Ma’ruf Amin Tekankan Pemimpin NU Wajib Lakukan Ishlah dan Jaga Kedamaian

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof KH Ma’ruf Amin.(poto: republika).

Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof KH Ma’ruf Amin.(poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof KH Ma’ruf Amin memaparkan kriteria sosok pemimpin nu yang ideal bagi perjalanan organisasi ke depan. Oleh karena itu, ia menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Selain itu, Kiai Ma’ruf menilai calon figur ketua umum maupun pengurus tidak boleh hanya mengandalkan keahlian organisatoris semata. Bahkan, seorang tokoh puncak organisasi harus mampu menghadirkan tindakan ishlah atau perbaikan secara berkelanjutan.

Sebab, ia menekankan bahwa kemampuan mendamaikan pertikaian menjadi syarat mutlak bagi siapapun yang menahkodai Nahdlatul Ulama. Dengan demikian, pemimpin yang tangguh wajib menciptakan keharmonisan serta ketenteraman di tengah berbagai dinamika warga.

Tugas Utama Pemimpin NU Dalam Melerai Pertikaian Umat

Selanjutnya, Ma’ruf Amin menjelaskan alasan mendasar mengenai pentingnya karakter perbaikan tersebut bagi seluruh jajaran kepengurusan. Pasalnya, Nahdlatul Ulama berdiri sebagai wadah besar yang menampung beragam kelompok serta lapisan warga masyarakat.

Maka dari itu, kondisi majemuk ini menuntut kehadiran figur pemimpin yang sanggup menjadi perekat pemersatu ketika perbedaan pendapat muncul. Akhirnya, tokoh jajaran atas wajib menempatkan kepentingan bersama di atas segala kepentingan yang bersifat sektoral.

Baca Juga :  Menteri Agama Siapkan Bantuan Pemulihan Bencana Gempa Flores NTT

Di samping itu, Kiai Ma’ruf juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar selalu mengutamakan kemaslahatan organisasi. Oleh sebab itu, para pengelola lembaga harus menjauhkan sikap egosentris yang hanya mementingkan keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.

Kemudian, ia meminta jajaran pengurus masa depan untuk menggerakkan seluruh lini organisasi menggunakan semangat pengabdian tinggi. Karena itulah, semangat perjuangan tersebut akan menjaga marwah lembaga tetap kokoh dalam melayani seluruh kalangan.

Gerakan Perjuangan Nahdlatul Ulama Demi Kemaslahatan Luas

Lebih lanjut, Mantan Wapres RI ini menggarisbawahi bahwasanya publik tidak boleh memandang Nahdlatul Ulama sekadar sebagai tempat berkumpul. Sebab, para pendiri merancang organisasi keagamaan ini untuk mengemban misi pergerakan sosial yang sangat luas.

Sejak masa awal pendirian, lembaga ini memang fokus memperjuangkan nilai keadilan, keamanan, serta kesejahteraan bagi publik. Oleh karena itu, orientasi luhur tersebut harus terus melandasi setiap program kerja pengurus di semua tingkat pimpinan.

Baca Juga :  Sejarah Shalawat Badar dan Maknanya

Sementara itu, Kiai Ma’ruf menyebutkan bahwa cakupan kiprah organisasi meliputi berbagai lini kehidupan warga secara menyeluruh. Contohnya, pergerakan Nahdlatul Ulama menjangkau sektor keagamaan, kemasyarakatan, ekonomi, hingga aspek politik kebangsaan.

Tidak hanya itu, pengurus juga wajib memperhatikan ranah sosial, kebudayaan, serta nilai kemanusiaan universal. Sehingga, pengurus organisasi harus terus menggaungkan nilai pengabdian ini secara konsisten di tengah kehidupan publik.

Komitmen Pengabdian Nyata NU Untuk Seluruh Lapisan Masyarakat

Oleh sebab itu, Ma’ruf Amin mendorong agar seluruh kader Nahdlatul Ulama terus memelihara gelora semangat pergerakan sosial. Sebab, langkah kerja pengurus tidak boleh terhenti atau terjebak pada urusan administrasi internal organisasi semata.

Sebaliknya, seluruh jajaran pimpinan wajib menghadirkan program nyata yang manfaatnya dapat terasa langsung oleh warga penerima. Pada akhirnya, perubahan positif di tengah kehidupan rakyat menjadi tolok ukur keberhasilan kerja kepengurusan organisasi.

Melalui kegiatan halaqah ini, Kiai Ma’ruf berharap nilai dasar pengabdian tetap menjadi pedoman utama pimpinan baru. Dengan begitu, nakhoda organisasi mendatang dapat konsisten membawa kedamaian serta kemaslahatan bagi seluruh bangsa Indonesia.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB