KUII VIII Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Febrie

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo MUI( Ilustrasi Poto: republika.co.id).

Logo MUI( Ilustrasi Poto: republika.co.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Komisi D Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII menuntut pemerintah agar segera memproses kasus dugaan korupsi Febrie Adriansyah secara profesional. Oleh karena itu, langkah tegas tersebut sangat krusial untuk menjaga kredibilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

Sementara itu, perwakilan Komisi D Ihsan Tanjung menyampaikan rekomendasi strategis tersebut dalam penutupan forum KUII VIII. Bahkan, berbagai tokoh nasional turut menyaksikan acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7/2026).

Selanjutnya, Ihsan menegaskan bahwa pembentukan Satuan Tugas Khusus menjadi solusi paling tepat saat ini. Sebab, kehadiran tim independen tersebut akan menuntaskan proses penyidikan tanpa campur tangan pihak luar.

Di sisi lain, Komisi D menilai perkara yang melibatkan mantan pejabat penegak hukum memerlukan perhatian khusus. Maka dari itu, pemerintah harus mengambil langkah nyata demi memastikan penegakan hukum berjalan secara objektif.

Desakan Transparansi Penanganan Kasus Korupsi Pejabat Hukum

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia melalui perwakilannya meminta para penyidik bertindak terbuka sejak awal pemeriksaan. Hal ini karena transparansi menjadi kunci utama untuk meredam kekhawatiran masyarakat luas.

Di samping itu, penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sebagai tersangka sangat mengejutkan publik. Padahal, sosok tersebut selama ini memimpin pengusutan berbagai skandal korupsi besar di tanah air.

Baca Juga :  Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Berdayakan Ekonomi Umat

Oleh sebab itu, masyarakat sipil terus memantau perkembangan kasus agar perkara ini tidak menghilang begitu saja. Hasilnya, dukungan publik mengalir deras kepada lembaga peradilan yang berani menindak oknum penyalahguna wewenang.

Nantinya, Satgas Khusus bertugas mengawasi setiap tahapan pemeriksaan guna mencegah potensi intervensi politik. Dengan demikian, kehadiran satgas tersebut akan memperkuat kerja penyidik dalam mengumpulkan alat bukti sah.

Bahkan, Ihsan menyebutkan bahwa integritas penyidik menjadi taruhan utama dalam penanganan kasus tingkat tinggi ini. Oleh karena itu, Komisi D berharap proses hukum berjalan lurus sesuai ketentuan perundang-undangan.

Peran Komisi D Dalam Mendorong Reformasi Hukum

Secara khusus, Komisi D KUII VIII memegang peranan penting dalam merumuskan pandangan terkait isu hukum dan keamanan. Karena itulah, komisi ini secara konsisten menyuarakan aspirasi umat demi perbaikan sistem peradilan.

Namun, tidak hanya menyoroti kasus tersebut, Komisi D juga menyerahkan sejumlah masukan lain kepada pemerintah pusat. Selanjutnya, seluruh masukan tersebut bertujuan memperkokoh tata kelola negara agar semakin bersih dari kejahatan.

Di samping itu, Forum KUII VIII menjadi wadah strategis bagi para ulama untuk menyumbangkan pemikiran konkret. Akibatnya, rekomendasi yang tercipta mampu menjawab berbagai tantangan kebangsaan yang sedang dihadapi masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah perlu segera menindaklanjuti masukan berharga dari hasil kongres keagamaan terbesar ini. Langkah cepat ini sekaligus membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam membasmi praktik korupsi hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga :  BPKH Luncurkan Lima Fitur Baru BPKH Apps untuk Kemudahan Jamaah

Lebih lanjut, Komisi D meyakini bahwa perbaikan sistem peradilan harus berawal dari ketegasan menindak oknum internal. Pada akhirnya, keberanian menindak pejabat tinggi akan menjadi bukti nyata keseriusan penegakan hukum.

Menjaga Kepercayaan Publik Terhadap Sistem Peradilan Nasional

Di sisi lain, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sempat terguncang akibat mencuatnya skandal ini. Namun demikian, pembentukan Satgas Khusus dapat menjadi angin segar bagi kepastian hukum di Indonesia.

Selain itu, Ihsan menegaskan bahwa KUII VIII tidak akan tinggal diam melihat penurunan kualitas penegakan hukum. Oleh sebab itu, elemen sipil akan terus mengawal jalannya proses peradilan hingga akhir.

Sebab, akuntabilitas publik harus menjadi landasan utama bagi seluruh penegak hukum saat menjalankan tugas harian. Tanpa keterbukaan informasi, masyarakat justru akan terus meragukan komitmen pemerintah.

Meskipun demikian, langkah tegas yang KUII VIII rekomendasikan mampu memulihkan kembali citra positif lembaga peradilan. Sebab, semua pihak menghendaki agar keadilan dapat berdiri tegak tanpa membeda-bedakan jabatan.

Akhir kata, pemerintah harus merespons rekomendasi Komisi D ini melalui aksi cepat yang terukur demi kepastian hukum. Sebab, keseriusan menuntaskan kasus ini menjadi tolok ukur utama penegakan keadilan di masa depan.(ust)

Berita Terkait

Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan
BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026
ISEF 2026 Digelar di Senayan Hadirkan Ratusan Agenda Halal
Al-Azhar Buka Peluang Pelatihan Dai Mahasiswa Indonesia Berkelanjutan di Kairo
Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj
Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi
FOZ Perjuangkan Perlindungan dan Kesejahteraan Amil Zakat Nasional
UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

ISEF 2026 Digelar di Senayan Hadirkan Ratusan Agenda Halal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Al-Azhar Buka Peluang Pelatihan Dai Mahasiswa Indonesia Berkelanjutan di Kairo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj

Berita Terbaru

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sungai Penuh menuntaskan agenda visitasi akreditasi yang berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026).(poto: istimewa).

Pendidikan

MTsN 2 Sungai Penuh Tuntaskan Visitasi Akreditasi Madrasah

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:29 WIB

Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Prof. Nur Hidayah.(poto: republika).

Berita Islam

Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:07 WIB

kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pelataran Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.(poto: RRI).

Berita Islam

BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:00 WIB

Deretan tokoh dan bintang tamu siap meriahkan gelaran ISEF ke-13 di JICC Senayan, Jakarta, 14–18 Oktober 2026.(poto: istimewa).

Berita Islam

ISEF 2026 Digelar di Senayan Hadirkan Ratusan Agenda Halal

Minggu, 11 Okt 2026 - 13:55 WIB

Ilustrasi wanita Muslimah mempelajari fikih darah kewanitaan melalui kitab klasik dan literatur ilmiah di perpustakaan.(poto: AI).

Fiqih

Mengenal Darah Haid Nifas Istihadhah dan Batas Waktunya

Minggu, 11 Okt 2026 - 13:48 WIB