3 Orang yang Doanya Paling Mustajab Menurut Hadis Nabi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Doa yang mustajab.(poto: istimewa)

Tiga Doa yang mustajab.(poto: istimewa)

Jakarta, dolanhikmah.com – Berdoa merupakan manifestasi kelemahan dan ketidakberdayaan seorang hamba di hadapan Sang Khalik. Setiap makhluk wajib memanjatkan doa kepada Allah Swt., baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Meskipun frekuensi terkabulnya doa menjadi rahasia Allah Swt., Rasulullah saw. telah memberikan petunjuk jelas. Beliau menginformasikan bahwa ada tiga orang yang doanya sangat mustajab dan cepat terkabul.

Abu Hurairah r.a. pernah meriwayatkan sebuah hadis tentang pernyataan Rasulullah saw. tersebut. Beliau bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ. رواه الترمذي.

“Tiga macam doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya adalah doa orang yang terzalimi, doa musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa (keburukan) dari bapak kepada anaknya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Baca Juga :  4 Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an dalam Hukum Islam

Doa Orang Terzalimi dan Musafir

Golongan pertama yang doanya sangat mustajab adalah orang yang terzalimi. Doa mereka terkabul, baik doa kebaikan bagi penolongnya maupun doa keburukan untuk orang yang menzaliminya.

Imam At-Turbisyi, sebagaimana dikutip dalam kitab Mar’atul Mafatih karya Imam At-Tibrizi, menjelaskan alasan di balik keutamaan tersebut. Keadaan ini terjadi karena kebenaran permintaan korban, kelembutan hatinya, serta ratapannya yang tulus saat tertindas.

Golongan kedua meliputi para musafir yang sedang menempuh perjalanan jauh. Mereka berpotensi memanjatkan doa kebaikan untuk orang dermawan atau doa keburukan bagi pihak yang menyakiti.

Seorang musafir berada jauh dari rumah dan hanya menggantungkan harapan kepada Allah Swt. Mereka memohon keselamatan di jalan agar bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga :  Keutamaan Nabi dan Rasul dalam Islam Menurut Dalil

Keutamaan Doa Orang Tua

Golongan ketiga adalah seorang bapak yang memanjatkan doa untuk anaknya. Rasulullah saw. menggunakan kata al-waalid (bapak) karena doa seorang ibu sudah umum diketahui sangat manjur.

Doa seorang bapak cepat terkabul karena terucap atas dasar belas kasih dan keikhlasan mendalam. Bapak mendoakan anaknya sesuai dengan batas kemampuan yang dimiliki sang anak.

Umat Islam wajib menjaga sikap dan berbuat baik kepada ketiga golongan tersebut. Langkah ini penting agar kita menerima doa kebaikan serta terhindar dari doa keburukan mereka.(ust)

Berita Terkait

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?
Gambaran Azab Neraka yang Mengerikan Menurut Alquran dan Hadis
Alasan Gunung Uhud Disebut Gunung Surga dalam Hadis
Keutamaan Sujud: Kunci Meraih Surga dan Kedekatan dengan Nabi
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Sabtu, 12 September 2026 - 19:59 WIB

Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?

Berita Terbaru

Ngaji Ilmu Balagah.(ilustrasi poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Bahasa Al-Qur’an: Kalimat Berita Makna Perintah

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:27 WIB

Sikap tegas Ali bin Abi Thalib menolak korupsi.(ilustrasi poto: kemenag.go.id).

Sejarah

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:18 WIB

Ilustrasi Imam Abu Hanifah menolak Jabatan.(poto: istimewa).

Sejarah

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:13 WIB

Wawancara beserta awak media setelah acara pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu (12/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Integrasikan AI dan UMKM

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:05 WIB