Jombang, dorlanhikmah.com – Ribuan peserta memadati Gedung Serbaguna Tambakberas untuk menghadiri pembukaan Muktamar Ke-35 NU Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Para muktamirin langsung berbaris rapi mengantre pemeriksaan identitas sebelum melangkah ke area utama majelis.
Delegasi dari pengurus wilayah seluruh Indonesia hingga perwakilan luar negeri terus berdatangan sejak pagi hari. Mereka menyiapkan dokumen dan kartu identitas resmi demi kelancaran proses verifikasi data awal.
Sidang Pleno I ini membawa agenda krusial mengenai pengesahan tata tertib dan jadwal seluruh rangkaian kegiatan. Oleh karena itu, panitia mengawal ketat jalannya acara agar seluruh agenda terlaksana sesuai jadwal.
Pengamanan Ketat Banser Dan Pagar Nusa Mengatur Jalur
Petugas keamanan gabungan berdiri siaga di sepanjang barikade jalan menuju arena sidang pleno. Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa, dan Sigap BU membagi penumpukan massa secara sigap.
Petugas mengarahkan arus kedatangan peserta melalui dua alur masuk terpisah menuju pintu utama. Pembagian dua jalur ini terbukti efektif mengurai antrean panjang yang mengular hingga area parkir luar.
Setiap orang yang hendak melintas wajib memindai barcode pada kartu tanda pengenal masing-masing. Panitia menerapkan aturan pemindaian digital ini tanpa terkecuali bagi siapapun yang hadir di lokasi.
Sistem verifikasi otomatis tersebut langsung mencocokkan data muktamirin dengan basis data pusat panitia. Langkah digitalisasi ini mempercepat validasi keanggotaan sekaligus menutup celah masuknya pengunjung tanpa hak.
Panitia Dan Delegasi Maroko Ikuti Prosedur Pemindaian
Strictnya aturan masuk ini berlaku menyeluruh bagi seluruh peserta maupun jajaran panitia pelaksana di lapangan. Petugas penerima tamu Anik Zahra menceritakan pengalamannya saat tertahan sebentar di luar gerbang penjagaan.
Ia mengaku sempat lupa membawa kartu identitas fisik meski sudah mengenakan seragam rompi resmi panitia. Petugas keamanan tetap meminta Anik mengambil kartu identitasnya terlebih dahulu sebelum membolehkannya masuk ke dalam gedung.
“Protokol masuk lokasi sidang pleno ini sangat ketat. Aturan ini berlaku untuk peserta maupun panitia,” kata Anik saat ditemui di lokasi penerimaan tamu.
Ketatnya pemeriksaan digital ini juga dirasakan oleh utusan luar negeri yang datang sejak pagi. Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko, Bunga, mengapresiasi ketertiban sistem penataan alur masuk ini.
Bunga memilih menunggu rombongan rekannya di luar area steril sebelum melangkah bersama menuju meja pemindaian. Ia memperhatikan antrean peserta yang terus bergerak mengalir secara berurutan masuk ke ruangan.
“Saya sudah di sini dari tadi pagi, tetapi masih menunggu rekan PCINU Maroko lainnya. Antrean pemindaian kartu memang sangat panjang,” ungkap Bunga di tengah antrean.
Seluruh muktamirin kini sudah menempati kursi ruang majelis untuk mengikuti seluruh alur persidangan secara khidmat. Pembukaan perhelatan tertinggi Nahdlatul Ulama ini berjalan lancar dengan pengawasan keamanan yang ramah dan profesional.(ust)







Komentar