Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Musim kemarau yang melanda berbagai wilayah membuat persediaan air bersih kian menipis. Kondisi ini menuntut seluruh umat Islam untuk memperbanyak istighfar sekaligus bijak mengonsumsi air harian.

Melalui naskah khutbah jumat hemat air ini, jamaah diajak merenungi nikmat sumber kehidupan yang sering kali terabaikan. Menjaga lingkungan serta membantu sesama yang terdampak kekeringan merupakan bagian dari tanggung jawab khalifah di bumi.

Khutbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَجَعَلَ الْمَاءَ أَصْلَ الْحَيَاةِ وَسَبَبًا لِبَقَاءِ الْمَخْلُوقَاتِ .أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ . أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ، الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَمِنْ اٰيٰتِهٖ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَيُحْيٖ بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

Pentingnya Air Sebagai Sumber Kehidupan

Khatib mengingatkan jamaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui amalan ritual dan kepedulian lingkungan. Air menjadi salah satu amanah besar yang wajib manusia pelihara keberlangsungannya.

Allah SWT menegaskan kedudukan air melalui firman-Nya:

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ

Artinya: “Dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al-Anbiya: 30)

Manusia membutuhkan air untuk minum, memasak, bersuci, dan menopang aktivitas harian. Tumbuhan dan hewan juga menggantungkan keberlangsungan hidup mereka pada ketersediaan sumber air tersebut.

Larangan Berlebihan dan Teladan Rasulullah SAW

Islam melarang keras umatnya berlaku boros saat memanfaatkan air, termasuk ketika berwudhu atau mandi wajib. Allah SWT telah memberikan batas tegas terkait larangan melampaui batas ini:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Imam An-Nawawi dalam kitab Khulashatul Ahkam fi Muhimmatis Sunan wa Qawa’idil Islam mencatat teguran Nabi Muhammad SAW kepada orang yang sedang berwudhu:

قال لمتوضِّئٍ: لَا تُسْرِفْ

Artinya: “Rasulullah SAW berkata kepada seorang yang sedang berwudhu: ‘Jangan berlebihan.’”

Rasulullah SAW memberikan teladan nyata mengenai takaran penggunaan air sebagaimana penuturan Anas RA:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ، وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Artinya: “Rasulullah SAW mandi menggunakan air sebanyak satu sha‘ hingga lima mud, sedangkan untuk berwudhu beliau menggunakan satu mud.” (Muttafaq ‘alaih).

Ummu ‘Imarah Al-Anshariyah RA turut meriwayatkan takaran wudhu Beliau dalam riwayat lain:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ بِإِنَاءٍ فِيهِ قَدْرُ ثُلُثَيْ مُدٍّ

Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad SAW berwudhu dengan sebuah wadah yang berisi air sekira dua pertiga mud.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad hasan).

Syekh Muhammad Nawawi Banten menegaskan hukum pemborosan ini dalam kitab Qûtul Habîbil Gharîb, Tausyîh ‘alâ Fathil Qarîbil Mujîb:

وَأَمَّا مَكْرُوهَاتُ الْوُضُوءِ فَالْإِسْرَافُ فِي الْمَاءِ

Artinya: “Adapun perkara yang dimakruhkan dalam wudhu adalah berlebihan dalam menggunakan air…”

Sedekah Air dan Amalan Memohon Hujan

Membantu masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih bernilai pahala sedekah yang sangat besar. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk saling meringankan beban sesama:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Umat Islam perlu mengimbangi ikhtiar fisik dengan memperbanyak istighfar agar Allah SWT menurunkan hujan. Al-Qur’an merekam nasihat Nabi Nuh AS kepada kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Artinya: “Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’” (QS. Nuh: 10–11).

Jamaah dapat melafalkan kumpulan doa memohon hujan rahmat berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ غَيْثًا مُغِيثًا، هَنِيئًا مَرِيئًا، مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membawa kemudaratan.”

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa dari rahmat-Mu.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا غَيْثًا نَافِعًا مُبَارَكًا، وَاسْقِ بِهِ الْعِبَادَ وَالْبِلَادَ، وَأَحْيِ بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan. Siramilah dengan hujan itu para hamba-Mu dan negeri-Mu, serta hidupkanlah bumi setelah kematiannya.”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ، وَاسْقِنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَلَا تُؤَاخِذْنَا بِذُنُوبِنَا

Baca Juga :  Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Semangat Berbagi (Khutbah 1)

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, rahmatilah kami dengan rahmat-Mu, dan berilah kami air dari karunia-Mu. Jangan Engkau siksa kami karena dosa-dosa kami.”

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مِيَاهِنَا، وَاحْفَظْ مَصَادِرَ مِيَاهِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ لِنِعَمِكَ، غَيْرَ الْمُسْرِفِينَ فِيهَا.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah air yang kami miliki, jagalah sumber-sumber air kami, dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mensyukuri nikmat-Mu dan tidak berlebihan dalam menggunakannya.”

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ بِلَادَنَا، وَارْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْجَفَافَ

Artinya: “Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, perbaikilah negeri kami, dan angkatlah dari kami segala musibah, kekeringan dan kesulitan.”

Khatib menutup khutbah pertama dengan doa keselamatan dan petunjuk al-Qur’an:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لعلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، وَنَسْأَلُكَ التَّوْفِيقَ وَالسَّدَادَ فِي جَمِيعِ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْتَخِيْرُونَكَ فِي أُمُوْرِهِمْ، وَيَرْضَوْنَ بِقَضَائِكَ وَقَدَرِكَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Berita Terkait

Khutbah Jumat: Penyebab Utama Musibah Datang dari Dosa dan Maksiat Diri
Khutbah Jumat: Ketegasan dan Kebijaksanaan Rasulullah
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Waktunya Muhasabah Diri
Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Kematian
Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam
Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh
Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:53 WIB

Khutbah Jumat: Penyebab Utama Musibah Datang dari Dosa dan Maksiat Diri

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Khutbah Jumat: Ketegasan dan Kebijaksanaan Rasulullah

Kamis, 10 September 2026 - 20:34 WIB

Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Waktunya Muhasabah Diri

Kamis, 10 September 2026 - 20:28 WIB

Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau

Rabu, 9 September 2026 - 20:58 WIB

Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla

Berita Terbaru

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Kultum

Khutbah Jumat: Ketegasan dan Kebijaksanaan Rasulullah

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:32 WIB

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Kultum

Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau

Kamis, 10 Sep 2026 - 20:28 WIB