Semarang, dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik dewan hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Momen ini menegaskan sejarah panjang penyelenggaraan MTQ di Indonesia yang berlangsung konsisten sejak 1968.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan baiat serta pemasangan toga secara resmi. Sebanyak tujuh orang Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim siap mengawal ajang keagamaan bergengsi ini.
Indonesia mencatatkan prestasi unik dalam menjaga tradisi syiar Al-Qur’an secara rutin dan berkesinambungan. Perlombaan ini membentang secara berjenjang dari tingkat rukun tetangga hingga panggung nasional.
Menag menegaskan tidak ada negara lain yang mampu menjaga konsistensi pelaksanaan kompetisi Al-Qur’an seawet ini. Komitmen seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan tradisi mulia tersebut.
Pelaksanaan perlombaan di tingkat RT, desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi terus bergulir setiap tahun. Struktur yang rapi ini memperkuat fondasi kecintaan masyarakat terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Standardisasi Sistem Perhakiman dalam Maraknya Berbagai MTQ Tematik
Perkembangan pelaksanaan MTQ di tanah air kini menunjukkan dinamika yang sangat pesat dan meluas. Berbagai lembaga dan institusi negara ikut aktif memprakarsai ajang kompetisi Al-Qur’an secara mandiri.
Saat ini tercatat sekitar 25 acara MTQ tingkat nasional beroperasi di luar jalur reguler pemerintah. Fenomena menarik ini melibatkan instansi seperti Korpri, Polri, BUMN, buruh, hingga perguruan tinggi.
Maraknya ajang tematik tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat agar kualitas penilaian tetap terjaga baik. Kementerian Agama memandang penting kehadiran standar tunggal dalam sistem perhakiman di seluruh tingkatan.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Nasional memegang peran sentral sebagai koordinator utama seluruh perlombaan. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan aturan main dan objektivitas penilaian di semua lini.
Pengawasan terpadu di bawah LPTQ akan menjamin mutu penyelenggaraan acara di setiap instansi terkait. Para peserta dari berbagai latar belakang profesi pun mendapat standar penilaian yang adil.
Membumikan Nilai Al-Qur’an Demi Upaya Melangitkan Karakter Manusia
Antusiasme berbagai elemen bangsa dalam menggelar perlombaan Al-Qur’an mencerminkan nilai religius yang tinggi. Kesadaran kolektif ini mendorong penguatan karakter masyarakat berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an secara menyeluruh.
Menag menyampaikan bahwa fenomena maraknya MTQ merupakan bagian nyata dari upaya membumikan Al-Qur’an. Gerakan spiritual ini hendaknya memberi dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara secara nyata.
Upaya membumikan ajang Al-Qur’an harus berimbang dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Nilai-nilai luhur Al-Qur’an wajib menjadi panduan moral utama dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Sejumlah pejabat penting turut menghadiri prosesi pelantikan dewan hakim di Semarang tersebut secara langsung. Kehadiran para tokoh daerah dan pusat mempertegas dukungan penuh terhadap suksesnya agenda MTQ.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin hadir mendampingi jalannya acara pelantikan bersama jajaran Kementerian Agama. Pejabat Bimas Islam dan LPTQ Nasional juga tampak mengawal langsung agenda strategis tersebut.
Dirjen Bimas Islam sekaligus Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad memimpin koordinasi teknis acara ini. Beliau hadir bersama Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah serta Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M Hanafi.(ust)










Komentar