Sumatera Barat, dorlanhikmah.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar NU 2026 apabila Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan penetapan resmi. Pemerintah daerah menegaskan sikap tersebut di tengah proses survei dan penjajakan yang PBNU lakukan terhadap sejumlah kandidat.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pernyataan itu saat menerima Tim Survei PBNU di Istana Gubernuran, Minggu malam (5/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian verifikasi kesiapan daerah untuk Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang rencananya berlangsung pada Agustus 2026.
Mahyeldi Tegaskan Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Mahyeldi menegaskan Pemprov Sumbar siap menjalankan amanah apabila PBNU memilih Sumbar sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar NU 2026. Ia menekankan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Ia juga menjelaskan Sumbar memiliki pengalaman dalam menggelar berbagai agenda nasional. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinan pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur, koordinasi, serta layanan pendukung kegiatan besar.
Selain itu, Mahyeldi mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan daerah secara menyeluruh.
PBNU Tinjau Langsung Kesiapan Sumatera Barat
Tim Survei PBNU yang hadir terdiri dari KH. Ahmad Nadhif, KH. Muhyiddin Thohir, Nur Hidayat, dan Najib Azca. Mereka datang langsung untuk menilai kesiapan Sumbar sebagai calon tuan rumah Muktamar NU.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat, yakni Ahmad Wira dan Tan Gusli, mendampingi kunjungan tersebut. Tim melakukan penjajakan awal dengan pemerintah daerah terkait kesiapan teknis dan dukungan pelaksanaan.
PBNU menjelaskan bahwa tim survei akan menyampaikan seluruh hasil peninjauan kepada pimpinan pusat sebagai bahan pertimbangan.
Keputusan Tuan Rumah Masih Menunggu PBNU
PBNU masih membahas penetapan tuan rumah Muktamar NU ke-35 melalui mekanisme organisasi. Sejumlah daerah lain juga ikut masuk dalam daftar kandidat yang mereka pertimbangkan.
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU akan menetapkan keputusan akhir setelah seluruh proses verifikasi selesai. PBNU menargetkan penentuan lokasi Muktamar berlangsung sesuai tahapan organisasi yang berlaku.
Dengan proses tersebut, Sumbar tetap menunggu keputusan resmi meskipun sudah menyatakan kesiapan penuh sebagai tuan rumah Muktamar NU 2026.(ust)









Komentar