Alasan Gunung Uhud Disebut Gunung Surga dalam Hadis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jabal Uhud.(poto: detikhikmah)

Jabal Uhud.(poto: detikhikmah)

Jakarta, dorlanhikmah.com – Jemaah haji dan umrah selalu menyempatkan diri mendatangi Jabal Uhud saat berkunjung ke Kota Madinah. Situs bersejarah yang berjarak sekitar lima kilometer di utara Masjid Nabawi ini menyimpan keutamaan Gunung Uhud Madinah yang sangat mulia.

Nabi Muhammad SAW menyebut perbukitan ini sebagai lokasi istimewa yang kelak berada di alam keabadian. Penjelasan tersebut tertuang lengkap dalam buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW: Dari Sebelum Masa Kenabian hingga Sesudahnya karya Abdurrahman bin Abdul Karim.

Rasulullah SAW menegaskan kemuliaan tempat tersebut melalui sabdanya secara langsung. “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga,” tegas Rasulullah SAW dalam riwayat HR Bukhari.

Nabi SAW juga mengungkapkan perasaan kasih sayang yang mendalam terhadap kawasan perbukitan batu tersebut. “Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya,” bunyi riwayat HR Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik RA.

Kawasan ini juga pernah bergetar hebat saat Rasulullah SAW menaikinya bersama tiga sahabat utama. Beliau mendaki area tersebut mendampingi Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan.

Rasulullah SAW lantas menghentakkan kakinya untuk menenangkan perbukitan yang sedang berguncang tersebut. “Tenanglah, wahai Uhud. Di atasmu sekarang ada seorang nabi, seorang yang sangat membenarkannya, dan dua orang orang yang kelak mati syahid,” sabda Rasulullah SAW hingga guncangan mendadak berhenti.

Baca Juga :  Klarifikasi Ilmiah Hadits Tsa’labah: Analisis Kritis Riwayat Lemah tentang Zakat

Saksi Bisu Pertempuran Besar Kaum Muslimin

Mengutip buku 8 Pintu Surga karya Mohammad Monib, area perbukitan ini menyaksikan pertempuran dahsyat Perang Uhud. Peristiwa bersejarah tersebut meletus pada 15 Syawal tahun ke-3 Hijriah atau sekitar Maret 625 Masehi.

Pasukan Muslimin berhasil menguasai jalannya pertempuran pada awal peperangan melawan kaum Quraisy Makkah. Sayangnya, situasi berbalik fatal ketika pasukan pemanah di Bukit Rumat mengabaikan perintah bertahan dari Nabi SAW.

Para pemanah melangkah turun meninggalkan pos demi mengambil harta rampasan perang. Khalid bin Walid langsung memanfaatkan kelengahan tersebut dengan memimpin pasukan berkuda Quraisy melakukan serangan balasan dari arah belakang.

Serangan mendadak itu memecah barisan kaum Muslimin hingga mengakibatkan puluhan sahabat gugur sebagai syuhada. Paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib yang berjuluk Singa Allah (Asadullah), gugur setelah terkena lemparan tombak Wahsyi al-Habasyi.

Wahsyi melancarkan aksi penombakan tersebut karena mendapat janji kebebasan dari perbudakan. Rasulullah SAW sendiri mengalami luka-luka serius sebelum akhirnya memerintahkan pemakaman para syuhada di lokasi mereka gugur.

Baca Juga :  Mengapa Umat Islam Lemah? Ini Penjelasan Hadits Nabi

Pelajaran Ketaatan dan Keajaiban Jasad Syuhada

Peristiwa Perang Uhud memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya ketaatan penuh kepada instruksi pemimpin. Kekalahan pasukan bukan timbul akibat kelemahan fisik, melainkan dipicu kelalaian menjaga amanah.

Kompleks pemakaman di kawasan ini menjadi peraduan terakhir bagi sekitar 70 sahabat Nabi SAW. Buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy mengisahkan keajaiban yang pernah terjadi di makam tersebut.

Banjir besar yang pernah menerjang Madinah sempat menyapu dan membuka sebagian area pemakaman syuhada. Warga menyaksikan kondisi jasad para sahabat masih utuh sempurna serta memancarkan aroma harum semerbak.

Masyarakat kemudian memakamkan kembali jenazah para pejuang Islam tersebut seperti posisi semula. Petugas dapat mengenali makam Hamzah bin Abdul Muthalib RA dan Abdullah bin Jahsy RA berdasarkan ciri fisik yang tetap tampak jelas.

Hingga kini, jemaah dari berbagai belahan dunia terus berziarah memadati area bersejarah Jabal Uhud. Lokasi ini senantiasa mengingatkan umat Islam pada besarnya pengorbanan sahabat serta ketaatan kepada ajaran agama.(ust)

Berita Terkait

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi

Minggu, 20 September 2026 - 16:19 WIB

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Sabtu, 12 September 2026 - 19:59 WIB

Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB