Hukum Nun Mati dan Tanwin dalam Ilmu Tajwid

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tajwid, hukum nun mati tanwin, izhar, idgham, ikhfa, iqlab, belajar Al-Qur’an, ilmu tajwid, bacaan Al-Qur’an, huruf hijaiyah.( Poto : Pinterest ).

tajwid, hukum nun mati tanwin, izhar, idgham, ikhfa, iqlab, belajar Al-Qur’an, ilmu tajwid, bacaan Al-Qur’an, huruf hijaiyah.( Poto : Pinterest ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Membaca Al-Qur’an menuntut setiap Muslim tidak hanya mengenali huruf Arab, tetapi juga memahami aturan bacaannya secara tepat.

Oleh karena itu, ilmu tajwid hadir sebagai pedoman utama agar setiap huruf dilafalkan sesuai kaidah yang benar.

Salah satu bagian penting dalam ilmu tersebut adalah hukum nun mati dan tanwin.

Dalam praktiknya, hukum ini sangat sering muncul dalam ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga pembaca wajib memahaminya dengan baik.

Selain itu, pemahaman yang benar akan membantu menjaga makna ayat tetap sesuai dengan yang diturunkan.

Selanjutnya, para ulama tajwid membagi hukum ini menjadi empat bagian utama, yaitu izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa.

Masing-masing memiliki karakteristik bacaan yang berbeda, baik dari segi kejelasan, pelemburan, perubahan bunyi, maupun penyamaran.

Pengertian Nun Mati dan Tanwin

Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami dasar dari nun mati dan tanwin terlebih dahulu.

Dengan demikian, pembaca dapat lebih mudah memahami hukum yang berlaku di dalamnya.

Nun Mati (Nun Sukun)

Nun mati merupakan huruf nun (ن) yang tidak memiliki harakat apa pun. Biasanya, tanda sukun (نْ) menunjukkan bahwa huruf tersebut tidak bervokal.

Karena itu, pembaca melafalkannya sebagai bunyi “-n” yang statis, kecuali jika bertemu huruf tertentu yang mengubah cara bacanya.

Sebagai contoh, kata seperti berikut sering muncul dalam Al-Qur’an:

  • مِنْ
  • عَنْ
  • أَنْ

Dengan demikian, setiap nun mati akan mengalami perubahan bacaan tergantung huruf setelahnya.

Tanwin

Di sisi lain, tanwin merupakan tanda bunyi ganda yang muncul di akhir kata. Walaupun tidak berupa huruf nun, tanwin tetap menghasilkan suara “-n” sehingga dianggap setara dalam hukum tajwid.

Adapun bentuk tanwin terdiri dari:

  • ـً (fathatain)
  • ـٍ (kasratain)
  • ـٌ (dhammatain)

Misalnya:

  • كِتَابًا (kitāban)
  • عَلِيمٍ (‘alīmin)
  • كُفُوًا (kufuwan)

Dengan kata lain, tanwin selalu mengikuti aturan yang sama seperti nun mati ketika bertemu huruf hijaiyah.

Macam-Macam Hukum Nun Mati dan Tanwin

Setelah memahami dasarnya, pembaca perlu mengenali empat hukum utama yang mengatur bacaan nun mati dan tanwin. Masing-masing hukum akan menentukan bagaimana bunyi dibaca.

1. Hukum Izhar (الإظهار)

Izhar berarti “jelas”. Oleh karena itu, hukum ini mengharuskan pembaca melafalkan nun mati atau tanwin secara terang tanpa dengungan.

Baca Juga :  Lahn dalam Al-Quran: Kesalahan Bacaan yang Haram

Huruf Izhar

Izhar terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu huruf tenggorokan (halqi), yaitu:

  • ء (hamzah)
  • ه (ha)
  • ع (‘ain)
  • ح (ha)
  • غ (ghain)
  • خ (kha)

Cara Membaca Izhar

Pada dasarnya, pembaca harus menahan bunyi nun secara jelas sebelum melanjutkan ke huruf berikutnya. Selain itu, tidak boleh ada unsur dengung yang masuk dalam bacaan.

Contoh

وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا

Dibaca: wa min khalfihim saddan

Dalam contoh tersebut, nun mati bertemu huruf خ sehingga pembaca menegaskan bunyi “n” secara jelas.

2. Hukum Idgham (الإدغام)

Selanjutnya, idgham berarti “meleburkan”. Dalam hukum ini, pembaca memasukkan bunyi nun mati atau tanwin ke dalam huruf setelahnya.

Idgham terbagi menjadi dua jenis, sehingga pembaca perlu memahami keduanya secara terpisah.

a. Idgham Bighunnah (Dengan Dengung)

Pada jenis ini, pembaca melafalkan bacaan dengan dengungan dari hidung selama dua harakat.

Huruf Idgham Bighunnah

  • ي (ya)
  • ن (nun)
  • م (mim)
  • و (wau)

Cara Membaca

Pembaca menggabungkan bunyi nun dengan huruf berikutnya, namun tetap menambahkan dengung yang jelas.

Contoh

وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُۥ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ

Dibaca: wa lākinnallāha yusalliṭu rusulahū ‘alā may yasyā’

Dalam hal ini, nun mati bertemu huruf ي sehingga terjadi pelemburan disertai dengung.

b. Idgham Bilaghunnah (Tanpa Dengung)

Sebaliknya, idgham bilaghunnah tidak menggunakan dengungan sama sekali.

Huruf Idgham Bilaghunnah

  • ل (lam)
  • ر (ra)

Cara Membaca

Pembaca langsung meleburkan bunyi nun ke huruf berikutnya tanpa tambahan suara hidung.

Contoh

قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا

Dibaca: qayyimal liyundzira ba’san

Karena tanwin bertemu huruf ل, maka bacaan langsung melebur dengan halus.

3. Hukum Iqlab (الإقلاب)

Kemudian, iqlab berarti “mengubah”. Dalam hukum ini, pembaca mengubah bunyi nun mati atau tanwin menjadi mim (م).

Huruf Iqlab

  • ب (ba)

Cara Membaca

Pembaca mengubah bunyi nun menjadi mim mati, lalu menambahkan dengung selama dua harakat. Selain itu, pembaca juga menutup bibir saat melafalkannya.

Contoh

فَمَن تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ

Dibaca: fa man tāba mim ba‘di ẓulmihī

Dengan demikian, nun mati berubah menjadi mim karena bertemu huruf ب.

Baca Juga :  7 Kitab Kuning Dasar Pesantren yang Wajib Dipelajari Santri Pemula

4. Hukum Ikhfa (الإخفاء)

Terakhir, ikhfa berarti “menyamarkan”. Dalam hukum ini, pembaca tidak membaca nun secara jelas maupun meleburkannya secara penuh.

Huruf Ikhfa

  • ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك

Cara Membaca

Pembaca menyamarkan bunyi nun dengan dengung selama dua harakat. Selain itu, posisi lidah menyesuaikan huruf berikutnya agar suara terdengar alami.

Contoh

إِنَّهُۥ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا

Dibaca: innahū kāna ḥūbang kabīrā

Pada contoh ini, tanwin bertemu huruf ك sehingga bacaan menjadi samar namun tetap berdengung.

Perbandingan Hukum Nun Mati dan Tanwin

Agar lebih mudah dipahami, pembaca dapat membandingkan keempat hukum berikut:

  • Pertama, izhar menuntut bacaan jelas tanpa dengung.
  • Kemudian, idgham mengharuskan pelemburan huruf.
  • Selanjutnya, iqlab mengubah bunyi menjadi mim.
  • Sementara itu, ikhfa menyamarkan bunyi dengan dengung.

Dengan demikian, setiap hukum memiliki peran yang berbeda dalam membaca Al-Qur’an dengan benar.

Pentingnya Mempelajari Hukum Nun Mati dan Tanwin

Mempelajari hukum ini memberikan banyak manfaat penting bagi pembaca Al-Qur’an.

1. Menjaga Keaslian Bacaan

Pembaca menjaga keaslian Al-Qur’an agar tidak terjadi kesalahan dalam pelafalan yang dapat mengubah makna.

2. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Selain itu, pembaca dapat meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah karena bacaan menjadi lebih tepat dan indah.

3. Menghindari Kesalahan Makna

Di sisi lain, kesalahan tajwid dapat mengubah arti ayat, sehingga pemahaman yang benar sangat diperlukan.

4. Membiasakan Bacaan yang Benar

Akhirnya, latihan rutin membantu pembaca terbiasa membaca sesuai kaidah yang benar.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, hukum nun mati dan tanwin merupakan bagian penting dalam Ilmu Tajwid. Pembaca perlu memahami empat hukum utama, yaitu izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa.

Dengan memahami perbedaan setiap hukum, pembaca dapat melafalkan Al-Qur’an secara lebih tepat, indah, dan sesuai aturan.

Selain itu, pembelajaran tajwid juga membantu menjaga makna wahyu tetap sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya, konsistensi dalam belajar dan berlatih akan membawa pembaca menuju kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik dan lebih benar.(ust)

Berita Terkait

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital
Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh
Kemenag Siapkan PJJ untuk Pesantren Terdampak Kabut Asap
Hari Santri 2026: Saatnya Santri Kawal Arah Indonesia Emas
Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI
MTsN 1 Jepara Borong Medali Emas KREASI 2026 di Yogyakarta
11 Siswa Jambi Tembus Nasional Usai Juara Olimpiade Madrasah 2026
MTsN 2 Sungai Penuh Tuntaskan Visitasi Akreditasi Madrasah
Berita ini 55 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Kemenag Siapkan PJJ untuk Pesantren Terdampak Kabut Asap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Hari Santri 2026: Saatnya Santri Kawal Arah Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB