Berat Ujian Dakwah Rasulullah SAW Menghadapi Tekanan Kafir

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Nabi Muhammad SAW.(poto: istimewa).

Ilustrasi Nabi Muhammad SAW.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Perjalanan ujian dakwah Rasulullah SAW yang panjang memicu penolakan keras dari kaum kafir Quraisy. Mereka melontarkan ejekan hingga melancarkan serangan fisik tanpa rasa belas kasihan.

Tekanan hebat tersebut bermula tatkala Rasulullah SAW menyiarkan ajaran Islam secara terbuka. Selama sepuluh tahun penuh, beliau mengarungi berbagai cobaan hidup yang teramat berat.

Kejahatan Abu Lahab dan Ummu Jamil

Nabi Muhammad SAW mengawali dakwah terbuka pada tahun keempat kenabian. Sejak saat itu, kaum Quraisy terus mengintai dan menyiksa beliau agar menghentikan siar Islam.

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah mencatat aksi brutal pimpinan Abu Lahab. Pentolan Quraisy itu melempari Rasulullah SAW dengan batu tatkala beliau berada di Shafa.

Abu Lahab bahkan menguntit langkah beliau sepanjang musim haji. Lemparan batunya mengenai sasaran hingga membuat kedua tumit Nabi Muhammad SAW mengalirkan darah.

Tak mau kalah, Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah menyusun perbuatan keji. Istri Abu Lahab ini sengaja menebar duri tajam di sepanjang jalan dan pintu rumah tempat Rasulullah SAW melintas.

Perempuan berkuasa tersebut terus merangkai bualan serta memprovokasi kemarahan publik. Ia gencar menyebarkan fitnah demi menyalakan api permusuhan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Tatkala Surah Al-Lahab turun mengancam nasibnya, Abu Lahab langsung bergegas mencari Nabi. Beliau saat itu tengah duduk menenangkan diri bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq di area dekat Ka’bah.

Musuh Islam tersebut menggenggam batu besar untuk menghantam tubuh Nabi. Namun, Allah SWT melindunginya dengan menutup penglihatan Abu Lahab hingga ia hanya mampu melihat Abu Bakar.

Ibnu Ishaq menerangkan sejumlah nama tetangga dekat yang sering merintangi perjuangan Nabi. Kelompok penentang ini mencakup Abu Lahab, Al-Hakam bin Abul Ash bin Umayyah, Uqbah bin Abu Mu’ith, Adi bin Hamra’ Ats-Tsaqafi, dan Ibnul Ashda’ Al-Hudzali.

Para tetangga tersebut nekat melemparkan kotoran serta isi perut domba tatkala Rasulullah SAW sedang khusyuk beribadah salat. Mereka bahkan berani meludahi wajah mulia Nabi sewaktu beliau melantunkan ayat suci Al-Qur’an.

Ujian Berat Pasca Duka Mendalam

Buku Cekal dan Tabah: Kisah-kisah Dakwah Nabi Muhammad di Mekah karya Arrief Salleh Rosman mengungkap titik terberat perjalanan Nabi. Paman beliau, Abu Talib, mengembuskan napas terakhir pada bulan Rajab tahun ke-10 kenabian.

Duka beliau semakin bertambah tatkala sang istri tercinta, Khadijah, berpulang pada bulan Ramadan di tahun yang sama. Kepergian dua pelindung utama tersebut membuat kaum Quraisy makin leluasa melancarkan aksi kejam.

Baca Juga :  Kisah Taubat Fudail bin Iyadh dari Perampok Jadi Sufi

Seorang pria Quraisy bahkan tega melemparkan tanah lumpur ke arah muka Rasulullah SAW. Putri beliau mengusap wajah sang ayah sambil meneteskan air mata haru menyaksikan kezaliman musuh.

Tekad bulat membawa Nabi Muhammad SAW melangkah menuju Kota Taif pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian. Sahabat setia sekaligus anak angkat beliau, Zaid bin Harisah, turut mendampingi perjalanan spiritual tersebut.

Setibanya di lokasi, beliau menemui tiga tokoh terpandang bernama Abdu Yalil bin Amru, Habib bin Amru, dan Mas’ud bin Amru. Sayangnya, ketiga pemimpin Taif tersebut menolak ajakan kebaikan dan menghasut warga setempat.

Karena mendapat penolakan mentah-mentah, Rasulullah SAW akhirnya memilih angkat kaki untuk kembali ke Makkah. Namun, warga Taif justru berbaris rapat menyusuri sepanjang sisi kiri dan kanan jalan.

Masyarakat setempat melontarkan celaan kasar sembari memukulkan batu ke tubuh Nabi. Hujan lemparan batu tersebut mengenai sasaran hingga mengakibatkan kaki beliau terluka dan mengeluarkan darah.(ust)

Berita Terkait

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa
Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga
Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis
Mengenal Sistem Iqtha Dinasti Ayyubiyah Masa Salahuddin
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Minggu, 13 September 2026 - 09:18 WIB

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 September 2026 - 09:13 WIB

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB