Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rasulullah SAW menerangkan bahwa cuma amalan pribadi yang bakal bertahan bersama seorang hamba.(poto: istimewa)

Rasulullah SAW menerangkan bahwa cuma amalan pribadi yang bakal bertahan bersama seorang hamba.(poto: istimewa)

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kematian merupakan kepastian yang bakal menyapa setiap manusia tanpa terkecuali. Ketika ajal menjemput, seluruh jabatan tinggi, harta berlimpah, dan orang-orang tercinta pasti terlepas.

Keluarga cuma mengantarkan raga sampai ke liang lahat, sedangkan harta berubah menjadi warisan. Setelah prosesi pemakaman selesai, seseorang mesti melangkah ke alam barzakh seorang diri.

Lantas, siapakah sosok yang setia menemani di kubur saat semua pihak pergi melangkah pulang?

Tiga Pengiring Jenazah Menuju Liang Lahat

Rasulullah SAW menerangkan bahwa cuma amalan pribadi yang bakal bertahan bersama seorang hamba. Jawaban tersebut terpapar jelas dalam hadis sahih riwayat Anas bin Malik RA.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ، وَيَبْقَى وَاحِدٌ؛ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ، وَمَالُهُ، وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ.

‘An Anasi bin Mālikin raḍiyallāhu ‘anhu qāla: Qāla Rasūlullāhi ﷺ: Yatba’ul-mayyita ṡalāṡatun, fayarji’u itsnāni wa yabqā wāḥid. Yatba’uhu ahluhu wa māluhu wa ‘amaluhu. Fayarji’u ahluhu wa māluhu wa yabqā ‘amaluhu.

“Dari Anas bin Malik RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada tiga perkara yang mengiringi jenazah seseorang. Kemudian dua di antaranya kembali, sedangkan satu tetap bersamanya. Yang mengiringinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka keluarganya dan hartanya kembali, sedangkan yang tetap bersamanya adalah amalnya.'” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Imam Al-Qurthubi menukil riwayat ini pada kitab At-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah (hlm. 297–298, Maktabah Darul Minhaj). Beliau menegaskan bahwa alam barzakh menjadi pintu awal menuju fase akhirat.

Baca Juga :  Menuntut Ilmu Harus Seiring dengan Mengamalkannya

Apabila seseorang membawa amalan saleh, ia bakal menikmati ketenangan hingga hari kebangkitan. Sebaliknya, perilaku buruk bakal memicu azab kubur sesuai kehendak Allah SWT.

Tujuh Amalan yang Pahalnya Terus Mengalir

Rasulullah SAW juga memerinci beberapa perbuatan yang pahalanya terus mengucur deras. Abu Nu’aim meriwayatkan hadis tersebut dari Qatadah, dari Anas bin Malik RA.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

وَرَوَى أَبُو نُعَيْمٍ مِنْ حَدِيثِ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: سَبْعٌ يَجْرِي أَجْرُهَا لِلْعَبْدِ بعدَ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلًا، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكِ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ.

Wa rawā Abū Nu’aim min ḥadīṡi Qatādah, ‘an Anasi bin Mālik raḍiyallāhu ‘anhu qāla: Qāla Rasūlullāhi ﷺ: Sab’un yajrī ajruhā lil-‘abdi ba’da mautihi wa huwa fī qabrih: man ‘allama ‘ilman, aw ajrā nahran, aw ḥafara bi’ran, aw gharasa nakhlan, aw banā masjidan, aw warraṡa muṣḥafan, aw taraka waladan yastaghfiru lahū ba’da mautih.

“Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Qatadah, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada tujuh perkara yang pahalanya terus mengalir kepada seorang hamba setelah ia meninggal dunia dan berada di dalam kuburnya, yaitu: orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai atau saluran air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf Alquran, atau meninggalkan anak saleh yang memohonkan ampun untuknya setelah ia meninggal dunia.'”.

Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa Ibnu Majah turut menyampaikan riwayat ini melalui jalur Az-Zuhri. Walau demikian, sanad Abu Nu’aim tergolong gharib karena mengusung jalur periwayatan khusus.

Baca Juga :  Hukum Kurban Tanpa Aqiqah: Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Penjelasan Ulama Klasik

Perbuatan Baik Tidak Terputus Kematian

Hadis tersebut membuktikan bahwa kematian tidak serta-merta menghentikan seluruh kebaikan. Selama masyarakat masih merasakan manfaat karya seseorang, ganjaran pahala bakal terus mengalir.

Aktivitas mengajarkan ilmu bermanfaat, menyediakan sarana air bersih, serta membangun sumur tergolong investasi akhirat. Langkah menanam pohon produktif, mendirikan masjid, membagikan mushaf Al-Qur’an, hingga mendidik anak saleh memberikan manfaat jangka panjang.

Prinsip tersebut sejalan dengan sabda populer Rasulullah SAW:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

Idzā māta ibnu Ādama inqaṭa’a ‘amaluhu illā min ṡalāṡ: ṣadaqatin jāriyah, aw ‘ilmin yuntafa’u bih, aw waladin ṣāliḥin yad’ū lah.

“Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).

Bekal Utama Menghadapi Alam Barzakh

Kumpulan rujukan tersebut mengingatkan manusia bahwa dunia sekadar tempat menanam benih. Harta benda, posisi jabatan, maupun kepopuleran tidak akan menyertai tubuh ke liang kubur.

Cuma rekam jejak kebaikan yang bakal setia mendampingi hingga hari kebangkitan. Karena itu, setiap Muslim perlu memperbanyak tabungan pahala serta menyebarkan manfaat luas bagi sesama.(ust)

Berita Terkait

Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Gambaran Azab Neraka yang Mengerikan Menurut Alquran dan Hadis
Alasan Gunung Uhud Disebut Gunung Surga dalam Hadis
Keutamaan Sujud: Kunci Meraih Surga dan Kedekatan dengan Nabi
3 Orang yang Doanya Paling Mustajab Menurut Hadis Nabi
Mitos Bulan Safar Sial, Begini Penjelasan Hukum Islam
Benarkah Semua Manusia Mengalami Himpitan Kubur? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Gambaran Azab Neraka yang Mengerikan Menurut Alquran dan Hadis

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Alasan Gunung Uhud Disebut Gunung Surga dalam Hadis

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB