Kader Senior NU Ingatkan Peserta Muktamar Pilih Pemimpin Independen

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu (3/12/2025).(poto: republika.co.id).

Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu (3/12/2025).(poto: republika.co.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kader senior Nahdlatul Ulama Abdul Hamid Rahayaan mengingatkan para pemegang hak suara agar berhati-hati dalam proses pemilihan pemimpin Muktamar NU mendatang. Keputusan para peserta akan menentukan arah perjalanan organisasi kebangsaan ini secara jangka panjang.

Hamid menegaskan pentingnya menjaga Nahdlatul Ulama agar tetap menjadi rumah besar umat yang bebas dari intervensi pihak luar. Pilihan yang salah berpotensi menyeret organisasi keagamaan terbesar ini ke dalam arus tarik-menarik kepentingan politik.

Ancaman Tarik Menarik Kepentingan Politik Praktis Muktamar

Sebagai warga Nahdliyin yang telah mengabdi lebih dari dua dekade, Hamid mengaku prihatin menyaksikan dinamika internal organisasi saat ini. Ia meminta seluruh peserta Muktamar menempatkan kemaslahatan jam’iyah di atas kepentingan kelompok maupun politik praktis.

Hamid menyampaikan pandangannya mengenai kondisi terkini PBNU di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026. Ia mengimbau seluruh elemen Nahdliyin agar berpikir jernih demi mencegah timbulnya keretakan di antara warga.

Baca Juga :  Ma'ruf Amin Tekankan Pemimpin NU Wajib Lakukan Ishlah dan Jaga Kedamaian

Tantangan terbesar Nahdlatul Ulama saat ini tidak hanya berpusat pada agenda regenerasi kepemimpinan semata. Organisasi harus mampu mempertahankan marwah moral serta berdiri tegak di atas semua golongan.

Masyarakat luas selama ini menghormati Nahdlatul Ulama karena perannya sebagai penjaga moderasi dan pengayom umat. Pemimpin baru harus bertindak sebagai perekat bangsa dan menghindari hadirnya polarisasi baru.

Kriteria Pemersatu Umat Dan Rekam Jejak Keulamaan

Hamid meminta para politisi serta kekuatan luar agar tidak mengganggu jalannya proses demokrasi internal organisasi. Pihak eksternal tidak boleh menjadikan ajang Muktamar sebagai arena kontestasi kekuasaan.

Ia mendorong warga Nahdliyin untuk meneliti rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan para calon ketua umum. Aspek netralitas menjadi syarat mutlak agar pengurus PBNU mendatang dapat bekerja secara optimal.

Nahdlatul Ulama membutuhkan sosok pemersatu yang mampu merangkul semua kalangan tanpa beban politik. Pemimpin tersebut juga harus memiliki penerimaan yang luas di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Pemkot Padang Luncurkan Program 3T untuk Perkuat Pendidikan Al-Qur'an Siswa SMP

Hamid memberikan contoh figur bereputasi kuat seperti Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan tokoh senior KH Marsudi Syuhud. Kedua tokoh ini memiliki pengalaman luas dalam mengelola organisasi keagamaan.

Tanggung Jawab Pemegang Hak Suara Pengurus Daerah

Hamid menegaskan bahwa komitmen menjaga kemandirian organisasi jauh lebih penting daripada sekadar mendukung sosok tertentu. Seluruh peserta Muktamar memikul tanggung jawab besar demi masa depan jamaah.

Pengurus wilayah dan pengurus cabang harus menggunakan hak pilih mereka dengan penuh kejujuran serta rasa tanggung jawab. Mereka wajib memilih calon yang bersedia bekerja penuh untuk kemajuan Nahdlatul Ulama.

Keputusan Muktamar akan menentukan keberlanjutan Khidmah organisasi bagi masyarakat Indonesia dalam waktu lama. Pilihan pada sosok yang netral akan mengembalikan fokus organisasi pada pelayanan umat.(ust)

Berita Terkait

MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Integrasikan AI dan UMKM
Menko PMK Pratikno Buka MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang
Arti Mimpi Potong Rambut dalam Islam dan Tafsir Lengkapnya
Kemenag Akselerasi Pengembangan Green Waqf untuk Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Umat
Kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional 2026 di Semarang Pukau Warga
Menag Nasaruddin Umar Lantik Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang
Kemenag Perkuat Standar Penilaian Al-Qur’an dan Sertifikasi Hakim MTQ
Menag Lantik Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI di Semarang
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 09:05 WIB

MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Integrasikan AI dan UMKM

Minggu, 13 September 2026 - 08:41 WIB

Arti Mimpi Potong Rambut dalam Islam dan Tafsir Lengkapnya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:35 WIB

Kemenag Akselerasi Pengembangan Green Waqf untuk Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Umat

Sabtu, 12 September 2026 - 19:31 WIB

Kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional 2026 di Semarang Pukau Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 19:21 WIB

Menag Nasaruddin Umar Lantik Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

Berita Terbaru

Ngaji Ilmu Balagah.(ilustrasi poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Bahasa Al-Qur’an: Kalimat Berita Makna Perintah

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:27 WIB

Sikap tegas Ali bin Abi Thalib menolak korupsi.(ilustrasi poto: kemenag.go.id).

Sejarah

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:18 WIB

Ilustrasi Imam Abu Hanifah menolak Jabatan.(poto: istimewa).

Sejarah

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:13 WIB

Wawancara beserta awak media setelah acara pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu (12/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Integrasikan AI dan UMKM

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:05 WIB