Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Kematian

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Seseorang yang meninggal dunia sebenarnya tidak kehilangan kesempatan mendapatkan ganjaran kebaikan. Umat Islam disarankan menyiapkan investasi akhirat melalui beberapa amalan yang pahalanya mengalir tanpa henti.

Khutbah Jumat ini mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan kesempatan hidup yang Allah SWT berikan. Persiapan bekal yang matang sebelum ajal menjemput menjadi kebutuhan utama setiap insan.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلىَ عَبْدِهِ الْكِتَابَ تَبْصِرَةً لِأُوْلِي الْأَلْبَابِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الْأَرْبَابِ، الَّذِي خَضَعَتْ لِعَظَمَتِهِ الرِّقَابُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلىَ خَيْرِ أُمَّةٍ بِأَفْضَلِ كِتَابٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَنْجَابِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْأَحْبَابُ، إِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْوَهَّابِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Khatib mengajak seluruh jamaah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Karunia-Nya memungkinkan umat Islam menunaikan kewajiban shalat Jumat secara berjamaah.

Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Penghormatan tersebut juga terlimpah bagi keluarga dan para sahabat.

Khatib menyampaikan wasiat takwa guna meneladani sunnah Rasulullah SAW. Peningkatan takwa memberi pegangan kokoh dalam menghadapi berbagai godaan hidup.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Kematian menandai akhir perjalanan manusia di dunia. Meskipun demikian, jejak amal kebaikan manusia tidak hilang begitu saja.

Setiap manfaat yang dirasakan orang lain tetap tercatat rapi. Allah SWT menegaskan hal tersebut dalam firman-Nya:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Yasin: 12).

Imam Ibnu Katsir menerangkan makna frasa atsarahum atau bekas-bekas yang ditinggalkan. Perbuatan baik yang diteruskan orang lain akan mengalirkan pahala serupa.

Penyaluran ganjaran tersebut sama sekali tidak mengurangi pahala pengamal berikutnya. Penjelasan ini termaktub dalam kitab Tafsir Al-Qur’anil Azhim jilid VI halaman 566:

مَا سَنُّوْا مِنْ سُنَّةٍ، فَعَمِلَ بِهَا قَوْمٌ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمْ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا فَلَهُ مِثْلُ أُجُوْرِهِمْ، لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ مَنْ عَمِلَهُ شَيْئًا

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla

Artinya, “(Yaitu) apa yang mereka perbuat, kemudian dilakukan oleh suatu kaum setelah kematian mereka. Jika hal itu berupa kebaikan, maka baginya pahala yang sama seperti pahala mereka, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya.”.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Manusia dapat menyiapkan tujuh amalan utama selagi masih diberi kesempatan hidup. Pertama, mengajarkan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Kedua, mendidik dan meninggalkan anak saleh. Ketiga, mewariskan mushaf Al-Qur’an yang senantiasa dibaca.

Keempat, berkontribusi langsung pada pembangunan tempat ibadah atau masjid. Kelima, menyediakan tempat singgah yang layak bagi para musafir.

Keenam, mengalirkan air demi mencukupi kebutuhan masyarakat luas. Ketujuh, menyalurkan sedekah harta saat tubuh masih sehat walafiat.

Rasulullah SAW menerangkan hal tersebut dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Artinya, “Sungguh di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang menyertainya setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarluaskan, anak saleh yang ditinggalkan, masjid yang dibangun, tempat yang disediakan untuk ibnu sabil (musafir), air sungai yang dialirkan, dan sedekah yang dikeluarkan dari hartanya ketika masih sehat dan masih hidup, semua itu akan menyertainya setelah kematiannya.” (HR. Ibnu Majah).

Hadits ini membuktikan bahwa fisik seseorang boleh hancur bersatu dengan tanah. Kendati demikian, benih kebaikan yang pernah ditanam terus bertumbuh dan membuahkan ganjaran.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Imam Jalaluddin as-Suyuthi merangkum sepuluh amalan abadi dalam kitab Ad-Dibaj ‘ala Muslim jilid VI halaman 227. Beliau menyampaikan perincian tersebut melalui bait syair yang indah:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ لَيْسَ يَجْرِي \ عَلَيْهِ مِنْ فِعَالٍ غَيْرِ عَشْرٍ \ عُلُوْمٍ بَثَّهَا وَدُعَاءِ نَجْلٍ \ وَغَرْسِ النَّخْلِ وَالصَّدَقَاتِ تَجْرِي \ وَرَاثَةِ مُصْحَفٍ وَرِبَاطِ ثَغْرٍ \ وَحَفْرِ الْبِئْرِ أَوْ إِجْرَاءِ نَهْرٍ \ وَبَيْتٍ لِلْغَرِيْبِ بَنَاهُ يَأْوِي إِلَيْهِ \ أَوْ بِنَاءِ مَحَلِّ ذِكْرٍ \ وَتَعْلِيْمٍ لِقُرْآنٍ كَرِيْمٍ \ فَخُذْهَا مِنْ أَحَادِيْثَ بِحَصْرٍ

Artinya, “Apabila anak Adam meninggal dunia, tidak ada amal yang terus mengalir baginya selain sepuluh, yaitu: ilmu yang disebarluaskan, doa anak, menanam pohon, sedekah yang terus mengalir, mewariskan mushaf, berjaga di wilayah perbatasan, menggali sumur atau mengalirkan air, membangun rumah untuk orang asing agar dapat tinggal di dalamnya, membangun tempat untuk berzikir, dan mengajarkan Al-Qur’an. Maka ambillah hal-hal tersebut dari hadits-hadits secara terperinci.”.

Baca Juga :  Jangan Pernah Melupakan Kebaikan Orang Lain, Teladan Mulia dari Rasulullah

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Setiap bentuk kebaikan yang dirasakan publik berpotensi menjadi pahala jariyah. Umat Islam sepatutnya berlomba-lomba meninggalkan jejak kemanfaatan bagi sesama.

Semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan serta keteguhan dalam memupuk bekal akhirat. Semoga khutbah ini mendatangkan keberkahan bagi seluruh jamaah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Naskah Lengkap Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Berita Terkait

Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla
Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam
Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh
Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati
Harta Terpuji dan Tercela: Panduan Khutbah Jumat Sesuai Hadits
Khutbah Jumat: Membuka Pintu Rahmat di Tengah Kemarau
Khutbah Jum’at: Kemenag Ajak Umat Isi Kemerdekaan Lewat SDM Unggul
5 Teks Kultum Maulid Nabi Berbobot dan Menyentuh Hati
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:58 WIB

Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 20:50 WIB

Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Kematian

Jumat, 4 September 2026 - 14:11 WIB

Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam

Jumat, 4 September 2026 - 13:58 WIB

Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati

Berita Terbaru

Ilustrasi karangan bunga duka cita.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:39 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemanag.go.id).

Berita Islam

Istiqlal Gelar Konferensi 400 Imam Besar

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:25 WIB