Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus Menegaskan Hakikat Politik Adalah Ibadah Pengabdian Kepada Bangsa

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lodewijk hadir sebagai pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Hari ke-2 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).(poto: mui.or.id).

Lodewijk hadir sebagai pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Hari ke-2 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).(poto: mui.or.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) RI, Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus, menyampaikan pandangan strategis mengenai dinamika demokrasi nasional. Beliau menegaskan bahwa sistem politik pengabdian bangsa harus menjadi landasan utama seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan aktivitas bernegara.

Pernyataan penting tersebut mengemuka saat Lodewijk hadir sebagai pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Hari ke-2 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026). Dalam forum bergengsi tersebut, ia membawakan paparan bertema “Membangun Sistem Politik dan Demokrasi Substansial, yang Bermoral, Berkeadilan, serta Memberdayakan Umat dan Kepentingan Bangsa, Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Tantangan Nyata Demokrasi Prosedural Serta Praktik Politik Transaksional

Lodewijk menilai bahwa tantangan politik nasional saat ini tidak hanya datang dari dinamika geopolitik global. Ia melihat kualitas praktik politik di dalam negeri juga menjadi persoalan krusial yang memerlukan pembenahan mendasar.

Pembangunan sistem politik Indonesia harus beranjak dari pemahaman serta paradigma yang benar mengenai hakikat politik itu sendiri. Menurutnya, politik sejatinya merupakan bentuk ibadah pengabdian, bukan jalan pintas untuk memupuk kekayaan maupun mengejar kekuasaan.

Baca Juga :  KUII VIII Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Febrie

Paradigma politik yang berorientasi penuh pada pengabdian akan melahirkan kepemimpinan nasional yang tangguh. Pemimpin seperti ini selalu mengutamakan kepentingan luas bangsa di atas kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Sebaliknya, masyarakat akan terus menyaksikan praktik politik transaksional jika politik hanya dipandang sebagai alat meraih kekuasaan semata. Berbagai bentuk penyimpangan kekuasaan dipastikan bakal terus berulang tanpa ada penyelesaian yang nyata.

Lodewijk menyoroti sejumlah ancaman serius yang masih membayangi perjalanan demokrasi di tanah air. Ancaman tersebut meliputi politik transaksional berbiaya tinggi, maraknya kampanye hitam, dominasi oligarki, praktik politik dinasti, hingga demokrasi prosedural.

Berbagai persoalan berat tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh komponen masyarakat Indonesia. Seluruh pihak wajib bergerak serentak untuk membangun sistem politik nasional yang jauh lebih sehat dan berkeadilan.

Pendidikan Politik Wasathiyah Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Lodewijk mengajak seluruh elemen umat Islam untuk terus membangun paradigma politik yang berorientasi nasional. Masyarakat perlu menanamkan kesadaran penuh bahwa kepentingan bangsa dan negara merupakan bagian tak terpisahkan dari kepentingan umat.

Selain memperkuat paradigma tersebut, ia mendorong pelaksanaan pendidikan politik yang berlandaskan nilai-nilai Islam wasathiyah serta rahmatan lil ‘alamin. Edukasi politik secara masif menjadi kunci utama dalam mematangkan kedewasaan berdemokrasi seluruh warga negara.

Baca Juga :  Baznas dan Pemerintah Meluncurkan Sistem Satu Data ZIS-DSKL untuk Transparansi Pengelolaan Zakat

Masyarakat harus senantiasa terdorong untuk memilih calon pemimpin berdasarkan kriteria integritas, kapasitas, dan program kerja yang nyata. Warga hendaknya tidak lagi terpengaruh oleh janji politik manis ataupun praktik politik uang yang merusak integritas bangsa.

Sinergi Strategis Elemen Bangsa Demi Wujudkan Pemimpin Berintegritas

Lodewijk mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memperkuat sinergi antarelemen strategis secara berkesinambungan. Sinergi ini melibatkan partai politik, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat, hingga para penyelenggara negara.

Kerja sama yang erat tersebut bertujuan untuk menghadirkan iklim demokrasi yang benar-benar membawa kemaslahatan nyata bagi rakyat. Cita-cita besar Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika sistem politik nasional mampu bekerja secara optimal.

Sistem politik yang baik akan melahirkan pemerintahan yang bermoral, transparan, berkeadilan, serta berpihak penuh pada rakyat. Lodewijk mengingatkan bahwa usaha perbaikan kualitas bangsa harus selalu bermula dari pembenahan kualitas politik serta partisipasi aktif seluruh elemen umat.(ar)

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal
Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru
Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem
Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata
Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern
Kemenag Belum Buka CPNS 2026, Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB