Urutan Turun Surat Al-Qur’an Versi Ulama dan Orientalis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Susunan surat di dalam mushaf Utsmani diawali oleh Surat Al-Fatihah dan ditutup dengan Surat An-Nas.(poto: istimewa).

Susunan surat di dalam mushaf Utsmani diawali oleh Surat Al-Fatihah dan ditutup dengan Surat An-Nas.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Susunan surat di dalam mushaf Utsmani diawali oleh Surat Al-Fatihah dan ditutup dengan Surat An-Nas. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa urutan penataan mushaf tersebut berbeda dengan kronologi waktu penurunan wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Oleh karena itu, umat Islam memahami secara umum bahwa Surat Al-Alaq menjadi wahyu pertama yang turun di Gua Hira. Selanjutnya, proses penurunan wahyu berikutnya secara bertahap menyimpan sistematika pendidikan ilahi yang sangat krusial bagi pembentukan generasi Muslim awal.

Sayangnya, tidak adanya riwayat mutawatir mengenai urutan kronologis wahyu memicu para cendekiawan untuk melakukan penelusuran sejarah. Akibatnya, keadaan ini melahirkan beberapa versi urutan nuzululqur’an dari hasil ijtihad para mufasir serta akademisi.

Versi Muhammad Abid Al-Jabiri

Pemikir Islam asal Maroko, Muhammad Abid Al-Jabiri, menyusun urutan nuzul berdasarkan metode tafsir kronologisnya. Selain itu, tokoh yang lahir pada 27 Desember 1935 dan wafat pada 3 Mei 2010 ini mengelompokkan wahyu untuk merekam tahap pembentukan nalar Islam.

Secara spesifik, Al-Jabiri menempatkan Surat Al-Alaq pada posisi pertama, lalu menempatkan Surat At-Taubah dan Surat An-Nashr di bagian akhir. Kemudian, metode ini ia tuangkan dalam karya monumentalnya yang berfokus pada pendekatan epistemologi bayani, irfani, dan burhani.

Berikut sistematika penataan wahyu menurut Al-Jabiri:

  • Al-Alaq, Al-Muddatsir, Al-Masad, At-Takwir, Al-A’la, Al-Lail, Al-Fajr, Adh-Dhuha, Al-Insyirah, Al-Asr.

  • Al-Adiyat, Al-Kautsar, At-Takatsur, Al-Ma’un, Al-Kafirun, Al-Fil, Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Fatihah.

  • Ar-Rahman, An-Najm, Abasa, Asy-Syams, Al-Buruj, At-Tin, Al-Quraisy, Al-Qari’ah, Al-Zalzalah, Al-Qiyamah.

  • Al-Humazah, Al-Mursalat, Qaf, Al-Balad, Al-Qalam, Ath-Thariq, Al-Qamar, Shad, Al-A’raf, Al-Jinn.

  • Yasin, Al-Furqan, Fathir, Maryam, Thaha, Al-Waqiah, Asy-Syu’ara, An-Naml, Al-Qashash, Yunus.

  • Hud, Yusuf, Al-Hijr, Al-An’am, Ash-Shaffat, Luqman, Saba’, Az-Zumar, Ghafir, Fushilat.

  • Asy-Syura, Az-Zukhruf, Ad-Dukhan, Al-Jatsiyah, Al-Ahqaf, Nuh, Adz-Dzariyat, Al-Ghasiyah, Al-Insan, Al-Kahfi.

  • An-Nahl, Ibrahim, Al-Anbiya’, Al-Mu’minun, As-Sajdah, Ath-Thur, Al-Mulk, Al-Haqqah, Al-Ma’arij, An-Naba’.

  • An-Naziat, Al-Infithar, Al-Insyiqaq, Al-Muzammil, Ar-Ra’du, Al-Isra’, Ar-Rum, Al-Ankabut, Al-Muthaffifin, Al-Hajj.

  • Al-Baqarah, Al-Qadar, Al-Anfal, Ali Imran, Al-Ahzab, Al-Mumtahanah, An-Nisa’, Al-Hadid, Muhammad, Ath-Thalaq.

  • Al-Bayyinah, Al-Hasyr, An-Nur, Al-Munafiqun, Al-Mujadalah, Al-Hujurat, At-Tahrim, At-Taghabun, Ash-Shaf, Al-Jumu’ah.

  • Al-Fath, Al-Maidah, At-Taubah, An-Nashr.

Versi Muhammad Izzat Darwazah

Sementara itu, sejarawan dan mufasir asal Palestina, Muhammad Izzat Darwazah (1887–1984), menawarkan pandangan lain melalui kitab al-Tafsir al-Hadis. Berbeda dari Al-Jabiri, ia menempatkan Surat Al-Fatihah sebagai pembuka wahyu karena memperhitungkan kebutuhan bacaan shalat pada fase awal dakwah.

