Jakarta, dorlanhikmah.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau masyarakat dunia mengenang tragedi pembakaran Masjid Al-Aqsha pada peringatan Hari Masjid Sedunia. Organisasi Kerja Sama Islam menetapkan momen bersejarah ini setiap tanggal 21 Agustus.
Ekstremis zionis Denis Michael Rohan membakar rumah ibadah bersejarah tersebut pada 21 Agustus 1969. Peristiwa kelam 57 tahun silam itu menghancurkan sejumlah bangunan utama kompleks suci di Yerusalem.
Rekam Jejak Diplomatik Pemimpin Muslim
HNW mengungkapkan kekecewaannya karena kondisi tempat suci umat Islam itu belum merdeka hingga sekarang. Pihaknya menilai ancaman perusakan serta upaya penghilangan eksistensi situs bersejarah tersebut masih terus berlangsung.
Duta Besar Tetap Yordania untuk PBB langsung membawa kasus kriminal ini ke Dewan Keamanan PBB. Berbagai negara berpenduduk mayoritas muslim, termasuk Indonesia, mendukung penuh langkah diplomasi tersebut.
Latar Belakang Pembentukan OKI
Para pemimpin negara Islam sepakat membentuk Organisasi Konferensi Islam di Rabat, Maroko, pada 25 September 1969. Lembaga internasional yang kini bernama Organisasi Kerja Sama Islam tersebut lahir satu bulan pascatragedi.
Politisi senior ini menegaskan bahwa penyelamatan situs suci menjadi mandat utama pendirian lembaga tersebut. Menurutnya, tujuan awal pembentukan OKI sangat relevan dengan dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah saat ini.
Bentuk Pelanggaran Hukum Internasional
Rezim kolonial kerap melarang warga muslim beribadah di kompleks Al-Aqsha pada momen Ramadan dan Idulfitri. Sebaliknya, otoritas keamanan justru memberi izin kelompok pemukim ilegal untuk menggelar ritual Yahudi di sana.
Aksi provokasi pejabat bersama aparat keamanan Israel jelas menodai kesucian situs warisan umat Islam. Tindakan sepihak pemerintah pendudukan melanggar berbagai ketentuan hukum serta kesepakatan internasional yang berlaku.
Peran Strategis Diplomasi Indonesia
HNW mendorong Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengambil langkah diplomasi aktif di panggung global. Pemerintah Indonesia perlu menjadikan momen ini sebagai pijakan utama untuk meningkatkan kepedulian terhadap Palestina.
Indonesia memiliki potensi besar menjadi inisiator penguat persatuan negara-negara anggota OKI. Pemerintah dapat mengoptimalkan peran organisasi internasional tersebut guna mengembalikan fungsi awal perlindungan tempat suci.(ust)










Komentar