BKIM IPB Gelar Diskusi Publik Kawal Perwali P4S Bogor

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB University bersama Rohis Vokasi IPB menggelar diskusi publik perwali p4s secara daring pada Senin, 31 Agustus 2026.(poto: istimewa).

Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB University bersama Rohis Vokasi IPB menggelar diskusi publik perwali p4s secara daring pada Senin, 31 Agustus 2026.(poto: istimewa).

Bogor. dorlanhikmah.com – Badan Kerohanian Islam Mahasiswa IPB University bersama Rohis Vokasi IPB menggelar diskusi publik perwali p4s secara daring pada Senin, 31 Agustus 2026. Sebab, kegiatan ini hadir untuk mengawal penerbitan Peraturan Wali Kota Bogor tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyimpangan Seksual.

Selain itu, panitia mengusung tema Gen Z Pemimpin Masa Depan untuk melindungi generasi unggul dari ancaman non-militer serta dampak sosial LGBTQ+. Oleh karena itu, mereka membawa tagline Moral Dijaga Masa Depan Terjaga sebagai komitmen bersama dalam menjaga kualitas pemuda.

Bahkan, kegiatan edukasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Dakwah Kampus IPB University. Selanjutnya, penyelenggara menghadirkan Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor, Prof Imas Kania Rahman, sebagai narasumber utama.

Upaya Menjaga Moral Generasi Muda Dari Ancaman Bahaya

Dalam forum tersebut, Ketua BKIM IPB Ismaya Sukma Jenar Winara mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari kisah kaum Nabi Luth dalam Al-Qur’an. Pasalnya, ia menilai perilaku serupa kembali muncul pada era modern dalam bentuk gerakan LGBTQ+.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia sendiri telah menetapkan fenomena tersebut sebagai bentuk ancaman negara non-militer. Karena itu, pria yang akrab disapa Nara ini menegaskan bahwa jajaran kepemimpinan tidak boleh berdiam diri menghadapi kondisi tersebut.

Baca Juga :  Sahabat MUI Dukung Raperda Penyimpangan Seksual DPRD Kota Bekasi

Oleh sebab itu, Nara mengajak seluruh generasi muda untuk bersikap kritis serta peduli terhadap kondisi peradaban bangsa yang mulai mengalami kerusakan. Dengan demikian, pengawalan terhadap Perwali P4S Kota Bogor menjadi langkah krusial agar aturan tersebut benar-benar melindungi masyarakat.

Sebab, aturan pelaksana dari Perda Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2021 ini harus menjadi instrumen perlindungan sosial yang efektif. Maka dari itu, pemuda tersebut berharap kebijakan publik ini tidak berhenti sebagai dokumen hukum semata tanpa eksekusi nyata.

Perwali P4S Bogor Fokus Pada Pencegahan Serta Pemulihan

Di samping itu, Pembina BKIM IPB Ustaz Asep Nurhalim turut mengapresiasi penyelenggaraan diskusi daring yang sangat relevan dengan dinamika zaman ini. Bahkan, ia menekankan bahwa kisah masa lalu dalam kitab suci menjadi peringatan nyata bagi masyarakat modern.

Oleh karena itu, Ustaz Asep berharap forum edukasi ini mampu membekali para mahasiswa dengan ilmu pengetahuan serta kebijaksanaan dalam merespons persoalan moral. Sebab, pemahaman yang komprehensif akan membantu pemuda menyikapi fitnah akhir zaman secara tepat.

Baca Juga :  Kemenag Minta Kepala Madrasah Tetapkan Target Mutu Pendidikan Madrasah secara Terukur

Dampak Anggaran Daerah Serta Solusi Pencegahan Kasus Kesehatan

Selanjutnya, Prof Imas Kania Rahman memaparkan struktur rancangan Perwali P4S Kota Bogor secara detail kepada para peserta. Sebab, ia menjelaskan bahwa regulasi ini berorientasi pada tindakan pencegahan, pemulihan korban, dan pembangunan sistem yang kokoh.

Pasalnya, Pemerintah Kota Bogor saat ini harus menghadapi beban anggaran yang sangat besar untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah menyalurkan dana publik dalam jumlah fantastis demi membiayai pengobatan para penderita HIV.

Bahkan, Prof Imas menegaskan bahwa pembiayaan medis tersebut bersumber langsung dari uang rakyat yang mengalir ke kas negara. Sebab, peningkatan jumlah kasus akan terus membengkak jika semua pihak membiarkan masalah ini tanpa tindakan pencegahan.

Oleh karena itu, langkah pencegahan secara terstruktur menjadi solusi paling utama untuk memutus rantai penyebaran dampak sosial tersebut. Dengan demikian, kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah daerah akan mempercepat hadirnya perlindungan hukum yang maksimal bagi warga Bogor.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB