Kemenag Minta Pesantren Perkuat Pengawasan Santri di NTB

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said.( poto: istimewa).

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said.( poto: istimewa).

Lombok Tengah, dorlanhikmah.com – Otoritas Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat merespons insiden tragis yang menimpa tiga pelajar di Nusa Tenggara Barat. Instansi tersebut langsung menerbitkan instruksi agar seluruh pengelola lembaga pendidikan keagamaan meningkatkan kewaspadaan mereka. Melalui arahan tegas, kemenag minta pesantren perkuat sistem pengamanan internal guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

Langkah ini dipertegas oleh Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said yang menyatakan bahwa pihak institusi memikul tanggung jawab penuh atas insiden di lingkungan mereka. Beliau meminta seluruh jajaran pengasuh menjadikan kasus ini sebagai evaluasi mendasar yang sangat serius. Oleh karena itu, manajemen pondok wajib memantau ketat setiap pergerakan anak didik, terutama untuk kegiatan yang berpotensi memicu bahaya.

“Mengingat kejadian ini di pesantren dan di dalamnya keterlibatan santri, maka pesantren tetap harus mengambil beban tanggung jawab ini. Utamanya ke depannya menguatkan pengawasan atas aktivitas yang dilakukan oleh santri,” ujar Basnang Said saat memberikan keterangan resmi kepada media, Kamis (9/7/2026).

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Pengelola

Aparat kepolisian Sektor Lombok Tengah saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian perkara. Petugas mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa beberapa saksi untuk menemukan titik terang. Tim penyidik fokus mendalami adanya unsur kelalaian dari pengurus yang memicu terjadinya kebakaran tersebut.

Baca Juga :  Kemenag Salurkan Bantuan Rp3,23 Miliar untuk Mahasiswa IAIN Langsa Terdampak Banjir

Kemenag mendukung penuh langkah penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus yang mencederai tiga anak didik ini. Pihak kementerian juga meminta hasil investigasi tersebut dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat luas. Evaluasi menyeluruh ini bertujuan untuk mengembalikan rasa aman orang tua yang menitipkan anak mereka di sana.

Kronologi Eksperimen Ketapel yang Menelan Korban

Sementara itu, pihak Yayasan Rosyidatushaulatiyyah Al-Ibrahimi Nahdlatul Wathon (NW) segera meluruskan informasi yang simpang siur di media sosial. Ketua Yayasan, TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah membantah keras isu mengenai aksi penyiraman bahan bakar secara sengaja. Beliau memastikan bahwa musibah tersebut murni merupakan kecelakaan akibat aktivitas mandiri para siswa.

“Tidak ada. Tidak ada penyiraman. Tidak ada penyiraman,” tegas TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah dalam rekaman video klarifikasinya yang beredar luas.

Muzakki menjelaskan bahwa salah seorang siswa awalnya membeli dua botol bahan bakar cair untuk keperluan pribadi. Mereka berencana memanfaatkan suhu panas dari api guna meluruskan sebilah kayu yang bengkok untuk membuat ketapel. Sebanyak lima orang anak kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan kosong dan mengunci akses pintu rapat-rapat.

Saat berada di dalam kamar, mereka menuangkan sebagian cairan ke atas lembaran mika lalu menyulutnya dengan korek. Petaka terjadi ketika salah satu botol yang masih terbuka tidak sengaja tersenggol hingga tumpah ke lantai. Kobaran api langsung menyambar dengan sangat cepat ke segala arah dan melahap sebuah kasur bekas.

Baca Juga :  Gempa M 7,7 Guncang NTT, Bangunan Kantor Kemenhaj RI Rusak

Dua anak berhasil menyelamatkan diri secara cepat dengan cara melompat keluar melewati jendela ruangan. Namun, tiga anak lainnya terjebak di dalam karena panik melihat kobaran api yang menutup akses pintu keluar. Akibatnya, ketiga korban mengalami luka bakar sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari pengurus pondok.

Yayasan Berkomitmen Tanggung Seluruh Biaya Medis

Pihak manajemen institusi memastikan tidak akan menghindar dari tanggung jawab moral maupun materiil atas musibah ini. Sejak hari pertama kejadian, jajaran pengasuh yayasan terus memberikan pendampingan intensif kepada para korban di rumah sakit. Pihak pondok juga menjamin seluruh akomodasi dan perawatan medis hingga para korban sembuh total.

“Kami tidak lepas tangan. Kami tidak lepas tangan,” ucap TGH Ahmad Muzakki Rahmatullah dengan nada tegas.

Hingga saat ini, proses pemulihan kesehatan para korban masih menjadi prioritas utama pihak keluarga dan pihak yayasan. Di sisi lain, kepolisian tetap melanjutkan proses hukum guna memastikan kepastian penyebab utama kebakaran. Publik berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan regulasi keamanan di seluruh lembaga pendidikan keagamaan.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB