Menag Dorong Dokter Islami di UIN Sunan Kalijaga, Gabungkan Medis dan Spiritualitas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat sambutan peresmian gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kamis (4/2/2026).( poto : ANTARA)

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat sambutan peresmian gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kamis (4/2/2026).( poto : ANTARA)

Yogyakarta, dorlanhikmah.com – Dokter islami UIN Yogyakarta menjadi fokus utama Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pengembangan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya lulusan kedokteran yang mampu menggabungkan kemampuan medis, spiritual, dan psikologis secara seimbang.

Nasaruddin menyampaikan hal tersebut saat meresmikan gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Kamis.

Sementara itu, ia menilai konsep dokter islami dapat memperluas pendekatan penyembuhan pasien secara lebih menyeluruh dan manusiawi.

Kedokteran Tidak Hanya Soal Fisik

Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa dokter islami tidak hanya mengandalkan ilmu fisioterapi dan fisiologi. Sebaliknya, ia mendorong tenaga medis untuk memahami kondisi kejiwaan serta aspek spiritual pasien secara lebih mendalam.

Di samping itu, ia menegaskan bahwa proses penyembuhan tidak selalu bergantung pada tindakan medis semata. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi dan sugesti juga dapat memengaruhi kondisi pasien secara signifikan.

“Kadang-kadang sugesti itu bisa menyembuhkan,” ujar Nasaruddin.

Baca Juga :  Pemkab Bungo Perkuat Program Jambi Bersholawat dan Evaluasi PKK untuk Penguatan Keluarga

Pendekatan Spiritual dalam Dunia Medis

Selain itu, Nasaruddin menilai kombinasi antara pendekatan medis dan bahasa spiritual dapat memperkuat proses pengobatan. Dengan demikian, ia melihat pendekatan tersebut sebagai nilai tambah dalam praktik kedokteran modern.

Di sisi lain, ia juga mendorong agar dokter mampu membangun hubungan emosional yang baik dengan pasien. Dengan begitu, proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.

Lebih jauh, Nasaruddin berharap lulusan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga mampu melihat pasien secara utuh. Artinya, proses penyembuhan tidak hanya berfokus pada tubuh, tetapi juga pada kondisi mental dan spiritual pasien.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter tidak sekadar menjadi tambahan program akademik. Sebaliknya, ia menyebut program ini sebagai bagian dari visi besar kampus.

Selain itu, UIN Sunan Kalijaga mengembangkan pendidikan berbasis integrasi ilmu pengetahuan, etika, spiritualitas, nilai kemanusiaan, dan keislaman. Dengan demikian, kampus ini membangun sistem pendidikan yang menghubungkan sains modern dengan nilai moral secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Aa Gym Tegaskan Akhlak Mulia Lebih Utama dari Jabatan dan Harta dalam Kehidupan

Dokter dengan Kompetensi dan Empati

Di sisi lain, Noorhaidi menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun demikian, ia menilai dokter juga harus memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta pemahaman budaya masyarakat.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya paradigma integrasi-interkoneksi dalam pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga. Dengan pendekatan ini, ilmu kedokteran berbasis bukti dapat berpadu dengan nilai kemanusiaan secara harmonis.

Selanjutnya, melalui pendekatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga mendorong lahirnya dokter yang menguasai ilmu medis modern. Di samping itu, kampus juga menekankan pentingnya empati, etika, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Akhirnya, Rektor menegaskan bahwa pengembangan Fakultas Kedokteran ini memperkuat peran UIN Sunan Kalijaga dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dengan demikian, kampus menargetkan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.(ust)

Berita Terkait

PBNU Buka Seleksi Beasiswa Al-Azhar 2026, 30 Kuota untuk Santri Seluruh Indonesia
MUI Sumut Ajak Umat Islam Semarakkan Gebyar Muharram 1448 H di Medan
MUI Dorong Dai Kuasai Teknologi Informasi untuk Percepat Kemajuan Desa
Bupati Tebo Hadiri Pengajian Akbar Akhirussanah ke-37 Darul Hikam
Program Ihram Berkelanjutan Arab Saudi Ubah Kain Haji Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Pemkab Bungo Perkuat Program Jambi Bersholawat dan Evaluasi PKK untuk Penguatan Keluarga
378 Jamaah Haji Probolinggo Tiba di Surabaya, Dua Jamaah Terkendala Kondisi Kesehatan
Aa Gym Tegaskan Akhlak Mulia Lebih Utama dari Jabatan dan Harta dalam Kehidupan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PBNU Buka Seleksi Beasiswa Al-Azhar 2026, 30 Kuota untuk Santri Seluruh Indonesia

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:00 WIB

MUI Sumut Ajak Umat Islam Semarakkan Gebyar Muharram 1448 H di Medan

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

MUI Dorong Dai Kuasai Teknologi Informasi untuk Percepat Kemajuan Desa

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Menag Dorong Dokter Islami di UIN Sunan Kalijaga, Gabungkan Medis dan Spiritualitas

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bupati Tebo Hadiri Pengajian Akbar Akhirussanah ke-37 Darul Hikam

Berita Terbaru

Keutamaan Shalat Tahajjud menurut Al-Qur'an dan Hadist ( poto : nu online )

Al-Qur'an

Keutamaan Shalat Tahajud dalam Islam dan Dalil Lengkap

Jumat, 12 Jun 2026 - 21:00 WIB

zakat perusahaan dalam Islam, dalil Al-Qur’an, hadis, dan regulasi( poto : bantu sesama )

Fiqih

Kewajiban Zakat Perusahaan dalam Islam dan Regulasi

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:00 WIB