Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Alfatihah.(poto: istimewa).

Surat Alfatihah.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhimah.com – Rasulullah SAW menyampaikan petunjuk agung mengenai kedudukan bacaan Al Fatihah shalat melalui sebuah Hadis Qudsi. Hadis ini menjelaskan komunikasi langsung antara hamba dan Pencipta saat ibadah berlangsung.

Para ulama meriwayatkan hadis mulia ini melalui jalur Imam Ahmad dan Imam Muslim. Teks lengkap hadis tersebut menegaskan pembagian bacaan Al-Fatihah secara sempurna.

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي – فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Baca Juga :  Keutamaan Surah Al-Fatihah, Surah Paling Agung dalam Alquran

Allah berfirman, “Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.

Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.”

Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Ar-rahmanir Rahiim.”

Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.”

Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim….dst. sampai akhir surat.”

Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.”

(HR. Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya)

Penjelasan Kedudukan Surat Al-Fatihah

Hadis ini menegaskan bahwa Al-Fatihah merupakan rukun utama dalam ibadah. Allah SWT bahkan menyebut nama surat agung ini menggunakan kata shalat.

Baca Juga :  Matan Taqrib: Larangan bagi Wanita Haidh, Nifas, dan Junub

Sebutan tersebut melekat karena umat Islam wajib membaca Al-Fatihah saat menegakkan shalat. Setiap pembaca secara hakiki sedang melangsungkan dialog intens bersama Sang Pencipta.

Pembagian Teks dan Ayat Al-Fatihah

Allah membagi kandungan bacaan ini menjadi dua bagian yang sangat seimbang. Paruh awal berisi barisan pujian yang diperuntukkan khusus bagi keagungan Allah.

Pujian ini mengalir mulai dari kalimat Alhamdulillahi rabbil ‘alamin hingga Maliki yaumiddin. Sementara paruh akhir memuat permohonan petunjuk hamba agar tergolong penerima nikmat.

Makna Khusus Ayat Pertengahan

Satu ayat berada tepat di tengah pembagian tersebut, yakni Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Bagian ini terbagi secara adil untuk Allah dan seluruh hamba-Nya.

Kalimat Iyyaka na’budu menjadi hak mutlak Allah sebagai bentuk pengabdian. Sedangkan ungkapan Iyyaka nasta’in menjadi milik hamba sebagai sarana memohon pertolongan.(ust)

Berita Terkait

Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?
Gambaran Azab Neraka yang Mengerikan Menurut Alquran dan Hadis
Alasan Gunung Uhud Disebut Gunung Surga dalam Hadis
Keutamaan Sujud: Kunci Meraih Surga dan Kedekatan dengan Nabi
3 Orang yang Doanya Paling Mustajab Menurut Hadis Nabi
Mitos Bulan Safar Sial, Begini Penjelasan Hukum Islam
Benarkah Semua Manusia Mengalami Himpitan Kubur? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Gambaran Azab Neraka yang Mengerikan Menurut Alquran dan Hadis

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Alasan Gunung Uhud Disebut Gunung Surga dalam Hadis

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB