Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Setiap pemerintah wajib sigap menangani bencana alam yang melanda berbagai wilayah Indonesia, khususnya musibah kebakaran hutan dan lahan. Langkah cepat ini sangat krusial mengingat banyak warga masyarakat yang menjadi korban langsung dari bencana tersebut.

Masyarakat bisa memanfaatkan naskah khutbah Jumat ini untuk keperluan ibadah dan syiar agama. Anda dapat mencetak seluruh materi dengan menekan ikon cetak berwarna merah di bagian atas atau bawah halaman.

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ.: وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita berhenti sejenak mengamati lingkungan di sekeliling kita. Matahari terbit memancarkan sinarnya setiap pagi tanpa perlu kita minta.

Manusia menghirup udara secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya. Air mengalir jernih, pepohonan tumbuh subur, tanah menyediakan bahan pangan, dan lautan menyimpan kekayaan kehidupan.

Seluruh kelimpahan tersebut merupakan anugerah besar dari Allah SWT. Namun, karena nikmat ini juga berstatus sebagai amanah, manusia dilarang memperlakukannya secara semena-mena.

Manusia tidak boleh mengeksploitasi alam tanpa batas. Bumi merupakan barang titipan Sang Pencipta yang wajib kita jaga kelestariannya.

Allah SWT telah mengingatkan hal ini melalui firman-Nya:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS al-A‘raf: 56).

Di sisi lain, Allah SWT menempatkan manusia dalam dua kedudukan vital. Manusia memegang peran sebagai ‘abdullah (hamba Allah) sekaligus khalifah (pemegang amanah Allah di muka bumi).

Sebagai hamba, setiap manusia wajib tunduk serta beribadah penuh kepada Allah. Sementara sebagai khalifah, manusia memikul tanggung jawab mengelola kehidupan serta merawat bumi sesuai ajaran-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian yang lain untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS al-An‘am: 165).

Dalam kitab al-Ibriz (Juz I, halaman 11), KH Bisri Mustofa menjelaskan makna khalifah sebagai pengganti. Pengertian ini menegaskan bahwa manusia—mulai dari Nabi Adam ‘alaihissalam hingga seluruh keturunannya—mengemban amanah mengelola bumi, mencegah kerusakan, serta menjalankan aturan Allah.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Keutamaan Memudahkan Urusan Orang Lain dalam Islam

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Allah mendudukkan manusia sebagai pengelola utama di atas bumi. Penetapan ini menandakan bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal sementara.

Bumi berfungsi sebagai ruang pengabdian, wahana ujian, sekaligus amanah besar. Oleh sebab itu, semakin luas kekuasaan seseorang, semakin berat pula beban tanggung jawab yang harus ia pikul.

Semakin tinggi posisi jabatan seseorang, semakin luas cakupan amanah yang kelak dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tanggung jawab sebagai khalifah tidak cuma membebani pundak perorangan. Pemerintah beserta para pejabat negara mengemban amanah publik yang jauh lebih besar.

Negara mendirikan pemerintahan bukan sekadar untuk menjalankan roda administrasi atau mengeksekusi kekuasaan. Pemerintah memikul tugas utama menghadirkan kemaslahatan nyata bagi seluruh warga.

Tugas tersebut meliputi penciptaan ketertiban, perlindungan warga, penegakan keadilan, penyelesaian konflik, pencegahan kezaliman, serta pemenuhan hak-hak rakyat.

Kewajiban ini mencakup tindakan pencegahan dan penanggulangan cepat saat musibah melanda. Pemerintah memegang kunci keselamatan masyarakat dari ancaman bencana alam maupun musibah akibat ulah manusia.

Syekh Izzuddin bin Abdussalam menegaskan hal ini dalam kitab Qawa‘id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam (Jilid I, halaman 74):

أَلَا إِنَّمَا وُلِّيَ الْوُلَاةُ عَلَى الْأُمُورِ الْعَامَّةِ وَالْخَاصَّةِ لِجَلْبِ الْمَصَالِحِ وَدَرْءِ الْمَفَاسِدِ عَنِ الرَّعِيَّةِ

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya para pemimpin dan pejabat pemerintahan diangkat untuk mengupayakan kemaslahatan dan mencegah berbagai kerusakan atau bahaya dari rakyatnya.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sementara itu, Imam Fakhruddin ar-Razi dalam karya Mafatih al-Ghaib (Vol. 14, halaman 15) memaparkan beratnya beban kepemimpinan. Pemimpin yang sanggup menyelesaikan krisis dan menunaikan amanah akan memperoleh kemuliaan tinggi.

Sebaliknya, kepemimpinan yang gagal mengatasi persoalan—terlebih bila bertindak ceroboh—hanya akan memicu ketakutan serta kecemasan publik.

Kita dapat menyaksikan gambaran nyata tersebut dalam penanganan musibah kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah tidak boleh baru bergerak setelah kobaran api membesar, seperti peristiwa yang melanda Kalimantan.

Tanggung jawab negara harus berjalan jauh sebelum krisis meletus. Langkah ini meliputi pengetatan pengawasan, pencegahan dini, penegakan hukum, serta penutupan ruang bagi aktivitas perusak lingkungan.

Tidak semua bencana murni lahir dari takdir alam semata. Sebagian musibah muncul akibat kelalaian manusia serta pembiaran praktik keserakahan.

Oleh karena itu, pemerintah wajib mengambil kebijakan tegas agar bencana serupa tidak berulang.

Pemerintah bisa mencabut atau memberikan sanksi berat terhadap izin usaha pemanfaatan hutan milik pelanggar aturan. Namun, langkah penindakan tersebut belum menyelesaikan seluruh masalah.

Negara harus menjamin perlindungan menyeluruh serta pemulihan yang layak bagi warga terdampak. Kebakaran hutan merusak jauh lebih banyak hal daripada sekadar vegetasi lahan.

Masyarakat harus menghirup udara beracun, anak-anak kehilangan waktu belajar, pekerja kehilangan mata pencaharian, dan kesehatan publik terancam serius.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Tanggung jawab pemimpin berkaitan erat dengan upaya menegakkan keadilan dan menghapus kezaliman. Jika tindakan atau kelalaian negara merugikan rakyat, pemerintah wajib memulihkan hak-hak korban serta memberikan kompensasi sesuai aturan.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at : Meneladani Rasulullah di Tengah Krisis Ekonomi

Pemerintah dilarang melupakan warga yang berada di garis depan krisis karhutla maupun bencana lainnya. Penanganan bencana wajib memuat bantuan kesehatan, penyaluran logistik sosial, pemulihan ekonomi, dan rehabilitasi lingkungan.

Petugas tidak boleh memperlakukan masyarakat sekadar sebagai deretan angka di dalam laporan statistik. Penderitaan warga membutuhkan pemulihan nyata dari negara secara memadai.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Upaya pemadaman bencana memang krusial. Namun, tindakan pencegahan sejak awal jauh lebih utama daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membakar habis kawasan hutan.

Pemerintah wajib menjadikan kebijakan pro-kemaslahatan warga sebagai pijakan utama. Aparat harus memperkuat sistem pengawasan, menegakkan aturan tanpa pandang bulu, serta menindak tegas setiap pelanggaran.

Negara harus menempatkan kepentingan rakyat luas di atas keuntungan segelintir kelompok bisnis.

Kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu dengan mengorbankan keselamatan warga dapat membuka pintu bagi kerusakan yang jauh lebih besar.

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita, keluarga, dan seluruh masyarakat dari kerusakan, keserakahan, kelalaian, serta bencana akibat perbuatan manusia. Semoga Allah membimbing kita menjadi hamba yang mampu menjaga bumi sebagai amanah. Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ، عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ

Berita Terkait

Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Kematian
Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam
Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh
Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati
Harta Terpuji dan Tercela: Panduan Khutbah Jumat Sesuai Hadits
Khutbah Jumat: Membuka Pintu Rahmat di Tengah Kemarau
Khutbah Jum’at: Kemenag Ajak Umat Isi Kemerdekaan Lewat SDM Unggul
5 Teks Kultum Maulid Nabi Berbobot dan Menyentuh Hati
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:58 WIB

Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 20:50 WIB

Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Kematian

Jumat, 4 September 2026 - 14:11 WIB

Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam

Jumat, 4 September 2026 - 13:58 WIB

Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati

Berita Terbaru

Ilustrasi karangan bunga duka cita.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:39 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemanag.go.id).

Berita Islam

Istiqlal Gelar Konferensi 400 Imam Besar

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:25 WIB