Menko PMK Pratikno Buka MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membuka gelaran MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila Kota Semarang, Jawa Tengah.(poto: kemenag.go.id).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membuka gelaran MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila Kota Semarang, Jawa Tengah.(poto: kemenag.go.id).

Semarang, dorlanhikmah.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membuka gelaran MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembukaan ajang keagamaan tingkat nasional ini berlangsung meriah pada Sabtu (12/9/2026). Dalam pengarahannya, Pratikno menggarisbawahi pentingnya melanjutkan momentum syiar keagamaan melalui pembinaan manusia secara konsisten dan berkelanjutan.

Pratikno menegaskan bahwa visi besar Indonesia Emas membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas utuh. Negara tidak hanya memerlukan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga generasi yang memegang teguh nilai-nilai moralitas. Fondasi karakter tersebut menjadi pijakan utama dalam membangun peradaban bangsa yang tangguh dan berdaya saing.

Menurutnya, deretan karakter utama seperti kejujuran, keadilan, kedisiplinan, kreativitas, serta kepedulian sosial harus terus ditanamkan kepada masyarakat. Kehadiran nilai-nilai mulia ini menjamin agar kemajuan teknologi tetap berjalan seiring dengan keluhuran budi pekerti. Dengan demikian, pembangunan manusia di Indonesia dapat berlangsung secara seimbang antara aspek intelektual dan spiritual.

Mengembangkan Talenta Keagamaan dan Generasi Qur’ani

Pratikno menilai perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an memiliki peran strategis dalam menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap Al-Qur’an. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini efektif memfasilitasi pengembangan berbagai potensi dan talenta keagamaan dari seluruh penjuru tanah air. MTQ menjadi ruang pembuktian sekaligus tempat mengasah kapasitas keilmuan para generasi muda.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa MTQ berhasil memadukan berbagai dimensi penting dalam kehidupan berbangsa. Ajang ini mempertemukan unsur pendidikan, seni membaca Al-Qur’an, kedalaman ilmu, kekayaan tradisi, serta jalinan persaudaraan antarwarga. Sinergi seluruh elemen tersebut diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang siap mengabdikan diri secara tulus bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga :  Kemenag Resmi Meluncurkan Logo dan Tema Hari Santri 2026

Atas dasar itu, Menko PMK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berhenti pada seremoni pembukaan saja. Ia menyerukan agar energi positif dari penyelenggaraan MTQ ini segera ditransformasikan ke dalam program-program pembinaan manusia yang konkret di lapangan. Langkah berkesinambungan ini dinilai sangat krusial agar dampak positif kegiatan keagamaan dapat dirasakan secara luas.

Keberagaman Budaya dalam Satu Rumah Indonesia

Di hadapan ribuan peserta yang datang dari pelbagai provinsi, Pratikno menyinggung indahnya keragaman yang terpancar selama kegiatan berlangsung. Perbedaan latar belakang daerah, bahasa daerah, tradisi lokal, hingga variasi seni membaca Al-Qur’an bukanlah pemisah. Sebaliknya, keanekaragaman tersebut merupakan wujud kekayaan budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

Ia meyakinkan seluruh kafilah bahwa perbedaan yang ada justru memperkuat persatuan seluruh anak bangsa. Meskipun berlatar belakang budaya yang beragam, semua peserta berkumpul dan berdiri setara dalam satu naungan rumah bersama bernama Indonesia. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kespatches Republik Indonesia.

Menko PMK turut berpesan agar para peserta menampilkan performa terbaik mereka dengan penuh kehormatan. Para peserta diimbau untuk selalu menghormati dewan hakim, menghargai sesama kompetitor, serta menjunjung tinggi asas sportivitas selama perlombaan. Sikap saling menghargai ini mencerminkan tingginya nilai-nilai Al-Qur’an yang dijunjung dalam musabaqah.

Apresiasi Tinggi untuk Seluruh Jajaran Penyelenggara

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno menyampaikan apresiasi mendalam kepada segenap jajaran yang telah bersinergi menyukseskan acara. Ucapan terima kasih ditujukan kepada pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dari tingkat pusat hingga daerah. Kerja keras seluruh panitia penyelenggara menjadi kunci utama terselenggaranya acara ini dengan lancar.

Baca Juga :  KUII VIII Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Febrie

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada dewan hakim, para relawan, aparat keamanan, serta mitra kerja yang bertugas tanpa kenal lelah. Dukungan penuh dan antusiasme masyarakat luas turut mendapatkan pujian khusus dari pemerintah pusat. Sinergi lintas sektor ini membuktikan komitmen bersama dalam mengawal agenda keagamaan nasional.

Atas nama Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia, Pratikno secara resmi membuka seluruh rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Prosesi peresmian di tandai dengan pemukulan bedug secara bersama-sama di atas panggung utama. Penabuhan bedug tersebut menjadi simbol di mulainya perlombaan keagamaan terbesar di tanah air.

Saat melakukan pemukulan bedug, Menko PMK di dampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh daerah. Tampak mendampingi di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah C. Fauzi. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap syiar Al-Qur’an.

Selain itu, turut hadir dalam prosesi pembukaan Ketua LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Wali Kota Semarang Agustina W. Pramestuti. Kebersamaan pimpinan lembaga negara dan kepala daerah ini menyimbolkan solidnya dukungan terhadap keberhasilan MTQ. Sorak antusiasme dari para hadirin turut menyemarakkan momen bersejarah tersebut.(ust)

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal
Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru
Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem
Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata
Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern
Kemenag Belum Buka CPNS 2026, Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB