Yogyakarta, dorlanhikmah.com – Dokter islami UIN Yogyakarta menjadi fokus utama Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pengembangan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya lulusan kedokteran yang mampu menggabungkan kemampuan medis, spiritual, dan psikologis secara seimbang.
Nasaruddin menyampaikan hal tersebut saat meresmikan gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Kamis.
Sementara itu, ia menilai konsep dokter islami dapat memperluas pendekatan penyembuhan pasien secara lebih menyeluruh dan manusiawi.
Kedokteran Tidak Hanya Soal Fisik
Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa dokter islami tidak hanya mengandalkan ilmu fisioterapi dan fisiologi. Sebaliknya, ia mendorong tenaga medis untuk memahami kondisi kejiwaan serta aspek spiritual pasien secara lebih mendalam.
Di samping itu, ia menegaskan bahwa proses penyembuhan tidak selalu bergantung pada tindakan medis semata. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi dan sugesti juga dapat memengaruhi kondisi pasien secara signifikan.
“Kadang-kadang sugesti itu bisa menyembuhkan,” ujar Nasaruddin.
Pendekatan Spiritual dalam Dunia Medis
Selain itu, Nasaruddin menilai kombinasi antara pendekatan medis dan bahasa spiritual dapat memperkuat proses pengobatan. Dengan demikian, ia melihat pendekatan tersebut sebagai nilai tambah dalam praktik kedokteran modern.
Di sisi lain, ia juga mendorong agar dokter mampu membangun hubungan emosional yang baik dengan pasien. Dengan begitu, proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.
Lebih jauh, Nasaruddin berharap lulusan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga mampu melihat pasien secara utuh. Artinya, proses penyembuhan tidak hanya berfokus pada tubuh, tetapi juga pada kondisi mental dan spiritual pasien.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter tidak sekadar menjadi tambahan program akademik. Sebaliknya, ia menyebut program ini sebagai bagian dari visi besar kampus.
Selain itu, UIN Sunan Kalijaga mengembangkan pendidikan berbasis integrasi ilmu pengetahuan, etika, spiritualitas, nilai kemanusiaan, dan keislaman. Dengan demikian, kampus ini membangun sistem pendidikan yang menghubungkan sains modern dengan nilai moral secara berkelanjutan.
Dokter dengan Kompetensi dan Empati
Di sisi lain, Noorhaidi menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun demikian, ia menilai dokter juga harus memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta pemahaman budaya masyarakat.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya paradigma integrasi-interkoneksi dalam pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga. Dengan pendekatan ini, ilmu kedokteran berbasis bukti dapat berpadu dengan nilai kemanusiaan secara harmonis.
Selanjutnya, melalui pendekatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga mendorong lahirnya dokter yang menguasai ilmu medis modern. Di samping itu, kampus juga menekankan pentingnya empati, etika, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Akhirnya, Rektor menegaskan bahwa pengembangan Fakultas Kedokteran ini memperkuat peran UIN Sunan Kalijaga dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dengan demikian, kampus menargetkan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.(ust)







Komentar