Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Santri masa kini mesti kuasai AI agar mampu menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat. Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama, Prof Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir, menyampaikan pesan penting tersebut menjelang Hari Santri Nasional.

Menurut Gus Nadir, santri era sekarang menghadapi lanskap sosial dan teknologi yang jauh berbeda dari generasi terdahulu. Perkembangan pesat kecerdasan buatan menuntut kalangan pesantren bergerak lebih lincah dan adaptif.

Dahulu, para santri cukup mengandalkan hafalan kuat serta kemampuan membaca kitab kuning secara fasih. Tradisi belajar tersebut memang terbukti sukses menempa akhlak mulia dan kedalaman ilmu agama santri.

Namun, modal ilmu agama klasik saja kini belum memadai untuk merespons persoalan masyarakat yang kian rumit. Santri memerlukan bekal baru agar bisa berkiprah nyata di tingkat nasional maupun panggung global.

Kebutuhan Literasi Digital dan Pola Pikir Kritis Santri

Gus Nadir mendorong para santri agar aktif memperluas wawasan dunia serta mendalami literasi teknologi. Santri juga perlu rajin mengikuti berbagai pelatihan yang mengasah keahlian kerja praktis.

Baca Juga :  Jejak Panjang PPSN Menuju Gerakan Ekoteologi Santri

Kemampuan berpikir kritis menjadi kunci utama agar santri tidak mudah terombang-ambing oleh banjir informasi digital. Santri mesti terampil memilah kabar yang benar sekaligus memanfaatkan gawai secara produktif dan bertanggung jawab.

Penguasaan alat-alat komputasi modern membuka jalan bagi santri untuk memecahkan ragam masalah sosial di sekitarnya. Dengan begitu, peran dakwah santri dapat menjangkau ruang-ruang publik virtual dengan pesan yang menyejukkan.

Langkah ini juga membuka pintu karier yang lebih luas bagi para lulusan pesantren di berbagai sektor profesional. Santri tidak lagi sekadar menjadi penonton pasif di tengah gelombang transformasi industri serba otomatis.

Kecakapan digital melengkapi ilmu fikih yang telah mereka pelajari selama bertahun-tahun di bilik asrama pesantren. Sinergi antara pemahaman agama dan keahlian teknis inilah yang membuat kehadiran santri tetap relevan bagi masyarakat modern.

Merawat Warisan Kitab Kuning Sambil Menyerap Ilmu Baru

Kendati mendesak modernisasi kemampuan, Gus Nadir meminta pesantren tidak membuang warisan berharga para ulama terdahulu. Pengkajian kitab-kitab kuning klasik harus tetap tegak berdiri sebagai jati diri utama kaum santri.

Baca Juga :  Verifikasi Barcode Ketat Satukan Peserta Muktamar Ke-35 NU Jombang

Prinsip dasar pesantren tetap berpegang teguh pada upaya menjaga tradisi lama yang baik sambil mengambil hal-hal baru yang lebih bermanfaat. Kaidah penting ini menjadi kompas bagi santri dalam menyaring arus modernitas yang masuk.

Pesantren dapat menyusun kurikulum terpadu yang memadukan pengajian kitab turats dengan kelas pemrograman komputer atau kecerdasan buatan. Model pembelajaran terpadu semacam ini melahirkan generasi santri yang berakhlak mulia sekaligus fasih mengoperasikan peranti lunak canggih.

Fondasi keilmuan agama yang kokoh berfungsi sebagai benteng moral ketika santri bersentuhan langsung dengan teknologi mutakhir. Di sisi lain, tambahan keterampilan terapan memberi mereka daya saing tinggi saat berbaur dengan masyarakat luas.

Melalui integrasi dua jalur ilmu tersebut, santri siap tampil memimpin perubahan zaman tanpa khawatir kehilangan akar tradisi Islam nusantara.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh
Kemenag Siapkan PJJ untuk Pesantren Terdampak Kabut Asap
Hari Santri 2026: Saatnya Santri Kawal Arah Indonesia Emas
Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI
MTsN 1 Jepara Borong Medali Emas KREASI 2026 di Yogyakarta
11 Siswa Jambi Tembus Nasional Usai Juara Olimpiade Madrasah 2026
MTsN 2 Sungai Penuh Tuntaskan Visitasi Akreditasi Madrasah
Kemenag Buka Pendaftaran Pelatihan Ekoteologi 2026 Non-Degree: Simak Syarat Lengkap dan Jadwalnya
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Kemenag Siapkan PJJ untuk Pesantren Terdampak Kabut Asap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Hari Santri 2026: Saatnya Santri Kawal Arah Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB