Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perang Badar.(poto: detikhikmah).

Ilustrasi perang Badar.(poto: detikhikmah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam mengalami masa tekanan dan intimidasi berat selama 13 tahun lebih di Kota Makkah. Peristiwa penindasan tersebut menjadi bagian awal dari sejarah perang badar kubra yang mengubah peta perjuangan Islam.

Kaum kafir Quraisy tidak hanya mencela dan menganiaya para pengikut Nabi Muhammad SAW secara fisik. Mereka bahkan memboikot serta mengisolasi seluruh kaum muslimin di kawasan Syi’ib Abu Thalib.

Kondisi prihatin ini berlangsung hingga Allah SWT menurunkan wahyu penentu melalui Surah Al-Hajj ayat 39:

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ

Ayat ini memberi izin resmi kepada kaum muslimin untuk mengangkat senjata karena mereka telah dizalimi.

Setelah perintah perang turun, Rasulullah SAW langsung merancang strategi militer bersama para sahabat. Beliau mengorganisasi serangkaian ekspedisi awal sebelum menghadapi pertempuran berskala besar.

Delapan Ekspedisi Militer Awal Sebelum Kejadian Badar

Buku karya AR Shohibul Ulum mencatat delapan aksi militer awal sebelum meletusnya Perang Badar. Aksi pertahanan ini terbagi menjadi empat sariyah pimpinan sahabat dan empat ghazwah pimpinan Rasulullah SAW.

Hamzah bin Abdul Muthalib memimpin 30 prajurit Muhajirin di Saiful Bahr pada Ramadan tahun 1 Hijriah. Pasukan ini berniat menghadang kafilah Abu Jahal, tetapi pertempuran batal berkat penengahan Majdi bin ‘Amr al-Juhni.

Baca Juga :  Raja Najasyi Wariskan Teladan Tauhid dan Toleransi di Habasyah

Pada Syawal tahun 1 Hijriah, Ubaidah bin al-Harits membawa 60 prajurit menuju Celah Marrah. Pasukan muslim sempat saling melepaskan anak panah dengan rombongan Abu Sufyan tanpa konfrontasi jarak dekat.

Sa’ad bin Abi Waqqash kemudian memimpin regu pemblokadean ke al-Kharar pada Zulkaidah tahun 1 Hijriah. Pasukan tersebut akhirnya kembali ke Madinah karena kafilah dagang Quraisy sudah mendahului perjalanan.

Rasulullah SAW memimpin langsung Ghazwah Waddan pada Safar tahun 2 Hijriah bersama 70 prajurit. Beliau berhasil menyepakati perjanjian damai dengan pemimpin Bani Dzamrah bernama Makhsyi bin Amr adz-Dzamri.

Beliau juga mengerahkan 200 pasukan dalam Ghazwah Buwath untuk mencegat kafilah Umayyah bin Khalaf. Namun pihak musuh memilih melintasi jalur tersembunyi sehingga konfrontasi fisik tidak terjadi.

Pada Rabiul Awal tahun 2 Hijriah, Rasulullah SAW memimpin Ghazwah Safwan atau Perang Badar Pertama. Beliau mengejar Kurz bin Jabir al-Fihr yang merampas ternak warga hingga ke Lembah Safwan.

Rasulullah SAW selanjutnya memimpin Ghazwah Dzu al-‘Usyairah di wilayah Yanbu’ pada Jumadil Akhir tahun 2 Hijriah. Pasukan muslim memutuskan pulang karena kafilah dagang target ternyata sudah melintas lebih awal.

Sariyah Abdullah bin Jahsy al-Asadi di daerah Nakhlah pada Rajab tahun 2 Hijriah menjadi pemantik utama. Pasukan intelijen ini menewaskan ‘Amr bin al-Hadhrami serta menawan dua orang prajurit Quraisy.

Baca Juga :  KH Ahmad Dahlan dan Jalan Persatuan Umat di Tengah Perpecahan Ulama

Puncak Pertempuran Dahsyat Di Perbatasan Lembah Badar

Terbunuhnya ‘Amr bin al-Hadhrami memicu amarah besar kaum Quraisy hingga menyulut pertempuran terbuka. Perang Badar Kubra akhirnya meletus pada Jumat, 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah.

Sebanyak 1.000 prajurit Quraisy bergerak menuju lokasi laga untuk menggempur pertahanan Islam. Sementara itu, Rasulullah SAW menyiagakan 313 prajurit gabungan kaum Anshar dan Muhajirin.

Pertempuran bermula dari duel satu lawan satu antara tiga panglima Quraisy melawan tiga ksatria muslim. Hamzah membunuh Syaibah bin Rabi’ah, Ali menewaskan Al-Walid, dan Ubaidah menumbangkan Utbah bin Rabiah.

Saat benturan fisik massal terjadi, Allah SWT menurunkan pertolongan nyata sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 9:

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ

Ayat ini mempertegas janji Allah SWT yang mengirimkan bala bantuan berupa seribu malaikat secara berturut-turut.

Pasukan Quraisy mengalami kekalahan mutlak hingga kocar-kacir melarikan diri dari medan perang. Kemenangan gemilang ini membuat kedudukan politik dan militer Umat Islam makin disegani di Madinah.(ust)

Berita Terkait

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis
Mengenal Sistem Iqtha Dinasti Ayyubiyah Masa Salahuddin
Sejarah Shalawat Badar dan Maknanya
Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Minggu, 13 September 2026 - 09:18 WIB

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 September 2026 - 09:13 WIB

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:51 WIB

Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB