KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofa.( poto: republika).

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofa.( poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofa akan meluncurkan sekaligus membedah karya terbarunya di Jakarta. Kegiatan bertajuk Launching & Bedah Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali tradisi menulis kitab di lingkungan nahdliyin. Acara tersebut bakal berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Momentum peluncuran ini terlaksana menjelang perhelatan Muktamar PBNU. Saat ini, perhatian publik sedang meningkat tajam terhadap arah kepemimpinan serta masa depan keilmuan NU. Organisasi kemasyarakatan ini memegang peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan umat, bangsa, dan peradaban Islam Indonesia.

Menjaga Kesinambungan Ilmu Lewat Tulisan

Kiai Zulfa mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk membangkitkan kembali semangat menulis. Menurut beliau, kemajuan peradaban Islam sejak masa awal hingga berkembang di Nusantara tidak hanya bertumpu pada kesalehan ulama. Peradaban yang maju selalu lahir dari karya-karya keilmuan yang abadi.

Kitab-kitab karangan ulama terdahulu terbukti menjadi jembatan ilmu yang menghubungkan lintas generasi. Warisan intelektual tersebut tetap hidup dan menjadi rujukan utama meskipun penulisnya telah wafat ratusan tahun lalu.

“Tradisi ulama adalah tradisi ilmu. Dan tradisi ilmu tidak akan kokoh tanpa tradisi menulis. Karena itulah para ulama terdahulu tidak hanya mendidik murid, tetapi juga meninggalkan kitab sebagai warisan intelektual bagi umat,” kata Kiai Zulfa.

Pesantren Harus Memproduksi Karya Baru

Selama ini, masyarakat mengenal pesantren sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman melalui kajian kitab kuning. Namun, Kiai Zulfa memandang institusi pesantren juga perlu melahirkan karya-karya baru secara konsisten. Langkah tersebut sangat penting sebagai respons nyata atas perkembangan zaman dan dinamika kehidupan masyarakat modern.

Baca Juga :  Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi

Tantangan yang menimpa umat manusia saat ini tergolong semakin kompleks. Persoalan tersebut mencakup perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga isu kebangsaan serta kemanusiaan. Semua masalah baru itu membutuhkan jawaban keilmuan yang lahir dari pemikiran ulama kontemporer yang adaptif.

“Memang penting dan perlu kita membaca, mengaji, dan mengkaji kitab para ulama terdahulu. Tetapi para ulama juga memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan karya yang dapat menjadi rujukan bagi generasi mendatang. Di situlah estafet keilmuan terus berjalan,” ucap Kiai Zulfa.

Menjadikan Menulis Sebagai Jalur Dakwah

Peluncuran karya ini menegaskan bahwa kiprah keulamaan Nahdlatul Ulama tidak boleh berhenti pada aktivitas pengajaran saja. NU harus terus bergerak maju menuju tradisi produksi ilmu dan penguatan literasi Islam Indonesia. Kiai Zulfa menambahkan bahwa menulis kitab bukanlah sekadar aktivitas akademik yang kaku.

Baca Juga :  LPJ PBNU Masa Khidmah 2021-2026 Rampung, Gus Yahya Optimistis Diterima Muktamirin

Aktivitas menulis merupakan bagian mutlak dari dakwah dan khidmat nyata kepada umat. Melalui lembaran karya tulis, ilmu pengetahuan dapat tersebar luas melampaui sekat ruang dan waktu. Sejarah juga mencatat bahwa umat mengenang ulama besar karena warisan kitabnya yang bermanfaat.

“Ceramah dapat menggerakkan hati pada masanya. Tetapi kitab menjaga ilmu tetap hidup sepanjang masa. Karena itu, setiap ulama perlu memiliki semangat untuk meninggalkan karya sebagai bagian dari amal jariyah keilmuan,” tutur beliau.

Harapan bagi Khazanah Islam Indonesia

Kiai Zulfa berharap semangat menulis ini tumbuh subur di lingkungan pesantren, perguruan tinggi, hingga lembaga bahtsul masail. Tradisi membaca harus berjalan beriringan dengan tradisi menulis agar literasi Islam Indonesia semakin kaya. Gagasan luhur inilah yang melatari lahirnya kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa.

Acara bedah kitab ini akan menghadirkan para kiai, akademisi, santri, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin. Dai kondang Gus Miftah juga akan hadir untuk memandu jalannya diskusi interaktif ini sebagai moderator.

Kegiatan ini menjadi seruan terbuka bagi seluruh elemen pesantren untuk menjaga kesinambungan sanad keilmuan. Melalui tulisan, kalangan intelektual muslim dapat terus membangun peradaban yang kokoh serta berkhidmat sepenuhnya kepada umat.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB