Keistimewaan Jawamiul Kalim Rasulullah SAW

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keistimewaan Jawamiul Kalim Rasulullah SAW( poto :chatGPT).

Keistimewaan Jawamiul Kalim Rasulullah SAW( poto :chatGPT).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pada pembahasan ini, Jawamiul Kalim Rasulullah SAW menjadi inti utama yang menjelaskan keistimewaan besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah mengutus beliau sebagai penutup para nabi dengan membawa ajaran yang ringkas, tetapi mengandung makna yang sangat luas, mendalam, dan relevan sepanjang zaman.

Allah tidak hanya mengutus para nabi sebelumnya dengan mukjizat yang luar biasa, tetapi juga memperkuat mereka dengan tanda kebenaran.

Nabi Sulaiman dapat memahami bahasa hewan, Nabi Nuh diberi keselamatan melalui bahtera, dan Nabi Musa membelah lautan dengan izin Allah. Semua itu menunjukkan kekuasaan Allah dalam mendukung para utusan-Nya.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menerima keistimewaan yang tidak dimiliki nabi sebelumnya. Salah satunya adalah kemampuan menyampaikan kalimat yang ringkas tetapi sarat makna, yang dikenal sebagai jawamiul kalim.

Keistimewaan Nabi Muhammad SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sendiri tentang beberapa keutamaan yang Allah berikan kepadanya dalam sebuah hadis sahih:

أُعْطِيتُ جَوامِعَ الكَلِمِ، ونُصِرْتُ بالرعْبِ، وأُحِلتْ لِيَ الغَنائِمُ، وجُعِلَتْ لِيَ الأرْضُ طَهُورًا ومَسْجِدًا، وأُرْسِلْتُ إلى الخَلْقِ كافةً، وخُتِمَ بيَ النبِيونَ

“Aku dianugerahi jawamiul kalim, aku ditolong dengan rasa gentar (yang Allah masukkan ke dalam hati musuh), dihalalkan bagiku harta rampasan perang, dijadikan bumi sebagai tempat suci dan tempat sujud, aku diutus kepada seluruh makhluk, dan aku menjadi penutup para nabi.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan enam keistimewaan besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Enam Keistimewaan Rasulullah SAW

Rasulullah menerima enam keutamaan utama yang menunjukkan kemuliaan beliau sebagai utusan terakhir Allah:

  1. Allah menanamkan rasa takut pada hati musuh-musuh beliau sebelum bertemu.
  2. Allah menghalalkan harta rampasan perang bagi umat Islam.
  3. Allah menjadikan bumi sebagai tempat suci untuk beribadah.
  4. Allah mengutus beliau untuk seluruh umat manusia, bukan hanya satu kaum.
  5. Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi.
  6. Allah memberikan beliau jawamiul kalim.
Baca Juga :  Keutamaan Talqin Kalimat Tauhid untuk Raih Husnul Khatimah

Dari enam keistimewaan tersebut, jawamiul kalim menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam kehidupan umat Islam hingga sekarang.

Makna Jawamiul Kalim

Para ulama menjelaskan bahwa jawamiul kalim berarti kemampuan menyampaikan kalimat yang sangat ringkas, tetapi mengandung makna yang sangat luas dan mendalam.

Definisi yang sering digunakan menyebutkan:

قليلة ويسيرة الألفاظ، ولكنها تحتوي وتشتمل المعاني الكبيرة الكثيرة

“Lafaznya sedikit dan ringan, tetapi mengandung makna yang sangat luas dan agung.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara dengan bahasa yang sederhana, tetapi setiap kalimat beliau mengandung hukum, hikmah, dan pelajaran yang dapat digunakan dalam berbagai situasi kehidupan.

Keistimewaan ini membuat ajaran Islam mudah dipahami, dihafal, dan diamalkan oleh umat manusia dari berbagai latar belakang.

Al-Qur’an Menjelaskan Wahyu Nabi

Allah menegaskan bahwa Rasulullah tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Semua ucapan beliau berada dalam bimbingan wahyu.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى ۝ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Dia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu. Ucapannya tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS. An-Najm: 3–4)

Ayat ini menegaskan bahwa perkataan Rasulullah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam syariat Islam. Ucapan beliau bukan hasil pemikiran pribadi semata, tetapi bimbingan langsung dari Allah.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat tersebut dengan sangat jelas. Beliau mengatakan:

مَا يَقُولُ قَوْلًا عَنْ هَوًى وَغَرَضٍ، إِنمَا يَقُولُ مَا أُمِرَ بِهِ، يُبَلغُهُ إِلَى الناسِ كَامِلًا موفرًا مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ وَلَا نُقْصَانٍ

“Beliau tidak berbicara karena hawa nafsu atau tujuan pribadi. Beliau hanya menyampaikan apa yang diperintahkan kepadanya secara sempurna tanpa penambahan dan pengurangan.”

Penjelasan ini memperkuat bahwa setiap sabda Rasulullah mengandung hikmah ilahi yang sangat dalam.

Baca Juga :  Syamatah dalam Islam: Penyakit Hati yang Dilarang Keras

Contoh Jawamiul Kalim dalam Hadis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan banyak hadis yang termasuk jawamiul kalim. Meskipun singkat, setiap hadis mengandung prinsip besar dalam kehidupan.1. Niat Menentukan Amalan

إنما الأعمال بالنيات، ولِكُل امْرِئٍ ما نَوى

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama dalam seluruh ibadah. Niat menentukan nilai amal seseorang. Satu perbuatan bisa bernilai ibadah atau sekadar kebiasaan, tergantung niat yang mendasarinya.

2. Mukmin Tidak Terjatuh Dua Kali

لا يُلْدَغُ المؤمن من جحر مرتين

“Seorang mukmin tidak akan tersengat dari lubang yang sama dua kali.” (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kehati-hatian, evaluasi diri, dan pembelajaran dari kesalahan agar tidak terulang kembali.

3. Tinggalkan yang Meragukan

دَعْ ما يَرِيبُكَ إلى ما لا يَرِيبُكَ

“Tinggalkan hal yang meragukanmu kepada hal yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan prinsip kehati-hatian dalam memilih keputusan, baik dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari.

4. Cinta untuk Saudara Seiman

لا يُؤْمِنُ أحدُكُم حتى يُحِبَّ لأخيه ما يُحِبُّ لنفسِهِ

“Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

Hadis ini membangun dasar solidaritas sosial dalam Islam.

5. Tidak Membahayakan

لا ضرر ولا ضرار

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menjadi kaidah besar dalam fikih Islam yang mengatur larangan segala bentuk kerugian dan bahaya.

Konsep jawamiul kalim tetap relevan dalam kehidupan modern. Umat Islam dapat menerapkan prinsip ini dalam komunikasi, pendidikan, hukum, dan kehidupan sosial.

Ucapan yang singkat tetapi bermakna membantu manusia menghindari kesalahpahaman. Selain itu, prinsip ini juga membantu menyebarkan ilmu dengan lebih efektif di era digital yang serba cepat.(ust)

Berita Terkait

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?
Berita ini 34 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi

Minggu, 20 September 2026 - 16:19 WIB

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Sabtu, 12 September 2026 - 19:59 WIB

Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman

Berita Terbaru

Ilustrasi membaca Al-Qur'an.(poto: AI).

Al-Qur'an

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:13 WIB

Ilustrasi tilawah Al-Qur'an di masjid sebagai amalan terbaik sesuai tuntutan waktu.(poto: AI).

Fiqih

Ibadah yang Paling Utama Menurut Ibnul Qayyim

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:01 WIB

Ilustrasi skema alur akad ijarah dalam fikih muamalah, mengatur hak sewa manfaat tanpa memindahkan kepemilikan aset.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Sisa Kuota Hangus dalam Fikih Islam dan Ijarah

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:12 WIB