Latihan Membuat Khabar Alladzi Sebagai Mubtada’ dalam Alfiyah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, dorlanhikmah.com – Dalam pembelajaran ilmu nahwu, para ulama mengajarkan latihan membuat khabar sebagai metode penting untuk memahami perubahan struktur kalimat Arab secara mendalam. Latihan ini menempatkan isim maushul seperti الذي، اللذان، الذين، التي sebagai mubtada’, kemudian memindahkan isim asal menjadi khobar.

Metode ini melatih pelajar agar mampu memahami hubungan antara mubtada’, khobar, shilah, dan dhamir ‘a’id dalam satu struktur kalimat yang utuh tanpa merusak makna.

Dasar Kaidah Isim Maushul dalam Nahwu

Para ulama nahwu menjelaskan bahwa isim maushul dapat berfungsi sebagai mubtada’ dalam kalimat. Setelah itu, kalimat yang mengikuti isim maushul wajib menjadi shilah maushul yang di dalamnya terdapat dhamir kembali atau ‘a’id.

Struktur ini menjaga keterhubungan makna antara bagian kalimat yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, perubahan posisi kata tidak mengubah makna dasar kalimat.

Teks Syair Alfiyah Ibnu Malik

Dasar pembahasan ini terdapat dalam Alfiyah Ibnu Malik:

مَا قِيلَ أخْبِرْ عَنْهُ بِالَّذيْ خَبَرْ ¤ عَنِ الَّذي مُبْتَدأ قَبْلُ اسْتَقَرْ
Artinya: sesuatu yang diminta untuk dibuat khobar darinya dengan “alladzi” adalah menjadikan khobar dari mubtada’ yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Isim dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Contohnya

وَمَا سِواهُمَا فَوَسِّطْهُ صِلَهْ ¤ عَائِدُهَا خَلَفُ مُعْطِيْ التَّكْمِلَهْ
Artinya: selain keduanya, letakkan sebagai shilah di tengah, dan dhamir kembali menjadi pengganti isim yang menyempurnakan makna.

نَحْوُ الَّذِيْ ضَرَبْتُهُ زَيْدٌ فَذَا ¤ ضرَبْتُ زَيْداً كَانَ فَادْرِ الْمَأخَذَا
Artinya: seperti contoh “الذي ضربته زيد” yang berasal dari “ضربت زيداً”.

وَباللَّذَيْنِ وَالَّذِينَ وَالَّتِي ¤ أَخْبِرْ مُرَاعِياً وِفَاقَ الْمُثْبَتِ
Artinya: gunakan juga bentuk dual, jamak, dan muannats dengan menyesuaikan kaidah yang benar.

Langkah Perubahan Kalimat dalam Nahwu

Dalam praktiknya, pelajar mengikuti beberapa langkah sistematis.

Pertama, pelajar memilih isim maushul yang sesuai dengan jumlah dan jenis kalimat. Kemudian isim maushul ditempatkan di awal sebagai mubtada’.

Kedua, isim asal dipindahkan ke akhir kalimat sebagai khobar. Ketiga, bagian kalimat kerja ditempatkan di tengah sebagai shilah maushul.

Keempat, pelajar menambahkan dhamir ‘a’id yang kembali kepada isim maushul agar struktur tetap benar.

Contoh Kalimat Mufrad

Kalimat dasar:

خالد منطلق

Hasil perubahan:

الذي هو منطلق خالد

Penjelasan:

  • الذي = mubtada’
  • هو = dhamir ‘a’id
  • منطلق = shilah
  • خالد = khobar
Baca Juga :  Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Fi’il Mudhari dan Nun Taukid

Contoh Kalimat Mutsanna

Kalimat:

أكرمت المحمدين

Hasil:

اللذان أكرمتهما المحمدان

Penjelasan:

  • اللذان = mubtada’
  • أكرمتهما = shilah + dhamir mutsanna
  • المحمدان = khobar

Contoh Kalimat Jamak

Kalimat:

أكرمت المحمدين

Hasil:

الذين أكرمتهم المحمدون

Penjelasan:

  • الذين = mubtada’
  • أكرمتهم = shilah
  • المحمدون = khobar

Contoh Kalimat Muannats

Kalimat:

أكرمت هند

Hasil:

التي أكرمتها هند

Penjelasan:

  • التي = mubtada’
  • أكرمتها = shilah
  • هند = khobar

Fungsi Latihan dalam Ilmu Nahwu

Latihan ini bertujuan melatih ketelitian pelajar dalam memahami struktur kalimat Arab klasik. Para santri tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mempraktikkan perubahan i’rab secara langsung.

Dengan metode ini, pelajar mampu membaca kitab-kitab klasik dengan lebih mudah dan memahami hubungan antar unsur kalimat secara benar.

Kutipan Kitab Klasik

Imam Ibnu Malik dalam Alfiyah menegaskan pentingnya ketepatan struktur dalam bahasa Arab.

Ulama syarah Alfiyah seperti Ibnu Aqil menjelaskan bahwa:

الإعراب فرع المعنى

Artinya: i’rab adalah cabang dari makna.

Hadis tentang Ilmu

Rasulullah ﷺ bersabda:

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين

Artinya: Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya dalam agama.(ust)

Berita Terkait

Definisi Huruf Syarat “Law” dalam Ilmu Nahwu Alfiyah
Penjelasan Ta’jilun Nada: Macam-Macam Al-Kalimah( Bag.2 )
Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Memahami Metode Syarah Nahwu(Bag.1)
Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Fi’il Mudhari dan Nun Taukid
Tanda Kalimat Isim dalam Ilmu Nahwu: Jar hingga Musnad
Ciri-Ciri Isim dalam Bahasa Arab Lengkap dengan Contohnya
Bab Kalam Dalam Ilmu Nahwu: Pengertian, Pembagian, Dan Penjelasan Lengkap
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:00 WIB

Latihan Membuat Khabar Alladzi Sebagai Mubtada’ dalam Alfiyah

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:00 WIB

Definisi Huruf Syarat “Law” dalam Ilmu Nahwu Alfiyah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:00 WIB

Penjelasan Ta’jilun Nada: Macam-Macam Al-Kalimah( Bag.2 )

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Memahami Metode Syarah Nahwu(Bag.1)

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:00 WIB

Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada: Fi’il Mudhari dan Nun Taukid

Berita Terbaru

Hadits Arbain Nawawi 6 menjelaskan halal, haram, syubhat( poto : bersamadakwah.net )

Hadist

Hadits Arbain Nawawi 6: Halal, Haram, dan Syubhat

Selasa, 16 Jun 2026 - 07:00 WIB

4 fungsi hadits terhadap alquran( poto : wayground )

Hadist

4 Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an dalam Hukum Islam

Selasa, 16 Jun 2026 - 05:00 WIB

Ghibah dalam Islam adalah dosa besar yang merusak ukhuwah.( poto : kemahasiswaan UII )

Akhlaq

Ghibah dalam Islam: Pengertian, Bahaya, Dosa, dan Taubat

Selasa, 16 Jun 2026 - 03:00 WIB

Yaumul Ba’ats adalah hari kebangkitan manusia setelah kiamat( ilustrasi poto : mitrapost.com )

Al-Qur'an

Yaumul Ba’ats: Hari Kebangkitan Manusia

Selasa, 16 Jun 2026 - 01:00 WIB