Jakarta, dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menjabat sebagai Pemimpin Kementerian Agama Indonesia ke-25 di bawah Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024. Tokoh ulama ternama ini sekaligus mengemban amanat penting sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.
Karier kepemimpinannya di pemerintahan sebenarnya telah mengakar kuat sejak lama melalui berbagai posisi strategis. Ia sebelumnya pernah menduduki posisi Wakil Menteri Agama Indonesia pada periode 2011 hingga 2014.
Rekam jejak birokrasi sang profesor juga mencakup jabatan sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Ia memimpin direktorat tersebut di Kementerian Agama Republik Indonesia sepanjang tahun 2006 sampai 2011.
Perjalanan Pendidikan Akademik Tokoh Ulama Indonesia dan Dunia
Pria kelahiran Ujung, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini menempuh masa kecilnya di tanah kelahiran. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Ujung Bone pada tahun 1970 silam.
Nasaruddin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang. Ia menuntaskan Madrasah Ibtidaiyah tahun 1971, Pendidikan Guru Agama 4 Tahun pada 1974, dan PGA 6 Tahun pada 1976.
Gelar Sarjana Muda berhasil ia raih pada tahun 1980 dari IAIN Ujung Pandang. Ia lantas menuntaskan gelar Sarjana Lengkap di kampus yang sama pada tahun 1984.
Haus akan ilmu, Nasaruddin melanjutkan studi pascasarjana ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia sukses meraih gelar Magister pada 1992 dan menyabet gelar Doktoral pada 1998.
Proses studi doktoralnya diwarnai pengalaman internasional melalui Program PhD di Universitas McGill Kanada. Ia juga menjalani program riset doktoral serupa di Universitas Leiden Belanda sepanjang 1994 hingga 1995.
Gelar doktor tersebut membuka jalan lebar baginya untuk menjadi sarjana tamu di berbagai Universitas dunia. Ia sempat mengajar di Sophia University Tokyo, SOAS University of London, hingga Georgetown University Washington DC.
Kiprah Organisasi Lintas Agama Hingga Momen Kunjungan Historis
Pakar tafsir Al-Quran ini aktif mendirikan organisasi lintas agama bernama Masyarakat Dialog antar Umat Beragama. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bahkan merekrutnya ke dalam Tim Penasehat Inggris-Indonesia.
Kiprah organisasinya makin menguat saat Musyawarah Nasional BP4 XVI di Jakarta pada 3 November 2019. Para peserta munas memilih Nasaruddin Umar sebagai Ketua Umum BP4 periode 2019-2024.
Tokoh penting Nahdlatul Ulama ini juga menjabat sebagai Rais Pengurus Besar NU periode 2022-2027. Muktamar As’adiyah ke-15 di Sengkang tahun 2022 menetapkannya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah.
Tahun 2024 menjadi momen bersejarah dalam perjalanan kepemimpinan antarumat beragama sang ulama. Ia menandatangani dokumen Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 bersama Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus.
Dedikasi akademisnya terwujud nyata lewat penerbitan 12 buku ilmiah berkualitas tinggi. Salah satu karya terpopulernya berjudul Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran terbitan Paramadina tahun 1999.
Buku legendaris tersebut mengupas tuntas hasil penelitian mendalam mengenai kajian bias gender dalam Al-Quran. Karya monumental ini menjadi rujukan penting bagi akademisi maupun masyarakat luas hingga hari ini.(ust)







Komentar