Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Isu kesejahteraan guru honorer Indonesia hingga kini masih menjadi persoalan pelik yang belum teratasi. Pemerintah memikul kewajiban besar untuk menjamin kehidupan layak bagi para pendidik di seluruh penjuru negeri.

Banyak tenaga pengajar yang mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa tanpa kepastian standar gaji. Laporan Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) bulan Mei 2024 mencatat sebanyak 74 persen guru honorer memperoleh penghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), yakni kurang dari Rp2 juta per bulan.

Kondisi tersebut bukan sekadar deretan data statistik di atas kertas belaka. Angka itu merefleksikan perjuangan nyata para pendidik yang tetap setia mengajar meski dihimpit keterbatasan ekonomi.

Khutbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَفَعَ دَرَجَاتِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَالتَّعْلِيمِ، وَجَعَلَ الْعِلْمَ سَبِيلًا لِرِفْعَةِ الْأُمَمِ وَصَلَاحِ الْمُجْتَمَعِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًا ۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji dan syukur hanya milik Allah swt semata. Satu-satunya Tuhan yang layak disembah yang tak henti-hentinya mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.

Khatib juga tak lupa untuk memberikan wasiat dan mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Isu kesejahteraan guru masih menjadi persoalan yang belum teratasi di Indonesia hingga kini. Guru yang memiliki tugas mulia yaitu mencerdaskan penerus bangsa justru tidak memiliki aturan dan standarisasi yang jelas dalam pemberian upah. Terlebih bagi guru yang statusnya masih honorer. Banyak dari mereka yang digaji di bawah upah minimum rakyat atau daerah setempat.

Mengutip laporan Tempo, Institute for Demographic and Poverty Studies atau IDEAS pada Mei 2024 mencatat bahwa 74 persen guru honorer menerima penghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota, atau kurang dari Rp2 juta per bulan.

Angka tersebut semestinya tidak hanya kita baca sebagai statistik. Di balik angka itu ada seorang guru yang setiap pagi berangkat mengajar. Ada guru yang berdiri di depan murid-muridnya dengan penuh tanggung jawab. Ada guru yang terus mengajar meskipun kebutuhan hidup keluarganya juga harus dipenuhi.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Keutamaan Memudahkan Urusan Orang Lain dalam Islam

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Dalam Islam, salah satu tugas wajib pemerintah sebagai pelaku kebijakan ialah memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Termasuk mensejahterakan guru sebagai salah satu pilar negara dalam pendidikan. Pemerintah perlu memperhatikan guru sebagai pilar pendidikan yang memiliki tugas mulia yaitu mencerdaskan penerus bangsa.

Dalam kitab Al-Adabus Syar’iyyah wal Minahul Mar’iyyah juz 2 hal 47, Muhammad bin Muflih bahkan menjelaskan bahwa kepentingan pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru dan murid di sekolah lebih penting daripada kepentingan militer.

Hal tersebut dikarenakan pendidikan yang diusahakan oleh guru dapat mencegah murid-murid di sekolah dari kebodohan dan pemahaman radikal yang dapat merusak negara dari dalam.

Syekh Muhammad bin Muflih berkata:

وَوَاجِبٌ عَلَى الْإِمَامِ أَنْ يَتَعَاهَدَ الْمُعَلِّمَ وَالْمُتَعَلِّمَ كَذَلِكَ وَيَرْزُقَهُمَا مِنْ بَيْتِ الْمَالِ لِأَنَّ فِي ذَلِكَ قِوَامًا لِلدِّيْنِ فَهُوَ أَوْلَى مِنَ الْجِهَادِ لِأَنَّهُ رُبَّمَا نَشَأَ الْوَلَدُ عَلَى مَذْهَبٍ فَاسِدٍ فَيَتَعَذَّرُ زَوَالُهُ مِنْ قَلْبِهِ

Artinya: “Wajib bagi pemerintah untuk memberikan perhatian kepada guru dan siswa, begitupula membiayai mereka dari baitulmal (kas negara). Karena itu dapat menegakkan agama, maka kedudukannya lebih utama dari jihad. Sebab (tanpa pendidikan) mungkin anak-anak tumbuh dengan ajaran yang sesat, sehingga tidak mungkin bisa dihilangkan dari hatinya.”

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Lebih lanjut, kewajiban pemerintah mengambil langkah konkret dan konsisten dalam meningkatkan kesejahteraan guru juga didasarkan pada asas keadilan. Pemerintah perlu bersikap adil kepada guru-guru di seluruh daerah dengan meningkatkan upah minimum sesuai Upah Minimum Rakyat (UMR) dan Upah Minimum Kota (UMK) setempat. Terutama bagi guru honorer yang mayoritas memiliki upah rendah di bawah upah minimum.

Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Maidah Ayat 8:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (Qs. Al-Maidah: 08)

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip yang sangat luhur. Bahwa keadilan harus ditegakkan bukan karena kita menyukai seseorang, bukan pula karena kita membenci seseorang.

Keadilan harus ditegakkan karena Allah. Dan ketika kita berbicara mengenai keadilan, salah satu bentuknya adalah memastikan bahwa setiap orang memperoleh haknya secara layak.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Membuka Pintu Rahmat di Tengah Kemarau

Termasuk guru. Guru memiliki hak untuk memperoleh penghargaan yang layak atas pekerjaan dan pengabdiannya. Guru memiliki hak untuk hidup secara bermartabat. Dan guru yang telah mengabdikan dirinya untuk mendidik generasi bangsa, tentu patut mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari negara.

Syekh Nawawi Banten dalam tafsir Marah Labid, juz 1, halaman 255, ketika menjelaskan ayat tersebut, mengatakan:

فَقَوْلُهُ تَعَالَى: كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ إِشَارَةٌ إِلَى النَّوْعِ الْأَوَّلِ وَهُوَ حُقُوْقُ اللهِ، وَقَوْلُهُ تَعَالَى: شُهَداءَ بِالْقِسْطِ إِشَارَةٌ إِلَى الثَّانِي وَهُوَ حُقُوْقُ الْخَلْقِ

Artinya: Firman Allah Ta’ala “jadilah penegak kebenaran” merujuk pada memenuhi hak-hak Allah, sedangkan “saksi-saki yang berbuat adil” merujuk pada kewajiban memenuhi hak-hak sesama manusia”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Demikian khutbah Jumat kali ini. Semoga pemerintah selaku pelaku kebijakan dapat menjalankan tugasnya dengan baik yaitu mengusahakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru yang masih memiliki upah di bawah UMR dan UMK setempat. Amiin ya rabbal ‘alamin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Teks Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدَنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدَنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدَنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدَنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Berita Terkait

Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh
Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati
Harta Terpuji dan Tercela: Panduan Khutbah Jumat Sesuai Hadits
Khutbah Jumat: Membuka Pintu Rahmat di Tengah Kemarau
Khutbah Jum’at: Kemenag Ajak Umat Isi Kemerdekaan Lewat SDM Unggul
5 Teks Kultum Maulid Nabi Berbobot dan Menyentuh Hati
Khutbah Jum’at: Makna Kemerdekaan RI Ke-81 Menurut Kemenag: Bangun SDM Unggul
Khutbah Jumat: Mengisi Kemerdekaan Indonesia Secara Islami
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:58 WIB

Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Harta Terpuji dan Tercela: Panduan Khutbah Jumat Sesuai Hadits

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:38 WIB

Khutbah Jumat: Membuka Pintu Rahmat di Tengah Kemarau

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Khutbah Jum’at: Kemenag Ajak Umat Isi Kemerdekaan Lewat SDM Unggul

Berita Terbaru

Penuntut ilmu wajib memahami syarat utama menuntut ilmu agar proses belajar membuahkan hasil.(poto: AI).

Pendidikan

6 Syarat Menuntut Ilmu Menurut Imam Asy-Syafi’i

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:08 WIB

Jenis mad dibaca 6 harakat.(poto: AI).

Al-Qur'an

Panduan Mad 6 Harakat Lengkap Contoh Bacaan Tajwid

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:55 WIB

Surat Al-Hujurat ayat 13.(poto: ist).

Al-Qur'an

Kemerdekaan Tanpa Diskriminasi Menurut Al-Hujurat Ayat 13

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:45 WIB

Gus Kikin mulai menyusun kepengurusan PBNU 2026-2031 usai kunjungan perdana di Gedung PBNU.(poto: nuonline).

Berita Islam

Gus Kikin Mulai Siapkan Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:38 WIB