Khutbah Jumat Hari Santri Meneguhkan Moral Bangsa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Khatib lantas membacakan seluruh rukun khutbah pertama dengan runtut seraya melafalkan puji-pujian kepada Sang Pencipta. Berikut materi khutbah pertama yang dibacakan secara utuh di hadapan seluruh jemaah yang hadir:

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، وَرَفَعَ مَقَامَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُتَعَلِّمِيْنَ دَرَجَاتٍ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala limpahan rahmat, hidayah, serta taufik-Nya. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Agung Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Selaku khatib, kami berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita terus berikhtiar meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah,

Bulan Oktober senantiasa menghadirkan ingatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia melalui peringatan Hari Santri. Momentum ini berakar dari perjuangan para kiai dan santri dalam mempertahankan kedaulatan tanah air melalui lahirnya Resolusi Jihad pada Oktober 1945. Seruan tersebut menegaskan bahwa membela keutuhan bangsa dari penjajahan merupakan bagian integral dari kewajiban iman dan ibadah kepada Allah Swt.

Seiring berjalannya zaman, bentuk perjuangan tentu telah bertransformasi. Tantangan yang dihadapi generasi hari ini bukan lagi memanggul senjata di medan perang, melainkan menghadapi dinamika zaman yang serbacepat, keterbukaan informasi, pergeseran nilai moral, serta kemajuan teknologi. Nilai keteladanan santri memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan tersebut.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Ubah Hati Sebelum Terlambat

Allah Swt. berfirman mengenai pentingnya mendalami ilmu agama untuk kemaslahatan umat:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

Artinya: “Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, agar mereka dapat menjaga dirinya?” (QS. At-Taubah [9]: 122).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Setidaknya terdapat tiga nilai luhur dari tradisi santri yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa:

  1. Integritas Akhlak dan Adab. Keunggulan intelektual tidak akan mendatangkan kemaslahatan tanpa diiringi adab yang kokoh. Tradisi pesantren selalu menempatkan adab di atas ilmu, membiasakan sikap rendah hati, menghormati sesama, dan menjaga integritas pribadi di tengah godaan zaman.

  2. Kemandirian dan Ketangguhan Mental. Kehidupan santri melatih kesederhanaan, disiplin, dan daya tahan menghadapi kesulitan. Karakter tangguh ini menjadi modal penting agar generasi penerus tidak mudah terombang-ambing oleh tren negatif maupun keputusasaan.

  3. Komitmen Kebangsaan yang Berlandaskan Agama. Menjaga kedamaian, merawat persaudaraan, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa merupakan wujud nyata dari keimanan yang matang. Nilai ini mendorong setiap muslim menjadi penebar rahmat bagi lingkungan sekitarnya.

Semangat santri bukanlah identitas eksklusif milik mereka yang bermukim di bilik pesantren semata. Semangat santri adalah kesiapan setiap muslim untuk terus menuntut ilmu, berakhlak mulia, menjaga keutuhan negeri, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi sesama.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Islam Tegas Larang Rasisme di Media Sosial

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الْغُرَرِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَفِتْنَةٍ، وَاجْعَلْهَا بَلْدَةً آمِنَةً مُطْمئِنَّةً، رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Berita Terkait

Makna Jihad Santri Era Modern: Dari Perang Fisik ke Intelektual
Khutbah Jumat Cinta Tanah Air: Napas Perjuangan Santri Mengawal Negeri
Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan
Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai
Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla
Khutbah Jumat Hari Santri: Meneguhkan Jihad Ilmu dan Bangsa
Khutbah Jumat: Merawat Tiga Warisan Ulama
Khutbah Jumat: Filosofi Santri Masa Kini dan Resolusi Jihad
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Khutbah Jumat Hari Santri Meneguhkan Moral Bangsa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Makna Jihad Santri Era Modern: Dari Perang Fisik ke Intelektual

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Khutbah Jumat Cinta Tanah Air: Napas Perjuangan Santri Mengawal Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri Meneguhkan Moral Bangsa

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:33 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB