KH Afifuddin Muhajir Tegaskan Pentingnya Pembaruan Nahdlatul Ulama Abad Kedua

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir(kanan).(poto: nuonline).

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir(kanan).(poto: nuonline).

Jombang, dorlanhikmah.com – Wakil Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir menilai organisasi Nahdlatul Ulama memerlukan pembaruan Nahdlatul Ulama abad kedua ini. Kiai Afif menyampaikan gagasan penting tersebut saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU 2026 di halaman Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak, Jombang, Jumat (28/8/2026).

Menurut Kiai Afif, pembaruan atau tajdid bukan berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru di dalam tubuh organisasi. Pembaruan tersebut justru bertujuan menghidupkan kembali tradisi yang mulai ditinggalkan, memperkuat bagian yang melemah, serta memperbaiki hal-hal yang telah rusak.

Ia mengutip hadis rasul tentang pembaruan agama yang berlangsung pada setiap penghujung seratus tahun. Kiai Afif menegaskan bahwa hadis pembaruan tersebut juga berlaku bagi NU sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Tiga Pijakan Utama Tajdid Menurut KH Afifuddin Muhajir

Kiai Afif memaparkan tiga bentuk tajdid yang menjadi pijakan utama warga nahdliyin dalam melakukan pembaruan organisasi. Pijakan pertama adalah ihya’u ma mata, yang bermakna menghidupkan kembali tradisi ilmiah, amaliah, dan sulukiyah para ulama salaf.

Baca Juga :  Wajib Sertifikat Halal 2026: BPJPH Minta Restoran dan UMK Segera Urus Legalitas

Para pengurus serta warga NU wajib menghidupkan kembali tradisi luhur pendiri organisasi apabila hal tersebut mulai meredup. Langkah ini menjadi benteng utama dalam menjaga identitas serta karakter keislaman warga nahdliyin di tengah arus modernisasi.

Pijakan kedua yaitu taqwiyatu ma waha, yakni memperkuat kembali seluruh bagian organisasi yang mulai mengalami pelemahan atau pelapukan. Kiai Afif menekankan pentingnya konsolidasi internal agar fondasi kelembagaan NU tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, pijakan ketiga adalah tarmimu ma fasada atau keberanian untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi di dalam organisasi. Kiai Afif menyebut perbaikan menyeluruh ini sangat krusial mengingat usia NU yang kini telah melewati kurun satu abad.

Menjaga Prinsip Qanun Asasi Sambil Beradaptasi Zaman

Kiai Afif menegaskan bahwa semangat pembaruan ini tidak boleh melenceng dari ajaran pokok maupun dasar kepemimpinan ulama. Tajdidu ad-din sekali lagi bukan berarti membuat agama baru atau merusak tatanan nilai mendasar yang sudah ada.

Baca Juga :  Sejarah Shalawat Badar dan Maknanya

Ia mengingatkan pentingnya membedakan prinsip yang bersifat tetap (tsawabit) dan hal-hal yang dapat beradaptasi (mutaghayyirat) dalam Qanun Asasi NU. Pemimpin dan warga NU harus memegang teguh prinsip harga mati yang tidak bisa diubah sama sekali.

Di sisi lain, organisasi juga harus membuka diri untuk menyesuaikan strategi gerakan dengan perkembangan situasi kontemporer. Pendekatan adaptif tersebut memastikan jam’iyah NU tetap relevan dan memberikan kemaslahatan nyata bagi umat serta bangsa.

Melalui pemaduan tradisi dan adaptasi modern, NU siap melangkah mantap mengarungi perjalanan sejarah pada abad keduanya. Kiai Afif berharap seluruh elemen Nahdlatul Ulama bergerak bersama menjalankan agenda pembaruan ini secara konsisten.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB