Doa Abdul Muthalib di Ka’bah Saat Kelahiran Nabi Muhammad

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kaligrafi Muhammad SAW.(poto: detikhikmah).

Kaligrafi Muhammad SAW.(poto: detikhikmah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah menjadi hari paling membahagiakan di keluarga pemuka Quraisy, Abdul Muthalib. Peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW ini menghadirkan seorang bayi laki-laki dari sang menantu, Aminah binti Wahab, yang kelak menjadi manusia paling mulia pembawa rahmat bagi semesta alam.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam mengisahkan bahwa setelah melahirkan, Siti Aminah langsung mengutus seseorang menemui Abdul Muthalib untuk mengabarkan kelahiran sang cucu. Mendengar kabar gembira itu, Abdul Muthalib langsung bergegas ke rumah sederhana tempat kelahiran bayi laki-laki tersebut.

Mimpi Siti Aminah dan Firasat Nama Agung

Siti Aminah lalu menceritakan apa yang dialaminya saat mengandung kepada sang mertua. Dia bermimpi didatangi seseorang yang memberitahukan siapa sebenarnya sosok yang ada dalam kandungan itu.

Siti Aminah juga diminta menamakan anak tersebut dengan satu nama khusus. Sosok dalam mimpi itu menyampaikan firasat agung:

إنَّكِ قَدْ حَمَلْتِ بِسَيِّدِ هَذِهِ الْأُمَّةِ، فَإِذَا وَقَعَ إلَى الْأَرْضِ فَقُولِي: أُعِيذُهُ بِالْوَاحِدِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ حَاسِدٍ، ثُمَّ سَمِّيهِ مُحَمَّدًا

Baca Juga :  Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara

Artinya: “Sesungguhnya kau sedang mengandung pemimpin umat ini. Maka, ketika ia terlahir ke dunia, ucapkanlah: ‘Aku memohon perlindungan untuknya kepada Tuhan yang Maha Esa, dari kejahatan setiap orang yang hasud, dan namai ia ‘Muhammad’.”

Doa Khusyuk Abdul Muthalib di Ka’bah

Abdul Muthalib kemudian mengambil bayi itu, menggendongnya, lalu membawanya ke Ka’bah. Dia memanjatkan doa penuh syukur serta memohon perlindungan kepada Tuhan pemilik Ka’bah untuk cucunya:

“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku anak ini, seorang anak laki-laki yang suci pakaiannya (bersih kehormatannya). Yang telah memimpin di buaian (masa kecilnya) atas anak-anak yang lain. Aku memohon perlindungan baginya kepada Tuhan pemilik Ka’bah (Baitullah), dari setiap orang yang berbuat aniaya, dari orang yang membenci, dan dari setiap orang yang dengki.”

Baca Juga :  Kisah Ibnu Ummi Maktum, Sahabat Nabi yang Buta tetapi Mulia di Sisi Allah

Abdul Muthalib kemudian membawa cucunya kepada sang ibu seraya memberikan nama “Muhammad”. Nama ini tampak asing bagi masyarakat Arab kala itu karena mereka biasa mengambil nama dari leluhur atau tokoh terkemuka dalam silsilah keluarga.

Alasan Pemberian Nama dan Tradisi Pengasuhan

Al-Baihaqi meriwayatkan kisah dari Abu al-Hasan al-Tanukhi saat orang-orang menanyakan alasan pemberian nama tersebut. Abdul Muthalib memberikan jawaban yang sangat menyentuh hati:

“Aku ingin Allah memujinya di langit dan ciptaan-Nya di bumi memujinya.”

Nabi Muhammad SAW kemudian disusukan kepada wanita dari Bani Saad yang bernama Halimah binti Abu Dzuaib atau dikenal dengan Halimah as-Sa’diyah. Menyusukan bayi yang baru lahir kepada wanita lain sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Arab kala itu.

Rasulullah SAW berada dalam asuhan Halimah as-Sa’diyah selama 4 atau 5 tahun. Selain itu, terdapat pula riwayat yang menyebutkan masa pengasuhan tersebut berlangsung sampai usia 6 tahun.(ust)

Berita Terkait

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan
Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara
Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa
Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga
Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Berita ini 24 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB