bentuk sumpah menggunakan huruf وَ cukup banyak kita temukan.(ust)

Berita Terkait

UIN Jakarta Gelar Pemeriksaan Mammografi Gratis Tutup Rangkaian Dies Natalis Ke-69
Pembagian Isim Mu’rob: Perbedaan Mutamakkin Amkan dan Ghair Amkan
Bab Al Ikhbar bi Al Ladzi dalam Ilmu Nahwu
Kaidah An Mashdariyah dan Nawashib Fi’il Mudhari dalam Ilmu Nahwu
Lafal “Sawwu Shufufakum” yang Benar dalam Shalat Jamaah
Latihan Membuat Khabar Alladzi Sebagai Mubtada’ dalam Alfiyah
Definisi Huruf Syarat “Law” dalam Ilmu Nahwu Alfiyah
Penjelasan Ta’jilun Nada: Macam-Macam Al-Kalimah( Bag.2 )
Berita ini 35 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:31 WIB

UIN Jakarta Gelar Pemeriksaan Mammografi Gratis Tutup Rangkaian Dies Natalis Ke-69

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:00 WIB

Pembagian Isim Mu’rob: Perbedaan Mutamakkin Amkan dan Ghair Amkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Bab Al Ikhbar bi Al Ladzi dalam Ilmu Nahwu

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Kaidah An Mashdariyah dan Nawashib Fi’il Mudhari dalam Ilmu Nahwu

Senin, 22 Juni 2026 - 03:00 WIB

Lafal “Sawwu Shufufakum” yang Benar dalam Shalat Jamaah

Berita Terbaru

Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz.(poto: detikhikmah).

Berita Islam

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:53 WIB

Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB University bersama Rohis Vokasi IPB menggelar diskusi publik perwali p4s secara daring pada Senin, 31 Agustus 2026.(poto: istimewa).

Berita Islam

BKIM IPB Gelar Diskusi Publik Kawal Perwali P4S Bogor

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:46 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad resmi melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional periode 2026-2031.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Wali Kota Pariaman Melantik Pimpinan Baznas Baru Periode 2026-2031

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:26 WIB