Jakarta, dorlanhikmah.com – Muslimat Hidayatullah menyambut peringatan Hari Anak Nasional 2026 dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga fitrah anak indonesia. Organisasi kewanitaan ormas Hidayatullah tersebut menegaskan bahwa kehadiran buah hati bukan sekadar pelengkap keluarga, melainkan amanah besar dari Sang Pencipta.
Dalam rilis resmi yang diterima media pada Kamis, 23 Juli 2026, MUSHIDA menekankan pentingnya penguatan peran keluarga. Keluarga bertindak sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter spiritual serta moral anak sejak dini.
Anak Merupakan Amanah Besar Pembawa Visi Masa Depan
Ketua Umum PP Mushida, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menyampaikan bahwa setiap anak membawa visi besar bagi peradaban umat dan bangsa. Beliau mengutip doa dari Al-Qur’an Surat Al-Furqan ayat 74 tentang harapan melahirkan keturunan yang menjadi penyejuk hati sekaligus pemimpin bertakwa.
MUSHIDA memandang bahwa upaya menjaga fitrah tidak hanya terbatas pada pemenuhan kesehatan jasmani semata. Orang tua harus aktif memelihara dan menyaring apa yang didengar, dilihat, dipelajari, serta dirasakan oleh buah hati setiap hari.
Pendengaran, penglihatan, dan hati anak perlu mendapat perlindungan ketat dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar. Langkah ini sangat penting agar nilai-nilai tauhid, akhlak mulia, dan rasa kemanusiaan tidak mengabur di tengah arus modernisasi.
Tantangan Era Digital Dan Krisis Moral Generasi Muda
Saat ini generasi muda menghadapi tantangan zaman yang sangat berat, mulai dari krisis moral hingga maraknya berbagai bentuk kekerasan. Selain itu, paparan pesat konten digital yang tidak ramah anak semakin mengancam perkembangan karakter mereka.
Menghadapi berbagai ancaman tersebut, keluarga harus berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan utama dan terdepan. Orang tua wajib menyiapkan generasi penerus yang beriman, berilmu pengetahuan, serta berakhlak terpuji.
Umi Hani mengajak para orang tua untuk konsisten menghadirkan keteladanan nyata, kasih sayang, dan doa yang tulus. Pengasuhan yang berlandaskan panduan Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi fondasi utama dalam membimbing calon pemimpin masa depan.
Sinergi Elemen Bangsa Demi Ekosistem Ramah Anak
Peringatan Hari Anak Nasional hendaknya menjadi momentum penting untuk merefleksikan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Perlindungan terhadap tumbuh kembang anak tidak bisa hanya di bebankan kepada orang tua di rumah sendirian.
Dukungan penuh dari pihak sekolah, masyarakat, media massa, dunia usaha, hingga pemerintah sangat menentukan. Sinergi seluruh komponen ini akan menciptakan ekosistem yang aman, sehat, dan ramah anak, baik di ruang nyata maupun ruang digital.
MUSHIDA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan keluarga melalui program pendidikan keislaman dan pembinaan perempuan. Pengasuhan berbasis fitrah serta penguatan peran ibu sebagai madrasah pertama menjadi prioritas utama gerakan mereka.
Berbagai program sosial dan kemasyarakatan terus di galakkan secara berkesinambungan demi mewujudkan ketahanan keluarga yang kokoh. Dari keluarga yang kuat ini, MUSHIDA meyakini akan lahir generasi Qurani yang siap menjadi pelopor kebaikan peradaban.
Peringatan Hari Anak Nasional Indonesia sendiri rutin di selenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat setiap tanggal 23 Juli. Pada Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menetapkan tema utama “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.(ar)










Komentar