Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Makam Nabi Muhammad (kiri) dan makam Abu Bakar Ash Shiddiq (kanan).(poto: detikhikmah).

Makam Nabi Muhammad (kiri) dan makam Abu Bakar Ash Shiddiq (kanan).(poto: detikhikmah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kepergian Nabi Muhammad SAW pada Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriah menorehkan duka mendalam bagi seluruh umat Islam. Peristiwa bersejarah ini menetapkan tata cara perawatan jenazah hingga penentuan lokasi pemakaman Nabi Muhammad SAW yang menjadi syariat hingga saat ini.

Prosesi penanganan jenazah Rasulullah SAW berlangsung penuh khidmat dan kehati-hatian oleh pihak keluarga serta para sahabat. Keputusan mengenai lokasi peristirahatan terakhir beliau sempat menjadi perhatian utama kaum muslimin saat itu.

Tata Cara Pemandian Jenazah Sang Rasulullah SAW

Para sahabat memandikan jasad Rasulullah SAW pada Selasa, 13 Rabiul Awal 11 Hijriah. Penyelenggara jenazah mengumpulkan air langsung dari sumur yang biasa beliau gunakan untuk mandi dan minum sehari-hari.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA memimpin langsung prosesi pemandian jasad mulia tersebut. Beliau mendapat bantuan dari Usamah bin Zaid, Al-Fadhl, serta Al-Abbas untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pemandian.

Para sahabat memandikan Rasulullah SAW tanpa melepas pakaian yang melekat pada tubuh beliau. Langkah ini menjaga kehormatan serta kemuliaan jasad sang nabi selama proses penyucian berlangsung.

Setelah selesai memandikan, para sahabat membungkus jasad beliau menggunakan tiga lapis kain kafan. Dua lapis kain berasal dari Yaman, sedangkan kain ketiga melilit langsung tubuh beliau.

Baca Juga :  Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Penyelenggaraan jenazah berjalan penuh khidmat dengan penghormatan tertinggi dari seluruh keluarga dan sahabat. Seluruh prosesi mengikuti petunjuk yang mengedepankan kesucian jasad Nabi Muhammad SAW.

Kesepakatan Para Sahabat Menentukan Lokasi Makam Rasulullah

Para sahabat sempat berdiskusi mengenai lokasi terbaik untuk memakamkan jasad sang nabi. Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kemudian menengahi perdebatan tersebut dengan menyampaikan sebuah hadits nabi.

Abu Bakar mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa seorang nabi selalu dimakamkan di tempat ia meninggal dunia. Perkataan Abu Bakar mengakhiri perbedaan pendapat dan memberi kepastian bagi seluruh sahabat.

Para sahabat akhirnya menguburkan Rasulullah SAW tepat di bawah tempat pembaringan beliau pada malam Rabu, 14 Rabiul Awal. Kamar Sayyidah Aisyah RA resmi menjadi tempat pemakaman Nabi Muhammad SAW.

Dahulu lokasi kamar tersebut berdiri persis di samping dinding bagian luar Masjid Nabawi. Seiring perluasan bangunan dari masa ke masa, kamar ini sekarang berada di dalam area masjid.

Baca Juga :  Thariq bin Ziyad dan Pembebasan Andalusia: Jejak Kemenangan Islam di Bulan Ramadhan

Posisi makam kini terletak di sudut tenggara kompleks masjid dan berada dekat mihrab utama. Pihak pengelola masjid memberikan penjagaan ketat pada area yang ditandai kubah hijau ini.

Menjelang akhir hayatnya, Abu Bakar RA menyampaikan wasiat khusus mengenai lokasi pemakamannya. Beliau memohon agar keluarga menguburkan jasadnya tepat di samping makam Rasulullah SAW.

Keluarga menunaikan wasiat tersebut setelah Abu Bakar wafat akibat sakit yang dideritanya. Para sahabat menggali lantai kamar Aisyah RA untuk menempatkan makam Abu Bakar secara berdampingan.

Umar bin Khattab RA juga menyampaikan keinginan serupa setelah peristiwa penusukan oleh Abu Luluah. Umar mengutus putranya, Abdullah bin Umar, untuk meminta izin langsung kepada Sayyidah Aisyah RA.

Ibnu Umar menyampaikan permohonan ayahnya dengan penuh sopan di depan pintu kamar Ummul Mukminin. Sayyidah Aisyah RA mengabulkan permintaan tersebut dan merestui pemakaman Umar di samping dua sahabatnya.

Kini ketiga tokoh agung tersebut bersemayam bersama di dalam area tempat tinggal Sayyidah Aisyah RA. Keputusan ini mempertegas ikatan persahabatan yang erat di antara mereka hingga akhir hayat.(ust)

Berita Terkait

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa
Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga
Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis
Mengenal Sistem Iqtha Dinasti Ayyubiyah Masa Salahuddin
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Minggu, 13 September 2026 - 09:18 WIB

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 September 2026 - 09:13 WIB

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB