Keutamaan Surah Al-Fatihah, Surah Paling Agung dalam Alquran

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Al-fatihah( poto: republika).

Surat Al-fatihah( poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Keutamaan Surah Al-Fatihah menempatkannya sebagai surah paling agung dalam Alquran. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada surah lain yang memiliki kedudukan seperti Al-Fatihah, baik dalam Alquran maupun kitab-kitab suci sebelumnya.

Hadis sahih riwayat Imam Muslim dari Ubay bin Ka’ab RA menjelaskan keistimewaan tersebut. Rasulullah SAW menyebut Al-Fatihah sebagai surah yang tidak memiliki tandingan.

عن أبي بن كعب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ما أُنزل في التوراة ولا في الإنجيل ولا في الزبور ولا في القرآن مثلها، هي السبع المثاني، والقرآن العظيم الذي أوتيته

Artinya:

“Dari Ubay bin Ka’ab RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak pernah diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun Alquran sebuah surah yang semisal dengannya. Surah itu adalah As-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Alquran yang agung yang telah diberikan kepadaku.’“

Allah Membagi Al-Fatihah Menjadi Dua Bagian

Imam Muslim juga meriwayatkan hadis qudsi dari Abu Hurairah RA. Dalam hadis itu, Allah SWT menjelaskan kedudukan Surah Al-Fatihah dalam shalat.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «قال الله تعالى: قسمت الصلاة بيني وبين عبدي نصفين، ولعبدي ما سأل، فإذا قالَ العَبْدُ: ﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴾ [الفاتحة: 2]، قالَ اللَّهُ تَعالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وإذا قالَ: ﴿ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ﴾ [الفاتحة: 3]، قالَ اللَّهُ تَعالَى: أثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وإذا قالَ: ﴿ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴾ [الفاتحة: 4]، قالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي، وقالَ مَرَّةً فَوَّضَ إلَيَّ عَبْدِي، فإذا قالَ: ﴿ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴾ [الفاتحة: 5]، قالَ: هذا بَيْنِي وبيْنَ عَبْدِي، ولِعَبْدِي ما سَأَلَ، فإذا قالَ: ﴿ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴾ [الفاتحة: 6، 7]، قالَ: هذا لِعَبْدِي ولِعَبْدِي ما سَأَلَ».

Baca Juga :  Tafsir Surat Al-Balad: Pesan Kehidupan, Jalan Terjal, dan Peringatan bagi Manusia

Artinya:

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman, “Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”

Allah menjawab setiap ayat yang di baca hamba-Nya. Ketika seorang hamba memuji Allah, Dia membalas pujian tersebut. Saat seorang hamba memohon petunjuk, Allah menjanjikan apa yang dimintanya.

Al-Fatihah Menjadi Rukun Shalat

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT menyebut Al-Fatihah sebagai “shalat”. Penyebutan itu menegaskan bahwa Al-Fatihah menjadi rukun yang menentukan sah atau tidaknya shalat.

Bagian awal surah memuat pujian kepada Allah SWT. Bagian akhir berisi doa, harapan, dan permohonan seorang hamba.

Baca Juga :  Menyelami Makna Dahsyatnya Kiamat Lewat Erupsi Gunung

Susunan ayat itu mengajarkan adab sebelum berdoa. Seorang Muslim terlebih dahulu memuji Allah, lalu menyampaikan permohonannya.

Penjelasan Ar-Rajihi

Ar-Rajihi dalam Kitab Syarah Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan alasan penyebutan Al-Fatihah sebagai “shalat”. Menurutnya, Al-Fatihah menjadi rukun utama dalam ibadah tersebut.

Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW, “Haji itu adalah Arafah.” Hadis itu menunjukkan bahwa wukuf di Arafah menjadi rukun terpenting dalam ibadah haji.

Ar-Rajihi menerangkan bahwa Allah membagi Al-Fatihah menjadi dua bagian. Bagian pertama menjadi hak Allah, sedangkan bagian kedua menjadi hak hamba.

Pujian dan Doa dalam Satu Surah

Paruh pertama Surah Al-Fatihah di mulai dari firman Allah, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,” hingga firman-Nya, “Hanya kepada-Mu kami menyembah.” Bagian ini memuat pujian, sanjungan, pengagungan, dan penyerahan diri kepada Allah SWT.

Paruh kedua di mulai dari firman Allah, “Dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan,” hingga akhir surah. Bagian ini memuat doa, permohonan, kerendahan hati, dan pengakuan bahwa manusia selalu membutuhkan pertolongan Allah.

Ayat “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan” menjadi penghubung antara ibadah dan doa. Sebelum ayat tersebut terdapat pujian kepada Allah. Setelahnya, seorang hamba memohon petunjuk dan rahmat-Nya.(ust)

Berita Terkait

Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?
Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT
Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW
Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren
Peran Manusia sebagai Khalifah Menjaga Ekosistem Laut
Tafsir Surah Al Qadr Syekh Utsaimin Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Mengenal Tafsir Surat Al-Ikhlas: Asbabun Nuzul dan Keutamaan
Refleksi Ibnul Qayyim: Hartamu Habis di Mana?
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW

Jumat, 25 September 2026 - 14:15 WIB

Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren

Jumat, 25 September 2026 - 14:00 WIB

Peran Manusia sebagai Khalifah Menjaga Ekosistem Laut

Berita Terbaru

Ilustrasi skema alur akad ijarah dalam fikih muamalah, mengatur hak sewa manfaat tanpa memindahkan kepemilikan aset.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Sisa Kuota Hangus dalam Fikih Islam dan Ijarah

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:12 WIB

Ilustrasi orang sedang Sujud.(poto: republika.id).

Fiqih

Catat, Inilah Batas Minimal Bacaan Shalat yang Benar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:41 WIB