Baca Juga :  Pohon Zaqqum dalam Surah Ad-Dukhan, Azab bagi Kesombongan Manusia

Melalui pendekatan sosiologis ini, ia menempatkan wahyu-wahyu pendek di fase awal sebelum masuk ke pembahasan hukum. Selanjutnya, Darwazah mengakhiri urutan penurunannya dengan Surat An-Nashr sebagai penutup rangkaian wahyu.

Berikut sistematika penataan wahyu menurut Muhammad Izzat Darwazah:

  • Al-Fatihah, Al-Alaq, Al-Qalam, Al-Muzammil, Al-Muddatsir, Al-Masad, At-Takwir, Al-A’la, Al-Lail, Al-Fajr.

  • Adh-Dhuha, Al-Insyirah, Al-Ashr, Al-Adiyat, Al-Kautsar, At-Takatsur, Al-Maun, Al-Kafirun, Al-Fil, Al-Falaq.

  • An-Nas, Al-Ikhlas, An-Najm, Abasa, Al-Qadr, Asy-Syams, Al-Buruj, At-Tin, Quraisy, Al-Qariah.

  • Al-Qiyamah, Al-Humazah, Al-Mursalat, Qaf, Al-Balad, Ath-Thariq, Al-Qamar, Shad, Al-A’raf, Al-Jinn.

  • Yasin, Al-Furqon, Fathir, Maryam, Thaha, Al-Waqiah, Asy-Syuara, An-Naml, Al-Qashash, Al-Isra’.

  • Yunus, Hud, Yusuf, Al-Hijr, Al-An’am, Ash-Shaffat, Luqman, Saba’, Az-Zumar, Ghafir.

  • Fushilat, Asy-Syura, Az-Zukhruf, Ad-Dukhan, Al-Jatsiyah, Al-Ahqaf, Adz-Dzariyat, Al-Ghasiyah, Al-Kahfi, An-Nahl.

  • Nuh, Ibrahim, Al-Anbiya’, Al-Mu’minun, As-Sajdah, Ath-Thur, Al-Mulk, Al-Haqqah, Al-Ma’arij, An-Naba’.

  • An-Naziat, Al-Infithar, Al-Insyiqaq, Ar-Rum, Al-Ankabut, Al-Muthaffifin, Ar-Ra’du, Ar-Rahman, Al-Insan, Al-Zalzalah.

  • Al-Baqarah, Al-Anfal, Ali Imran, Al-Ahzab, Al-Mumtahanah, An-Nisa’, Al-Hadid, Muhammad, Ath-Thalaq, Al-Bayyinah.

  • Al-Hasyr, An-Nur, Al-Hajj, Al-Munafiqun, Al-Mujadalah, Al-Hujurat, At-Tahrim, At-Taghabun, Ash-Shaff, Al-Jumu’ah.

  • Al-Fath, Al-Maidah, At-Taubah, An-Nashr.

Versi Ibnu Qarnas

Di samping itu, pemikir kontemporer Suriah, Ibnu Qarnas, menyusun urutan wahyu secara kritis melalui karyanya Al-Ahsan al-Tafasir. Bahkan, ia merombak susunan konvensional berdasarkan analisis tekstual mendalam terhadap isi setiap surat.

Dengan demikian, Ibnu Qarnas menempatkan Surat Al-Fatihah dan Al-A’la di posisi awal rangkaian nuzul. Setelah itu, ia mengakhiri kronologi penurunan Al-Qur’an dengan Surat An-Nasr.

Berikut sistematika penataan wahyu menurut Ibnu Qarnas:

  • Al-Fatihah, Al-A’la, Al-Alaq, Al-Fil, Quraisy, Al-Ashr, At-Tin, At-Takatsur, Al-Adiyat, Al-Muzammil.

  • Al-Muddatsir, Al-Qari’ah, Al-Zalzalah, Al-Infithar, Al-Insyiqaq, At-Takwir, Asy-Syams, Al-Lail, Ath-Thariq, Al-Fajr.

  • Al-Balad, Al-Qiyamah, An-Naba’, Qaf, Al-Waqiah, Al-Ghasiyah, Al-Haqqah, Al-Muthaffifin, Abasa, Al-Mursalat.

  • Al-Jinn, Al-Falaq, An-Nas, Al-Insan, Al-Mulk, Yasin, Ar-Rahman, An-Najm, Al-Qalam, Ath-Thur.

  • Nuh, Al-Qamar, Adh-Dhuha, Al-Insyirah, Al-Humazah, Al-Qadr, Shad, Ash-Shaffat, An-Naziat, Adz-Dzariyat.

  • Al-Ahqaf, Al-Jatsiyah, Fathir, Fushilat, Ad-Dukhan, Az-Zukhruf, Ghafir, Maryam, Al-Ikhlas, Al-Kahfi.

  • Saba’, Al-Kafirun, Luqman, An-Naml, Al-Hijr, Thaha, As-Sajdah, Al-Mu’minun, Al-Ma’arij, Al-Furqan.

  • Az-Zumar, Al-A’raf, Yunus, Yusuf, Al-Kaustar, Ibrahim, Al-Anbiya’, Asy-Syura, Asy-Syu’ara, Hud.

  • Al-Isra’, Al-An’am, An-Nahl, Al-Qashash, Al-Masad, AL-Buruj, Al-Ankabut, Ar-Ra’du, Al-Hajj, Al-Mumtahanah.

  • Al-Hujurat, Al-Mujadalah, Al-Jumu’ah, Al-Baqarah, An-Nisa’, Al-Maun, Al-Maidah, Muhammad, Ash-Shaff, Al-Anfal.

  • Al-Hadid, At-Taghabun, Ath-Thalaq, Ali Imran, Al-Bayyinah, At-Tahrim, Al-Ahzab, An-Nur, Al-Munafiqun, Al-Fath.

  • Ar-Rum, At-Taubah, Al-Hasyr, An-Nasr.

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Fatihah Berdasarkan Tafsir Jalalain

Versi Theodor Nöldeke

Selain dari kalangan ulama Muslim, kajian kronologi Al-Qur’an juga datang dari orientalis asal Jerman, Theodor Nöldeke (1836–1930). Pada akhirnya, ia mempublikasikan urutan nuzul versinya dalam buku Geschichte des Qorans pada tahun 1860.

Dalam hal ini, Nöldeke mengurutkan penataan surat berdasarkan perubahan gaya bahasa dan struktur sastra teks Al-Qur’an. Oleh sebab itu, ia menguji pergeseran gaya puitis fase Makkiyah hingga gaya bahasa hukum pada fase Madaniyah.

Berikut sistematika penataan wahyu menurut Theodor Nöldeke:

  • Al-Alaq, Al-Muddatsir, Al-Masad, Quraisy, Al-Kautsar, Al-Humazah, Al-Maun, At-Takatsur, Al-Fil, Al-Lail.

  • Al-Balad, Al-Insyirah, Adh-Dhuha, Al-Qadr, Ath-Thariq, Asy-Syams, Abasa, Al-Qalam, Al-Al’a, At-Tin.

  • Al-Ashr, Al-Buruj, Al-Muzammil, Al-Qariah, Al-Zalzalah, Al-Infithar, At-Takwir, An-Najm, Al-Insyiqaq, Al-Adiyat.

  • An-Naziat, Al-Mursalat, An-Naba’, Al-Ghasiyah, Al-Fajr, Al-Qiyamah, Al-Muthaffifin, Al-Haqqah, Adz-Dzariyat, Ath-Thur.

  • Al-Waqiah, Al-Maarij, Ar-Rahman, Al-Ikhlas, Al-Kafirun, Al-Falaq, An-Nas, Al-Fatihah, Al-Qamar, Ash-Shaffat.

  • Nuh, Al-Insan, Ad-Dukhan, Qaf, Thaha, Asy-Syu’ara, Al-Hijr, Maryam, Shad, Yasin.

  • Az-Zukhruf, Al-Jinn, Al-Mulk, Al-Mu’minun, Al-Anbiya’, Al-Furqan, Al-Isra’, An-Naml, Al-Kahfi, As-Sajdah.

  • Fushilat, Al-Jatsiyah, An-Nahl, Ar-Rum, Hud, Ibrahim, Yusuf, Ghafir, Al-Qashash, Az-Zumar.

  • Al-Ankabut, Luqman, Asy-Syura, Yunus, Saba’, Fathir, Al-A’raf, Al-Ahqaf, Al-An’am, Ar-Ra’du.

  • Al-Baqarah, Al-Bayyinah, At-Taghabun, Al-Jumu’ah, Al-Anfal, Muhammad, Ali Imran, Ash-Shaff, An-Nisa’, Ath-Thalaq.

  • Al-Hasyr, Al-Ahzab, Al-Munafiqun, An-Nur, Al-Mujadalah, Al-Hajj, Al-Fath, At-Tahrim, Al-Mumthanah, An-Nashr.

  • Al-Hujurat, At-Taubah, Al-Maidah, Al-Hadid.

Kesimpulan dan Hikmah Tartib Nuzul

Pada akhirnya, perbedaan hasil ijtihad ini membuktikan bahwa belum ada kesepakatan tunggal mengenai urutan kronologis penurunan surat. Kendati demikian, kesepakatan mutlak umat Islam sejauh ini tetap berpijak pada susunan mushaf Utsmani.

Meskipun berbeda versi, seluruh peneliti memperlihatkan pola pembinaan yang serupa dalam wahyu. Ringkasnya, surat-surat awal berfokus pada penanaman akidah, sedangkan surat-surat akhir mengatur tatanan hukum masyarakat. Wallahu a’lam bish shawab.(ust)

Berita Terkait

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?
Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?
Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT
Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW
Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren
Peran Manusia sebagai Khalifah Menjaga Ekosistem Laut
Tafsir Surah Al Qadr Syekh Utsaimin Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Mengenal Tafsir Surat Al-Ikhlas: Asbabun Nuzul dan Keutamaan
Berita ini 24 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW

Jumat, 25 September 2026 - 14:15 WIB

Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB