Sumbar Raih Prestasi Ekonomi Syariah Nasional, KNEKS Dukung Penerbitan Sukuk Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima penghargaa pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7/2026). ( poto: padangkita.com)

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menerima penghargaa pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7/2026). ( poto: padangkita.com)

Sumatera Barat, dorlanhikmah.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali mencatat prestasi ekonomi syariah Sumbar di tingkat nasional. Melalui Anugerah Adinata Syariah 2026, Sumbar meraih tiga penghargaan sekaligus mendapat dukungan dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk merealisasikan rencana penerbitan Sukuk Daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang berlangsung di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7/2026). Capaian ini memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu provinsi yang konsisten mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai kebijakan yang terintegrasi.

Sumbar Raih Tiga Penghargaan Ekonomi Syariah Tingkat Nasional Bergengsi

Pada ajang tersebut, Sumatera Barat berhasil meraih peringkat kedua nasional untuk kategori Rencana Aksi Daerah. Selain itu, provinsi ini juga menempati peringkat kelima pada kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah.

Tak hanya itu, Sumbar turut menorehkan prestasi dengan meraih peringkat keempat pada kategori Inklusi Keuangan Syariah di lingkungan Pemerintah Provinsi. Ketiga penghargaan tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi syariah di Sumbar terus berkembang dan memperoleh pengakuan secara nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sumatera Barat. Nilai-nilai ekonomi syariah sejatinya selaras dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, keberkahan, dan kemaslahatan bersama,” ujar Mahyeldi usai menerima penghargaan.

Baca Juga :  Mahyeldi Luncurkan Kampung Zakat Nagari Ampalu untuk Dorong Ekonomi Warga

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar tidak menjadikan penghargaan tersebut sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, pemerintah akan memanfaatkan capaian itu sebagai motivasi untuk memperluas penerapan ekonomi syariah di berbagai sektor.

Menurut Mahyeldi, penguatan tersebut akan menyasar sektor pendidikan, literasi keuangan, pemberdayaan UMKM, hingga pembiayaan pembangunan daerah. Dengan langkah itu, manfaat ekonomi syariah diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi dan keuangan syariah benar-benar menjadi instrumen yang mendorong kesejahteraan masyarakat. Yang terpenting bukan hanya meraih penghargaan, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

KNEKS Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap Rencana Sukuk Daerah Sumbar

Selain membawa pulang penghargaan, Sumbar juga memperoleh dukungan penting dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. KNEKS menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Sumbar untuk menerbitkan Sukuk Daerah.

Skema pembiayaan tersebut dirancang sebagai salah satu alternatif pendanaan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan prinsip syariah. Pemerintah juga menilai konsep itu selaras dengan karakter masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariah.

Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub, mengatakan Anugerah Adinata Syariah tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendorong lahirnya inovasi dan kepemimpinan daerah dalam membangun ekonomi syariah.

Baca Juga :  Kemenag Minta Pesantren Perkuat Pengawasan Santri di NTB

“Harapan kami, Anugerah Adinata Syariah menjadi katalis lahirnya model pembangunan ekonomi syariah di banyak daerah di Indonesia,” ujarnya.

Sholahudin menjelaskan, proses penilaian tidak hanya berfokus pada aspek administratif. Tim penilai juga memperhatikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi halal, industri keuangan syariah, literasi dan inklusi keuangan syariah, penguatan kelembagaan, serta inovasi kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Penguatan Ekosistem Syariah Dorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan Inklusif Nasional

Keberhasilan pada Anugerah Adinata Syariah 2026 melanjutkan tren positif yang dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah terus mengembangkan berbagai program yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Pemprov Sumbar juga memperkuat literasi masyarakat melalui berbagai kebijakan yang terintegrasi. Langkah tersebut berjalan seiring dengan upaya membangun kolaborasi lintas sektor agar pengembangan ekonomi syariah semakin luas.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(ust)

Berita Terkait

Mahyeldi Luncurkan Kampung Zakat Nagari Ampalu untuk Dorong Ekonomi Warga
Sumbar Targetkan Masuk Sepuluh Besar MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang
PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU
Ustadz Adi Hidayat Perkenalkan Asisten, Candaan Komisaris Viral
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa
Kemenag Minta Pesantren Perkuat Pengawasan Santri di NTB
UIN Imam Bonjol Padang Perkuat Kolaborasi Global Lewat SEIBA International Festival Ke-4
Sholawatan Kebangsaan Bantul Edukasi Bahaya Pinjol dan Judol
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahyeldi Luncurkan Kampung Zakat Nagari Ampalu untuk Dorong Ekonomi Warga

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sumbar Targetkan Masuk Sepuluh Besar MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:00 WIB

PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ustadz Adi Hidayat Perkenalkan Asisten, Candaan Komisaris Viral

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:00 WIB

KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa

Berita Terbaru

Apakah telur harus di cuci dulu sebelumdi ebus,simak penjelasannya.( poto: nuonline).

Fiqih

Kajian Fiqih, Perlukah Mencuci Telur Sebelum Dimasak?

Sabtu, 11 Jul 2026 - 05:00 WIB