Bantul, dorlanhikmah.com – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul menggelar Sholawatan Kebangsaan di Lapangan Trirenggo pada Ahad (28/6/2026) malam. Melalui kegiatan tersebut, organisasi itu mengajak masyarakat memahami bahaya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang semakin meresahkan.
Panitia menjadikan acara itu sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk pinjol dan judol. Para penceramah menyampaikan pesan tersebut melalui pengajian dan tausiyah sepanjang kegiatan.
Keprihatinan Terhadap Dampak Pinjol dan Judol
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bantul, Adi Susanto, mengatakan tema itu berangkat dari meningkatnya persoalan sosial akibat pinjaman online dan judi online. Menurutnya, berbagai kasus yang muncul belakangan menunjukkan dampak serius dari kedua praktik tersebut.
“Kami melihat belakangan ini terdapat tragedi yang sangat menyayat hati. Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian, banyak kasus bunuh diri dipicu karena korban terlilit utang pinjaman online maupun judi online. Sebagai organisasi kemasyarakatan, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan solusi dan sumbangsih positif bagi masyarakat,” ujar Adi.
Ia menilai pendekatan keagamaan menjadi cara yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat. Melalui tausiyah, para penceramah mengajak jamaah memahami dampak pinjol dan judol terhadap kondisi ekonomi, kehidupan sosial, hingga kesehatan mental.
Adi menambahkan, Bulan Pancasila memberikan momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan sosial. Karena itu, pengajian dan sholawatan berfungsi sebagai kegiatan ibadah sekaligus media kampanye sosial.
“Harapannya ini menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah judi online dan pinjaman online di tengah masyarakat,” katanya.
Panitia Siapkan Pengamanan dan Parkir
Ketua Panitia, Bima Setyawan, mengatakan Pengajian Bulan Pancasila dan Sholawatan Kebangsaan menghadirkan Gus Miftah Habiburrohman dan Gus Yusuf Macul Langit. Panitia memperkirakan jumlah jamaah mencapai 3.000 hingga 5.000 orang.
Panitia berkoordinasi dengan Polres Bantul, Kodim 0729/Bantul, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Linmas untuk menjaga keamanan acara. Selain itu, panitia menyiapkan 50 personel pengamanan internal Koti Mahatidana.
Panitia mengimbau masyarakat menjaga barang bawaan selama mengikuti kegiatan. Panitia juga menyediakan posko pelaporan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untuk parkir sudah kami pasrahkan kepada Pak Dukuh dan masyarakat di tiga titik yakni selatan, timur, dan barat. Jadi, urusan parkir memarkir, Pemuda Pancasila tutup mata untuk itu. Kalau ada rezeki di dalam proses parkir, silakan untuk warga. Serupiah pun, kami tidak mengambil itu,” ujar Bima.
Pendampingan Korban Menjadi Prioritas
PT Malahayati Nusantara Raya mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut melalui program pendampingan korban pinjol dan judol.
Kepala Cabang Yogyakarta PT Malahayati Nusantara Raya, Windy T.W., mengatakan korban pinjol maupun judol tidak hanya memerlukan solusi finansial. Mereka juga memerlukan pendampingan psikologis agar mampu bangkit dari tekanan yang mereka alami.
“Melalui pengajian dan sholawat ini kami berharap masyarakat memperoleh penguatan moral, mental, dan spiritual sehingga mampu bangkit dari persoalan yang dihadapi,” ujarnya.
Gus Yusuf Macul Langit mengapresiasi langkah Pemuda Pancasila Bantul yang mengangkat isu sosial melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, dakwah harus menjawab persoalan nyata yang masyarakat hadapi, bukan hanya membahas ibadah.
“Ini pertama kalinya saya melihat Pemuda Pancasila mengadakan kegiatan seperti ini. Semoga tetap istiqomah di jalan yang baik dan benar. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan mampu merangkul masyarakat lebih luas dalam semangat persaudaraan, kebangsaan, dan keagamaan,” katanya.(ust)









Komentar