Perjanjian Hudaibiyah Dilanggar Quraisy Picu Fathu Makkah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perjanjian Hudaibiyah.(poto: istimewa).

Ilustrasi perjanjian Hudaibiyah.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kaum kafir Quraisy mengkhianati Perjanjian Hudaibiyah yang dilanggar secara sepihak setelah mengaturnya selama dua tahun. Pengkhianatan ini memicu aksi tegas Rasulullah SAW untuk memimpin pembebasan Kota Makkah secara damai.

Ketegangan awal bermula saat Rasulullah SAW dan ribuan umat Islam berniat menunaikan ibadah haji pada tahun 6 Hijriah. Pihak Quraisy menghadang rombongan di pintu masuk kota, lalu memicu perundingan diplomatis di area Hudaibiyah.

Rasulullah SAW memimpin langsung delegasi kaum muslimin dalam negosiasi penting tersebut. Pihak Quraisy mengutus Suhayl bin Amr untuk mewakili kepentingan kelompok mereka.

Kedua belah pihak menyepakati aturan tertulis dalam perundingan tersebut. Hasil kesepakatan ini memuat beberapa klausul utama yang mengikat seluruh aliansi.

Poin Utama Kesepakatan Hudaibiyah

Poin pertama mewajibkan rombongan muslimin pulang tahun ini dan boleh beribadah tahun depan. Pihak Quraisy juga menyetujui gencatan senjata total selama sepuluh tahun ke depan.

Perjanjian ini memberi kebebasan bagi setiap kabilah Arab untuk memilih sekutu mereka. Kabilah Khuza’ah memilih beraliansi dengan Rasulullah SAW, sedangkan Kabilah Bakr merapat ke pihak Quraisy.

Baca Juga :  Kriminalisasi Kritik dalam Sejarah Islam dan Keteguhan Imam Ahmad

Aturan suaka mewajibkan kaum muslimin mengembalikan orang Quraisy yang kabur tanpa izin wali. Sebaliknya, pihak Quraisy tidak akan mengembalikan warga muslim yang membelot ke Makkah.

Setiap pihak menganggap serangan terhadap kabilah sekutu sebagai serangan langsung ke pusat aliansi. Ketentuan inilah yang memicu perselisihan baru antar kedua kelompok.

Serangan Diam-Diam Aliansi Quraisy

Kaum Quraisy merusak kesepakatan damai tersebut setelah menjaga perdamaian selama dua tahun. Mereka mengirimkan bantuan pasukan secara rahasia kepada Kabilah Bakr untuk menyerang Kabilah Khuza’ah.

Kabar pengkhianatan sepihak itu langsung sampai ke telinga Rasulullah SAW di Madinah. Beliau segera menyiapkan langkah balasan sesuai dengan klausul keamanan yang berlaku.

Rasulullah SAW mengerahkan 10.000 pasukan muslim menuju Makkah untuk membalas serangan tersebut. Barisan tentara Islam bergerak secara teratur menuju pusat pertahanan musuh.

Baca Juga :  Sejarah Mazhab Syafi'i dari Gaza Hingga Perkembangan Qaul Jadid

Pihak Quraisy memilih tidak melancarkan perlawanan karena melihat besarnya jumlah pasukan muslim. Mereka menyadari ketimpangan kekuatan yang sangat jauh dari armada tempur Rasulullah SAW.

Kemenangan Mutlak Tanpa Pertumpahan Darah

Pasukan muslim hanya menghadapi sedikit perlawanan dari kelompok Ikrimah bin Abu Jahal di daerah Khandamah. Pihak muslim berhasil menguasai seluruh penjuru Kota Makkah tanpa menumpahkan darah.

Rasulullah SAW menginjakkan kaki di kota kelahirannya dengan penuh rasa tawadhu. Beliau menghancurkan seluruh berhala yang mengotori area dalam Ka’bah.

Peristiwa pembebasan Makkah atau Fathu Makkah ini tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 81:

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِ نَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

Artinya: “Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.”

Kejadian ini menutup riwayat pengkhianatan Quraisy sekaligus mengukuhkan kejayaan Islam di Makkah. Pembebasan ini menegaskan kemenangan mutlak kebenaran atas seluruh bentuk kebatilan.(ust)

Berita Terkait

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan
Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara
Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa
Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga
Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB