Gus Kikin Mulai Siapkan Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Kikin mulai menyusun kepengurusan PBNU 2026-2031 usai kunjungan perdana di Gedung PBNU.(poto: nuonline).

Gus Kikin mulai menyusun kepengurusan PBNU 2026-2031 usai kunjungan perdana di Gedung PBNU.(poto: nuonline).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz resmi menyusun susunan kepengurusan PBNU 2026-2031. Sosok yang akrab disapa Gus Kikin ini langsung bergerak cepat pascapengukuhan dirinya pada Senin (31/8/2026) di akhir agenda Muktamar.

Ia menyampaikan rencana strategis tersebut saat menggelar kunjungan perdana di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Langkah awal ini menjadi fondasi penting sebelum seluruh jajaran organisasi mulai aktif menjalankan program kerja untuk masyarakat luas.

Dalam kunjungan perdananya, Gus Kikin memanfaatkan momen pagi hari untuk menyapa dan bersilaturahmi langsung dengan seluruh staf serta karyawan PBNU. Kebersamaan tersebut mencerminkan komitmen kepemimpinan baru yang ingin membangun hubungan harmonis di internal sekretariat PBNU.

Selain menyapa jajaran staf sekretariat, Gus Kikin juga menyempatkan diri meninjau secara langsung ruang kerja Ketua Umum PBNU. Peninjauan fasilitas ini memastikan kesiapan sarana fisik pendukung operasional PBNU dalam menyambut masa kepengurusan yang baru.

Baca Juga :  Fenomena Kalender Hijriah 2039 Hadirkan Dua Musim Haji Sekaligus

Dua tokoh NU, H Asrorun Niam Sholeh dan H Gudfan Arif Ghofur, mendampingi penuh seluruh rangkaian kegiatan kunjungan Gus Kikin tersebut. Kehadiran para pimpinan ini mempertegas soliditas tim formatur dalam merampungkan seluruh agenda transisi kepemimpinan PBNU.

Langkah Awal Menyusun Jajaran Formatur Pengurus PBNU Baru

Gus Kikin menegaskan penyelesaian struktur kepengurusan menjadi skala prioritas utama yang harus segera tuntas dalam waktu dekat. Keberadaan jajaran pengurus baru akan memicu percepatan roda organisasi serta efektivitas pelayanan publik organisasi kemasyarakatan Islam ini.

Melengkapi struktur formatur PBNU menjadi syarat mutlak agar organisasi dapat segera mengeksekusi berbagai program keumatan. Tanpa kelengkapan susunan pengurus, aktivitas operasional PBNU belum dapat berjalan secara optimal sesuai dengan mandat organisasi.

Momen hari pertama berkantor ini pun murni menjadi ajang silaturahmi ramah tamah antarpimpinan dan jajaran pegawai PBNU. Kebijakan strategis organisasi baru akan bergulir setelah seluruh komposisi tim formatur resmi terbentuk secara utuh.

Baca Juga :  Mahyeldi Ajak MUI Perkuat ABS-SBK dan Bimbing Umat di Sumbar

Tradisi Istikharah PBNU Serta Sinergi Bersama Bank Syariah

Proses penentuan nama-nama calon pengurus tetap bersandar pada tradisi spiritual NU yang sangat kuat, yakni melalui ibadah istikharah. Pendekatan spiritual ini menjamin penunjukan sosok pengurus berlandaskan petunjuk dan keberkahan bagi kemaslahatan masyarakat.

Langkah istikharah menjadi benteng moral PBNU agar jajaran pengurus terpilih mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh umat. Tradisi mulia ini senantiasa menjaga nilai-nilai keikhlasan dan ketulusan berkhidmah di dalam tubuh Nahdlatul Ulama.

Di luar agenda internal organisasi, Gus Kikin juga langsung membuka ruang kolaborasi eksternal dengan menerima jajaran manajemen Bank Syariah Indonesia. Pertemuan strategis pada hari pertama kerja ini langsung menghasilkan kesepakatan awal untuk memperkuat sinergi kedua lembaga.

Sinergi antara PBNU dan Bank Syariah Indonesia menyasar berbagai program penguatan ekonomi syariah serta pemberdayaan potensi masyarakat. Kesepahaman ini diharapkan segera terealisasi menjadi aksi nyata yang memberi dampak ekonomi positif secara menyeluruh.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB