Mengenal Hukum Tafkhim dan Tarqiq Ilmu Tajwid

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hukum ra tarkiq dan tafhim.(poto: istimewa).

Hukum ra tarkiq dan tafhim.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam perlu memahami hukum bacaan tafkhim tarqiq secara utuh agar dapat membaca Al-Qur’an sesuai kaidah.

Pembahasan ilmu tajwid ini melengkapi aturan lain yang telah ada seperti hukum nun sukun dan mad.

Definisi Tafkhim dan Tarqiq

Secara bahasa, tafkhim bermakna menggemukkan atau menebalkan.

Muhammad Shadiq Qamhawi mengibaratkan istilah ini seperti memasukkan minyak samin ke dalam bacaan huruf, sehingga mulut terlihat penuh saat mengucapkannya.

Lawan dari tebal adalah tarqiq yang secara bahasa berarti menipiskan.

Para ulama mengibaratkan tarqiq seperti pergeseran suara huruf yang membuat kondisi mulut tidak terlihat penuh saat membaca.

Karakteristik Bacaan dan Hurufnya

Kedua hukum ini secara garis besar berlaku untuk huruf lam (ل) dan ra (ر).

Meski demikian, sebagian Imam Qurra seperti As-Syathibi dan Al-Jazari juga memasukkan huruf isti’la ke dalam kategori tafkhim.

Kategori bacaan menurut Qira’at ‘Ashim membedakan ciri umum keduanya berdasarkan harakat.

Huruf ra berharakat fathah dan dhammah serta lam pada lafad Allah masuk dalam kategori tebal.

Sementara itu, kategori tipis mencakup ra berharakat kasrah.

Baca Juga :  Syamatah dalam Islam: Penyakit Hati yang Dilarang Keras

Huruf lam berharakat fathah, dhammah, kasrah, maupun sukun juga tergolong tarqiq.

Aturan Membaca Tafkhim

Kategori tebal berlaku pada huruf ra berharakat fathah atau dhammah, seperti lafad فَمَا رَبِحَتْ dan رُسُلِهِ.

Ketentuan ini juga mengikat seluruh huruf isti’la (خ, ص, ض, غ, ط, ق, ظ) tanpa terkecuali pada harakat fathah, kasrah, maupun dhammah.

Kondisi ra sukun yang sebelumnya memiliki harakat kasrah atau ya, lalu setelahnya bertemu huruf isti’la juga membutuhkan bacaan tebal seperti lafad وَإِرْصَادًا.

Aturan yang sama berlaku untuk ra sukun setelah kasrah ‘aridh atau hamzah washal pada contoh إِنِ ارْتَبْتُمْ.

Pembaca membunyikan lafad Allah secara tebal jika huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah, contohnya وَاللهُ غَفُوْرٌ dan إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ.

Pandangan As-Syathibi yang tertuang dalam tulisan Ad-Dani menyebut ra berharakat fathah, dhammah, atau sukun yang tidak memiliki kasrah asli sebelumnya dalam satu kalimat juga termasuk bacaan tebal seperti بِرُؤُوْسِكُمْ dan بِرَسُوْلٍ.

Aturan tebal berlaku pula saat mematikan (waqaf) ra berharakat dhammah yang memiliki pendahulu dhammah, fathah, kasrah lazim, atau ya sukun seperti lafad مُزْدَجَرٌ.

Baca Juga :  Pengertian Mad dan Jenisnya Lengkap Menurut Tajwid

Qira’at ‘Ashim juga menebalkan ra jika terdapat huruf sukun di antara ra dan huruf berharakat kasrah, contohnya الذِّكْرُ dan حِذْرَكُمْ.

Terakhir, ra kasrah yang memiliki pendahulu fathah atau dhammah lalu mengalami waqaf juga masuk kategori tebal.

Ketentuan tersebut berlaku pada lafad مِنْ مَطَرٍ dan بالنُّذُرِ.

Aturan Membaca Tarqiq

Kategori tipis berlaku untuk ra berharakat kasrah seperti pada lafad بِالذِّكْرِ.

Begitu pula dengan ra sukun yang memiliki pendahulu huruf berharakat kasrah seperti lafad وَاسْتَغْفِرْ.

Aturan ini mencakup ra berharakat kasrah yang sebelumnya bukan huruf berharakat dhammah atau fathah, baik saat washal maupun waqaf, seperti مِنْ نَذِيْرِ.

Huruf ra sukun yang memiliki pendahulu kasrah dalam satu kalimat juga tergolong tipis pada lafad تُنْذِرْهُمْ.

Pembaca menipiskan lafad Allah (Jalalah) apabila huruf sebelumnya berharakat kasrah, contohnya فِيْ سَبِيْلِ اللهِ.

Selain itu, seluruh huruf lam selain Lam Jalalah yang berharakat dhammah dan fathah tetap masuk bacaan tipis seperti pada lafad يقبل, الذين, dan للمتقين.(ust)

Berita Terkait

Kemuliaan Sejati Menurut Islam Bukan Ditentukan Jabatan
Panduan Alquran Menghadapi Tekanan Hidup dan Ujian Modern
Rezeki Tidak Akan Tertukar: Memahami Jaminan Allah dalam Alquran
Makna dan Dalil Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Urutan Turun Surat Al-Qur’an Versi Ulama dan Orientalis
Asbabun Nuzul Turunnya Surat Ad-Dhuha Penenteram Jiwa
Matan Tuhfatul Athfal: Syair Hukum Nun Sukun dan Tanwin Teks Arab dan Artinya
Pengertian Mad dan Jenisnya Lengkap Menurut Tajwid
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Kemuliaan Sejati Menurut Islam Bukan Ditentukan Jabatan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Panduan Alquran Menghadapi Tekanan Hidup dan Ujian Modern

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Rezeki Tidak Akan Tertukar: Memahami Jaminan Allah dalam Alquran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Makna dan Dalil Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Urutan Turun Surat Al-Qur’an Versi Ulama dan Orientalis

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB