Sejarah Shalawat Badar dan Maknanya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Shalawat Badr.(poto: ist).

Shalawat Badr.(poto: ist).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Dzaniyal Muhammad Chubaibillah melantunkan Shalawat Badar dalam Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Alunan suaranya menghadirkan suasana khidmat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27 September 2026.

Lantunan indah tersebut berhasil membangkitkan semangat spiritual para tamu undangan. Momen ini menegaskan kembali peran karya spiritual dalam memperkuat identitas kultural warga Nahdliyin.

Karya Monumental KH Ali Mansur Shiddiq

KH Ali Mansur Shiddiq mengarang karya monumental ini dari tradisi pesantren. Tokoh penting NU asal Banyuwangi tersebut melahirkan puji-pujian yang kini menjadi bagian integral warga Nahdliyin.

Masyarakat luas kerap menyanyikan gubahan ini pada majelis taklim dan kegiatan kebangsaan. Forum-forum besar Nahdlatul Ulama juga rutin mengumandangkannya dalam berbagai kesempatan.

Kutipan Teks Shalawat Badar

Berikut merupakan petikan syair karya KH Ali Mansur Shiddiq:

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

Artinya: Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah. Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah. Kami berwasilah dengan berkah basmalah, dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Allah. Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, karena berkahnya ahli badar ya Allah. Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan umat, dari bencana dan siksa. Dan dari susah dan kesulitan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Baca Juga :  Kondisi Arab Sebelum Islam: Gambaran Masyarakat Jahiliyah

Peristiwa Gejolak Politik Era 1960-an

Ketegangan politik era 1960-an melatarbelakangi lahirnya gubahan puji-pujian ini. Kiai Ali Mansur mengkhawatirkan pergerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mengancam posisi warga NU.

Kemelut batin sang kiai memicu datangnya isyarat melalui mimpi istimewa. Beliau bermimpi bertemu rombongan Habaib berpakaian hijau-putih, sedangkan sang istri bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

Habib Hadi dan Kedatangan Habib Ali Kwitang

Habib Hadi al-Haddar Banyuwangi menjelaskan makna mimpi pasangan suami istri tersebut. Ahli kasyaf ini menyebut sosok dalam mimpi sebagai para pahlawan Perang Badar.

Penjelasan tersebut mengilhami Kiai Ali Mansur untuk segera menuliskan bait-bait pujian. Tetangga sekitar tiba-tiba mendatangi rumah beliau sambil membawa banyak bahan makanan.

Masyarakat mengaku menerima pesan dari pria berjubah putih tentang hajatan besar di rumah kiai. Rombongan Habaib pimpinan Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang kemudian tiba dari Jakarta.

Habib Ali Kwitang meminta Kiai Ali Mansur melantunkan gubahan yang baru saja selesai ditulis. Pencipta syair merasa terkejut karena belum pernah menceritakan karya tersebut kepada siapapun.

Doa Tawasul dan Relevansi Khidmah NU

Syair ini memuat doa tawasul guna memohon keselamatan umat dari berbagai ancaman. Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah menjadikan orang-orang mulia sebagai wasilah dalam berdoa.

Baca Juga :  Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PBNU Bakal Warmkan Muktamar Ke-35 NU

Sahabat Umar bin Khattab pernah menerapkan praktik tawasul sebagaimana riwayat Al-Bukhari:

عَـنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ إِذَا قَحَطُواْ إِسْتَسْقىَ باِلعَبّاسِ بْنِ عَبْدِ اْلمُطَّلِّبِ فَقَالَ : الَلَّهُمَّ إِنَّا كُناَّ نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِيْناَ وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ: فَيُسْقَوْنَ

Artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ketika terjadi kemarau panjang, sahabat Umar bin Khatthab bertawassul dengan Abbas bin Abdul Muthallib. Kemudian berdoa: “Ya Allah kami telah bertawassul kepadamu dengan Nabi-Mu, maka Engkau turunkan hujan”; dan sekarang kami bertawassul lagi dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan.” Anas berkata: “Maka turunlah hujan kepada kami”. (HR Al-Bukhari).

Keutamaan Istimewa Para Ahli Badar

Para pahlawan Perang Badar menempati posisi yang sangat mulia dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW menegaskan keutamaan mereka dalam sebuah hadis sahih:

لَعَلَّ اللهَ اطَّلَعَ إِلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ: اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ، ‌فَقَدْ ‌وَجَبَتْ ‌لَكُمُ ‌الْجَنَّةُ، أَوْ: فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ

Artinya: “Barangkali Allah memandang kepada para Ahli Badar kemudian berfirman: “Lakukan apa saja yang kalian kehendaki. Surga telah wajib bagi kalian.” atau “Sungguh Aku telah mengampuni kalian.” (HR Bukhari).

Pembacaan shalawat ini menghidupkan pesan spiritual di tengah dinamika organisasi dan kebangsaan. Lantunan doa tersebut diharapkan membawa kedamaian serta keberkahan bagi Muktamar NU.(ust)

Berita Terkait

Mengenal Sistem Iqtha Dinasti Ayyubiyah Masa Salahuddin
Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah
Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah
Sejarah Maulid Nabi 2026: Dalil dan Hukum Memperingatinya
Perjanjian Hudaibiyah Dilanggar Quraisy Picu Fathu Makkah
Berat Ujian Dakwah Rasulullah SAW Menghadapi Tekanan Kafir
Perjalanan Dagang Nabi Muhammad ke Syam dan Pendeta Buhaira
Panduan Mahalul Qiyam Maulid: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:46 WIB

Mengenal Sistem Iqtha Dinasti Ayyubiyah Masa Salahuddin

Minggu, 6 September 2026 - 20:26 WIB

Sejarah Shalawat Badar dan Maknanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Sejarah Maulid Nabi 2026: Dalil dan Hukum Memperingatinya

Berita Terbaru

Ilustrasi karangan bunga duka cita.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:39 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemanag.go.id).

Berita Islam

Istiqlal Gelar Konferensi 400 Imam Besar

Rabu, 9 Sep 2026 - 20:25 WIB