MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI. Oleh karena itu, kedua lembaga ini menggelar workshop amplifikasi literasi di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan strategis ini dirancang untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Selanjutnya, MUI menjadikan pelatihan ini sebagai langkah utama untuk menyebarkan dakwah Islam secara lebih luas.

MUI dan Baznas Siapkan Strategi Hadapi Perang Algoritma

Sementara itu, Ketua Komisi Infokomdigi MUI, Hari Usmayadi, menyoroti tantangan dakwah yang terus berubah. Menurutnya, para pendakwah kini harus bersaing melawan algoritma media sosial dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Cak Usma, sapaan akrabnya, menyebut ruang digital telah menjelma menjadi medan pertempuran narasi. Akibatnya, masyarakat saat ini sedang menghadapi fenomena perang algoritma yang sangat masif.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan umat Islam agar terus memproduksi konten agama yang menyejukkan dan kredibel. Langkah ini penting agar konten positif tidak kalah oleh tayangan instan yang berpotensi merusak peradaban masyarakat.

Lebih lanjut, Cak Usma membeberkan sejumlah contoh konten negatif yang marak beredar belakangan ini. Promosi pinjaman online ilegal, kampanye menyimpang, hingga ulasan agama tanpa dasar ilmu terus membanjiri ruang digital.

Memang, kehadiran kecerdasan buatan membawa ancaman seperti manipulasi video deepfake dan sebaran informasi palsu. Namun demikian, teknologi canggih ini juga membuka peluang besar untuk meningkatkan jangkauan dakwah di dunia maya.

Baca Juga :  Fikih Karya AI: Kepemilikan, Nilai Harta, dan Hukumnya

Pelatihan Praktis Produksi Konten Untuk Para Mujahid Digital

Dalam hal ini, MUI menjalankan peran sebagai pelayan umat (Khadimul Ummah) dan mitra pemerintah (Shodiqul Ummah). Dengan demikian, lembaga ini mendorong lahirnya generasi Mujahid Digital yang aktif menguasai narasi publik.

Para Mujahid Digital harus mampu memproduksi konten Islam yang positif dan mencerahkan. Selain itu, mereka tidak boleh hanya berdiam diri sebagai konsumen teknologi semata.

Untuk mencapai tujuan tersebut, panitia merancang workshop ini dengan pendekatan praktik yang lebih besar daripada teori konseptual. Peserta mendapat porsi 60 persen praktik langsung dan 40 persen pendalaman materi teori.

Pendekatan ini secara efektif membantu peserta menguasai keterampilan teknis pembuatan konten digital secara cepat. Sebab, mereka mempelajari teknik prompt engineering hingga optimasi mesin pencari generatif (GEO).

Adapun peserta pelatihan berasal dari berbagai kalangan muda yang mengelola media lembaga Islam. Mereka mencakup perwakilan MUI daerah, pengelola Baznas, hingga para pemengaruh (influencer).

Di sisi lain, Cak Usma menargetkan semua peserta fokus menghasilkan karya nyata pascapelatihan. Karena itu, panitia tidak ingin peserta sekadar datang untuk mengambil sertifikat kegiatan.

Baca Juga :  UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator

Sebaliknya, setiap peserta wajib membawa pulang kalender publikasi dan bank prompt kecerdasan buatan. Selanjutnya, mereka harus segera memproduksi materi dakwah untuk memperkuat syiar Islam moderat.

Kolaborasi Generasi Muda dan Ulama Perkuat Syiar Islam

Selain pelatihan teknis, Cak Usma juga mendorong kolaborasi erat antara generasi muda dan ulama senior. Generasi muda diharapkan dapat mendampingi para ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama tinggi.

Pasalnya, banyak pengurus lembaga Islam sudah berusia sepuh meski memiliki keahlian luar biasa. Oleh karena itu, generasi muda harus mengambil peran untuk mengemas keilmuan mereka ke dalam format digital.

Dengan begitu, anak muda bisa memaksimalkan algoritma media sosial dan kecerdasan buatan untuk menyebarkan konten. Sementara itu, para ulama tetap mengawal validasi dalil serta etika syariat Islam.

Pada akhirnya, kolaborasi lintas generasi ini akan melahirkan konten digital yang aman dan mencerahkan. Hasilnya, masyarakat bisa menikmati tayangan keagamaan yang valid sekaligus memikat secara visual.

Secara keseluruhan, kegiatan kolaborasi MUI dan Baznas ini mengimplementasikan rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia VIII. Sebab, kongres tersebut menetapkan transformasi digital sebagai agenda strategis bersama.

Rangkaian transformasi ini bertujuan untuk membangun peradaban bangsa yang damai dan sejahtera. Selain itu, upaya ini diproyeksikan untuk terus menjaga nilai-nilai akhlakul karimah di era modern.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB